Di penghujung Jumat, di hari terbaik, disertai gerimis air hujan yang membasahi bumi. Berkumpul waktu terbaik untuk bermunajat. Bersamaan dengan pamitnya Ramadahan 1444 H.
Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat..
Jika bukan karena kasih sayang Allah, tidak mungkin kita masih bertahan hingga hari ini.
Saatnya melepasnya setelah selama sebulan penuh ia hadir mengantarkan begitu banyak hamba untuk selalu berbeda dan berbenah ke jalan kebaikan.
Ada ragam tanya yang mengemuka..
Tentang amalan yang akan tetap berlanjut atau justru berhenti? Tentang harapan apakah dosa-dosa dan kelalaian akan mendapatkan ampunan dari Allah?
Allahumma innaka afuwun tuhibbul afwa fa'fuwanni
Nyatanya, Ramadan mengajarkan dan membuat selalu tercengang akan sebuah produktivitas waktu yang berlimpah keberkahan.
Saya pamit, kata ramadan.
Kalau kehadiranku kemarin membuatmu melaksanakan berbagai macam amalan yang membuat kamu semakin mendekat kepada Rabb-Mu, maka jangan berhenti, lanjutkan langkahmu, perjalanan kamu masih panjang! Dengan begitu, aku yakin kamu akan tetap mampu menjalaninya kedepan, tanpa harus menunggu aku datang.
Satu yang pasti, Ramadan akan selalu datang tiap tahunnya, kita yang belum tentu bersamanya.
____
30 Ramadan 1444 H










