#11 Bergelut
Entah ini kebiasaan baik atau buruk, dalam rentetan doa yang dipanjatkan, doa memohon ampunan atas dosa orang lain lebih sering terucap dibandingkan memohon untuk diri sendiri. Juga doa agar Allah senantiasa menjaga keluarga dan sahabat lebih sering dibandingkan permintaan agar menjaga diri sendiri. Padahal, tidak ada yang bisa memastikan kesalahan diri lebih sedikit dari orang lain, sama banyak, atau bahkan lebih banyak.
Tiba-tiba bertanya sendiri,
“Apakah baik lebih mengkhawatirkan oang lain dibandingkan diri sendiri?”
Saat Allah mengabulkan doa ampunan atas orang-orang di sekitarku, tapi bisa saja tidak denganku, karena diri ini tidak memohonnya. Aku sibuk dengan orang lain.Â
Bukankah semua permintaan akan dikabulkan-Nya dan memohon ampunan juga pertolongan itu ada dalam firmanNya?
Aku bergelut dengan diriku sendiri, logika dan perasaan saling beradu.
Akhirnya usai.
Pergelutan di otak dan hatiku selesai.
Kuambil kesimpulan, mengkhawatirkan orang lain itu boleh, tapi mendoakan orang lain dan diri sendiri itu harus berjalan beriringan, bersamaan.













