Jangan Menyakiti Diri Sendiri
Mengenai sebuah pikiran, terkadang memang menganggu karena belum menemukan solusi atau jalan keluar yang akhirnya membuat diri untuk berpikir. Terlebih pikiran diri mengenai sebuah ekspektasi - ekspektasi. Tidak papa jika hal tersebut membuatmu bahagia. Tetapi harus tau kadar, agar tak terlalu berlebihan. Kita sudah sama-sama tahu yang berlebihan itu tak akan berujung baik bukan?
Tidak. sungguh tidak? aku tidak ingin menyudutkanmu. Hanya saja, ekspektasi yang berlebihan akan membuat porsi jiwa, waktu dan hati terpusat dengan harapan itu. Jika effortnya sesuai, kemudian tawakkal dan berserah diri kepada Tuhan mengenai hasil apapun yang terjadi, kamu bisa menerimanya dengan lapang dan ikhlas. Tentu saja itu baik. Tentu saja akan didukung.
Namun, seringkali kita berandai dengan ekspektasi yang berlebih, namun lupa diri, lupa porsi. Terlebih lagi masalah hati. Sebuah organ yang sensitif terhadap banyak hal termasuk perkataan, perlakuan, pemikiran dan segala hal yang dianggap sebagai pemicu lainnya.
Iya. Sebenernya bukan objek yang disalahkan. Tapi subjeknya. Siapa? Diri sendiri. Berhentilah menyakiti diri sendiri dengan ekspektasi. Kenyataannya adalah tak selalu seindah khayalan atau haqqul yakin membuat sebuah kepastian dan janji bahwa akan berjalan sebagaimana mestinya.
Iya. Tahu. Memang tak ada salahnya mengusahakan, tak ada salahnya melangitkan saat siang dan malam. Tetapi jangan lupa bahwa tak meluluΒ mentari terik menghangatkan atau bintang menemani malam, karena awan sering kali datang mengaburkan terik dan bintang.
Puka, 01042020 Selamat Malam menjelang Pagi














