Run to be Eternal
Tadi pagi setelah sekian lamaa.. hampir satu dekade gak lari pagi :p Ngos-ngos.an ya ternyata.. dengan ritme lari yang berusaha kaya dulu, tapi ternyata sudah beda kondisi fisiknya. (alesan, karena gak pernah dilatih aja!)
Kangen lari menyusuri jalur merah Sabuga, kalau lari disana berasa jadi atlet pro! Padahal gak mesti jadi atlet untuk sekedar berlari, tidak harus menunggu sakit untuk hidup lebih sehat. Karena lari adalah salah satu olahraga simpel yang bisa dilakukan siapa saja, tua-muda, kaya-miskin, cantik-tampan, jomblo-ga jomblo, siapapun bisa, jadi sayang kalau niat hidup sehat cuma jadi wacana tanpa aksi nyata #notetomyself.
( capture by me! at Sabuga 7.40 am )
Lika suka lari karena bikin happy!
Kalau kata Sandiaga Uno, “berlari memberikan banyak inspirasi akan nilai-nilai kehidupan, memotivasi diri dan lingkungan sekitar”. Bagi om Sandi yang sekarang jadi wakil gurbernur DKI dan masuk dalam 40 orang terkaya di Indonesia, berlari punya peran penting dalam menunjang kinerjanya. Baginya, dengan berlari ada empat filosofi :
1) memaknai arti kecepatan. Dalam berlari, kecepatan merupakan satu unsur penting. Semakin cepat berlari maka semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
2) berlari membiasakan diri bernapas panjang. Sangat penting bagi seorang pelari untuk mengatur ritme pernapasan dengan baik. Jika tidak, bisa tumbang di tengah perjalanan. Begitu pula dalam hidup. Seringkali melewati rintangan dan masalah cukup pelik. Butuh pengaturan ritme agar tidak mudah menyerah ataupun malah memaksakan diri.
3) lari selalu ada kerja sama tim. Saat mengikuti ajang lomba, pada dasarnya seseorang tidak benar-benar berlari sendirian. Ada teman yang selalu hadir memotivasi. Baik mereka yang berada di lapangan ataupun di luar. Semua punya peran dalam membangkitkan semangat juang. Begitu juga dalam hidup. Kita punya keluarga dan teman-teman yang selalu mengingatkan dan menyemangati dalam menghadapi berbagai persoalan.
4) berlari akan memahami arti penting persiapan. Dengan waktu tempuh rata-rata empat jam dan jarak di atas 40 kilometer, berlari maraton tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Dibutuhkan persiapan matang, baik mental maupun fisik. Sama halnya dengan hidup, tidak ada yang bisa didapat dengan instan. Semua perlu proses dan persiapan matang.
***
Filosofi lari versi Lika adalah mengalahkan musuh yang paling berat, yaitu diri sendiri.
Karena diri inilah yang seringkali tidak yakin akan kapasitas yang sudah Dia titipkan, padahal bisa jadi lebih baik dari yang dipikirkan. Hanya jarang diuji, itu kenapa Allah ciptakan ujian, iya kan? to break your limit! dengan berlari kita akan mengenali sejauh mana kemampuan kita, dan akhirnya muncul pertanyaan sejauh mana kita mampu?
Berlari juga memberikan sensasi tersendiri. Tubuh dan pikiran yang lelah setelah menjalani rutinitas padat seolah di-recharge. Sebab saat berlari tubuh memproduksi hormon androgen, endorfin, dan anandamide yang berfungsi menimbulkan rasa bahagia, optimisme, dan semangat positif.
***
Lika dapat penemuan lain! ternyata ada jenis lari yang sifatnya eternal, lari disini gak melulu tentang kecepatan, tetapi lebih diasosiasikan dengan bergerak, kerena setiap orang punya path dan kecepatannya masing-masing.
Setiap orang punya pencapain hidupnya masing-masing, ada yang mengejar sekolah di luar negri, ada yang ngejar target nikah muda, atau punya bisnis sukses dan jadi orang tajir melintir under 30 yo, atau seniman populer yang karya-karya nya bisa go international, macem-macem!
Pertanyaannya adalah saat kematian menghampiri, ada kah kita masih mampu berlari dari sesuatu yang pasti? Andai semua pencapaian kita bernilai dan kita menabungnya hingga menumpuk , saat kematian tiba tabungan itu akan berguna? klise ya? cek video satu ini deh, nanti akhirnya kamu akan paham kenapa tulisan ini diberi judul : run to be eternal, selamat menonton :D
Catatan : berlarilah selagi mampu, karena akan ada saatnya ingin berlari tapi kondisi yang tak lagi mampu.
yuk.. mumpung kita masih muda, semoga dimampukan oleh Allah.
Lika Lulu
14.2.2018, di hari rabu yang luar biasa :)















