From paper to screen. Jadi ga sengaja nemu shot design pas bongkar bongkar leptop. Jd di film ini saya dan bini berusaha membahasakan kondisi mental dari subject utama yang memiliki bipolar disorder. Ketika bini saya bermain melalui cerita, penokohan, dan pengadegan, maka saya sebagai DP berusaha berbahasa melalui garis, cahaya, kontras, dan warna yang kemudian membentuk komposisi dimana banyak bidang dan garis serta cahaya yang menyudutkan subject utama dalam satu frame yang cukup luas. Rasa-rasanya masih kangen bikin film-film seperti ini. Karena belakangan banyak saya lihat temen-temen di lingkungan sekitar bikin video/film yang gambarnya gagah, shotnya epic, warnanya asoi, editingnya menegangkan, soundnya sinematic dan seterusnya... tapi shootnya meaningless... sungguh sangat menyedihkan. Susah-susah bikin shot tapi gak ada artinya... dan parahnya mereka menuai banyak pujian dari rekan dan kerabat yang ada di lingkungan mereka saja sehingga mereka merasa sudah sangat puas dengan hasil itu. Sayang sekali. Seandainya shot mereka lebih berarti. Tentu segala sesuatu yang mereka balut dengan sinematik itu akan lebih mampu bercerita dari pada sekedar gagah-gagahan shot. Ya segitu kira kira opini saya dari sudut pandang pribadi yang setiap hari disajikan tayangan video penuh shot yang meaningless...😅 teruslah berusaha dan tetaplah menjadi diri kalian sendiri... siapa tau shot meaningless itu bisa menjadi ciri khas kalian. Saya tidak sedang menyalahkan atau membenarkan, hanya sekedar bergurau karena sudah kebelet bikin film lagi, bukan bikinin film orang lain. Tapi sisi lain saya perlu duitnya dari bikinin film orang lain supaya bisa bikin film sendiri...🤪🍻 #denfilm #blackmagicproductioncamera4k #composition #shortfilm (at Denfilm Creative Production) https://www.instagram.com/p/BqlptAHndzw/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=18khsicirnkrv











