Hari jumat kemaren tetiba dadakan pingin pulang. Padahal minggu depan berencana pulang juga. Eh, sampe rumah liat postingan temen yang ngeshare ttg seorang ibu ibu yang melihara 60ekor kucing dan mengatakan bahwa kucingnya akan ditembak mati sama tetangganya. Beliaunya juga menyertakan alamat dan nomer hp lengkap. Eh ternyata yang dituliskan alamat komplek rumah, cuman beda beberapa rumah dari rumahku. Yang bikin geger warga net adalah katakata “ditembaki mati”, ntah kata kata itu muncul dari sapa.
Belum sempet konfirmasi tanya kejadian sebenarnya ke ayah/ibu, eh tetangga ada yang tibatiba datang, dan nyari ayah. Ikut dengerin, eh yang dibahas si empunya kucing yang 60ekor itu. Dan ternyata cerita awalnya adalah, ibu itu sebut aja ibu N,adalah penghuni rumah baru disitu. Sebelumnya, yang menempati rumah tersebut adalah almarhum kedua orang tuanya. Kemudian, memang ibu N suka sama kucing, dan sudah pindah rumah beberapa kali, dengan membawa kucing2nya. Dibuatkanlah kandang kucing d rumahnya. Yah, namanya juga perumahan,dimana dibalik tembok rumah kita ada orang lain yang hidup dsana. Tetangga sebelah rumah berantem aja kedengeran sampe rumah. Itu cuman bagian dari polusi suara. Lantas apa kabar dengan 60ekor kucing? Polusi udara lah yang paling utama, bau semerbak mewangi nya itu yang bikin ga kuat. Apalagi, kandangnya mepet dengan tembok tetangga sebelah. Dimana dibalik tembok kandang kucingnya ibu N adalah dapur dan toko dari tetangganya. Kasian dong ya… makanan yang harusnya enak jadi terkontaminasi kucing, dan yang mau beli di toko juga mikir2, bersih kagak tuh barang yang dijual? Dan ya ga mungkin juga si empunya kucing bersihkan 60ekor kucing tiap harinya. Yah karena kembali lagi, ini perumahan yang mengharuskan antar tetangga hidup damai berdampingan. Jadilah tetangga ibu N (anggap aja ibu T) komplain ke ibu N, udah 2x dan itu tidak digubris. Padahal kucingnya banyak juga yang g dikandang naek naek ke atap ibu T. Kemudian, ada lagi tetangga seberang rumahnya ibu N, pasangan muda, kebetulan suaminya seorang polisi, dan sedang punya bayi 2 bulan.karena merasa terganggu karena bayinya tidak bisa djemur pas pagi hari karena bau kucing yang menyengat, sang bapak polisi muda pun datang buat komplain. Dan mengatakan “nuwun sewu bu, ngapunten, saestu ngapunten, niku bu, kulo kagungan bayi alit, mboten saget njemur bayi kulo, amargi bau kucing2nipun njenengan niku pun nyengat. Mbok nggeh, kucingipun dipindahken rumiyin” Padahal si bapak muda tersebut menurutku suda ngomong dg sopan tanpa atribut kepolisian apapun. Eh ibu N, merasa tersinggung dan marahmarah “lha yo opo carane mindahno? Ditembak i a?” Ya itu terserah ibu N sih mau mindahkan dg cara apa, si polisi muda tadi tidak mengatakan akan menembaki kucingnya, pokok d pindahkan. Tidak di lingkungan perumahan. Eh setelah pertemuan tersebut, si ibu N mengupdate status d fb nya dengan kata kata yang intinya dia stress kucingnya mau d tembaki warga sekitar perumahan, dengan mencantumkan nomer hp dan alamat lengkap yang akhirnya di share dan menyebar seantero indonesia dengan cerita versi ibu N dengan bumbu bumbu. Banyak warganet yang akhirnya menghujat perumahan. Warga sekitar juga geger ga terima, dia warga baru bisabisanya ngatain lingkungan situ. Bahkan berita itu sampe masuk ke account2 ig gosip dan semakin banyak berita ga bener beredar, dan omongan2 yang menyakitkan sih. Tapi sampe akhirnya ibu N stress sendiri dan masuk ugd hahahaaa… Sampe sekarang belum ada update an berita lagi sih tentang ibu N dan dramanya … Tapi alhamdulillah nya sih,60ekor kucingnya sudah dipindah tangankan. Banyak yang ngadopsi. Yah, semoga ibu N sehat selalu,dan bisa berfikir lbh panjang untuk dirinya sendiri dan maslahat luas. . . . . . Tapi akhirnya bisa ngambil kesimpulan sih kalo ada berita ga bener d account gosip liat sisi lain dari brita tersebut ga asal baca dan meng-amin-i-nya. Kalau bisa sih diluruskan dulu beritanya~












