PASCA-kericuhan dalam sebuah acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat tinggi negara sebagai narasumber, mahasiswa Universitas Gadjah Mad
PASCA-kericuhan dalam sebuah acara diskusi yang menghadirkan tiga pejabat tinggi negara sebagai narasumber, mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta  menolak anggapan bahwa mereka antidialog maupun tak bisa diskusi.
Dalam keterangannya kepada pers, pada Rabu sore di Balairung Gedung Pusat kampus setempat, salah satu perwakilan mahasiswa Sarah mengemukakan, kejadian tersebut merupakan bentuk kemarahan para mahasiswa dan ekspresi ketidakpercayaan mahasiswa kepada pemerintah yang berulang kali menindas rakyat.
Sarah lebih lanjut mengemukakan, beberapa waktu sebelum pelaksanaan diskusi yang menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Nusro Wahid dan Sudaryono di Joglo GIK UGM, bermunculan unggahan yang berisi para pejabat negara dan media-media pendukungnya akan datang ke UGM.
“Kami yang sudah muak lantas berkumpul dan menolak tinggal diam,” kata Sarah.















