Hal - Hal Sederhana
Di tengah hiruk pikuk pandemik ini, hal - hal sederhana yang tetap bikin waspada, masih terjadi di sekitar saya. Mungkin Allah ingin saya tetap belajar, tetap awas.
Kemarin, setelah satu minggu-an kurang lebih tidak bisa tenang, terserang psikosomatis, dengan kondisi orang terdekat menyandang status orang dalam pemantauan dan statusnya meningkan menjadi pasien, tidur jadi lebih malam, karena merasa perlu banyak menyerap informasi. Perlu menghubungi orang-orang yang lebih mengerti untuk menangani, dan segala hal yang berkaitan dengan itu jadi membuat saya lebih real.Β
Kondisi masyarakat yang tidak siap dengan adanya odp maupun pdp, adalah benar adanya. Dikucilkan, tidak diterima, dan tidak disupport untuk dijadikan masalah bersama adalah hal-hal kecil yang tidak sederhana, karena penyampaian ini tidak dilakukan terus menerus, sehingga proses penerimaannya pun tidak instan. Iya, begitu adanya. Saya berkata pada diri saya sendiri. Saya, akhirnya hanya bisa menenangkan dan menerangkan tentang kondisi tidak ideal tersebut :)
βterima kasih sudah memilih kuat yaβ
dan kata-kata penghibur di hari selanjutnya, sangat sederhana tapi penuh makna, kalimatΒ
βbye rumah sakitβ
Sebuah kalimat penyemangat tersendri.
Terima kasih, adik. Sudah mau bersama-sama berjuang, masih jauh perjalanan, lelah boleh asal jangan menyerah :β) Hari-hari #dirumahaja sehat selalu ya semua!Β
Besok-lusa kita cerita mengenai hal-hal menakutkan dan melegakan tentang kemarin-kemarin.
Bogor, 30 Maret 2020













