The Lord of The Rings, The Return of The King; J.R.R. Tolkien; @bukugpu; November 2012 "Kesetiaan dibalas dengan cinta kasih, keberanian dengan penghormatan, pelanggaran sumpah akan mendapat balasannya." (hal.29) Gollum yang licik membawa Frodo dan Sam langsung ke sarang laba-laba raksasa, makhluk jahat penghuni gunung. Frodo yang tidak sanggup menghindar, terkena sengatan beracun si laba-laba hingga tidak sadarkan diri. Sam, dapat meloloskan diri dan berusaha untuk menyelamatkan Frodo dari kematian. Di tempat lain, perang sedang berlangsung. Pasukan kegelapan menyerang Gondor yang telah kehilangan pemimpinnya. Dalam masa gentingnya, bantuan dari Rohan pun datang. Diikuti oleh kembalinya sang raja dari lembah orang mati. Peperangan terus berkecamuk, pasukan kegelapan terus menyerang. Hanya Frodo yang sanggup menghentikan perang. Mampukah dia menyelesaikan misinya? Setelah menyelesaikan buku ketiga ini, tiba-tiba saya membayangkan kalau cincin tersebut adalah harta atau jabatan. Diperebutkan oleh semua orang, membuat Smeagol berubah menjadi gollum, bahkan seorang Frodo pun tidak dapat melepaskan diri dari jeratannya. Sebuah khayalan yang mendekati kenyataan sebenarnya. Saya juga merasa penulis benar-benar tepat menjadikan Hobbit sebagai tokoh utama. Diantara garangnya Kurcaci, magisnya Peri, dan berwibawanya Manusia. Dia lebih memilih mahkluk kecil tanpa kehebatan apapun untuk menjadi seorang pembawa cincin. Oh iya, setelah kisah buku ini berakhir, kita disuguhi lampiran setebal hampir 300 halaman, yang berisi sejarah para raja Dunia Tengah dan berbagai macam keterangan tentang adat istiadat, silsilah, hingga bahasa. Seakan semua yang diceritakan dalam novel adalah nyata. "Pergilah dengan damai! Tidak akan kukatakan: jangan menangis; sebab tidak semua air mata itu jelek." (hal.373) - @gerakan_1week1book - #booksyro #owob #gerakanoneweekonebook #ayobaca #marimembaca #thelordoftherings #returnoftheking #jrrtolkien https://www.instagram.com/p/B8Knjw2AEOA/?igshid=jpmfczgvtzfl


















