#9 . Hari ini aku ke Candi Jago. Sebenarnya bukan pertama kalinya, tetapi aku pengen ‘sowan’ dan kira-kira ada yang berubah ngga ya. . Aku khawatir candi ini semakin tidak terawat. Kata ibu, yang asli orang Tumpang, dulu candinya tinggi, tidak seperti itu. Namun, ada beberapa orang yang sengaja mangambil bagian-bagian dari candi. . Candi ini bisa dinaiki. Kalau kamu naik ke atas, maka kamu akan menemukan banyak sampah plastik. Padahal di sebelahnya ada tempat sampah. Aku sungguh heran pada orang yang menempatkan tempat sampah di bagian atas candi, yang konon itu adalah tempat sakral. Namun aku jauh lebih heran pada orang-orang yang membuang sampah sembarang padahal jelas-jelas di sebelahnya ada tempat sampah. Sesusah apa sih buang sampah pada tempatnya? . Bagian-bagian dari arca yang ada di sekelilingnya pun sudah tidak sempurna. Arca Amogaphasa, di bagian baratnya candi, kepala dan tangannya hilang. Arca yang di sampingnya pun hilang batang hidungnya. Lalu arca yang lain aku lihat ada coretan-coretan di sana. . Padahal candi ini dibangun sejak tahun 1268 M hingga 1280 M, sebagai penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana; yang seharusnya bisa menjadi bukti sejarah dan kita harus jaga sama-sama. Kan sayang kan kalau tidak dijaga. ): . . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1809 #candijago #candijagotumpang #malang #visitmalang #jawatimur #indonesia (at Jago Temple)