Pertanyaan untuk kalian yang pernah galau!
Ada satu lagu nih yang mau aku bahas, untuk zaman-zamannya para gen x, milenial dan gen z awal.
Pernah nggak sih denger lagu "Menangis Semalam" punyanya Audy Item, dulu karena aku masih kecil. Aku merasa lagu ini tuh enak-enak aja dan ya liriknya slow dan suka aku nyanyiin juga kalau di karaoke. Tapi setelah aku renungin lagi sekarang, aku pahami baik-baik liriknya, terus aku jadi mikir: "Wait, maunya gimana sih sebenernya?"
Terutama di lirik yang ini nih!
"Kau sempat ucapkan pisah, saat kuberanjak pergi. Tapi perasaanku tak berpaling darimu. Kau ucapkan jangan pergi, saat kudatang kembali. Tapi luka ini, telah membeku tak mencair."
"Kau telah hadirkan dia untuk menggantikan aku. Tanpa kau sadari, aku tak kan pernah terganti. Kau ingin tinggalkan dia dan menyandingku kembali. Ini tak kan adil untukku ataupun dirinya."
Tokoh dalam lagu ini nangis karena ditinggalkan (posisi: korban). Tapi pas mantannya balik dan ninggalin orang baru demi dia, dia nolak (posisi: kuasa).
Rasanya kayak orang yang teriak "Aku sakit hati!" tapi pas ditawarin obat, malah dibuang sambil bilang "Ah, lukaku udah kering kok."
Kenapa sih susah banget buat tegas?
🔹 Kalau masih sayang → Perjuangankan, maafkan, coba lagi.
🔹 Kalau udah nggak bisa → Ikhlasin, move on, jangan nangis-nangis lagi.
Nggak usah ambil jalan tengah dengan jadi korban abadi yang sebenarnya cuma pengen dikejar-kejar lagi. Itu melelahkan, nggak adil buat pasangan, dan yang paling parah: nggak jujur sama diri sendiri.
Pola pikirnya jadi kaya pick me banget nggak sih? "Aku ingin dunia melihat betapa menderita-nya aku, tapi aku tidak ingin solusi yang sebenarnya ditawarkan karena itu akan mengakhiri penderitaan (dan perhatian) yang aku dapatkan."














