Aku tidak tahu, pantaskah aku menyebutmu sebagai lelakiku? Karena aku masih belum memilikimu sepenuhnya, meski kita sudah sama-sama tahu tentang perasaan kita masing-masing. Aku baru sampai pada batas jatuh cinta padamu dan antara aku dan kamu masih belum pernah ada ikrar cinta yang jelas. Masih panjang rasanya bagiku untuk memiliki hak menyebutmu sebagai lelakiku. Namun aku sudah sangat ingin menyebutmu sebagai lelakiku. Aku tau kamu orang yang pintar, aku tau kamu berbeda, aku tau banyak kelebihan-kelebihan yang kamu miliki. Tapi sungguh itu bukanlah alasan mengapa aku mencintaimu, semua kelebihanmu aku anggap sebagai bonus karena jatuh cinta padamu. Lelakiku sungguh aku mencintai bagaimana kamu tidk ingin aku tau bahwa kamu juga mencintaiku, aku mencintai caramu yang tidak ingin aku tau bahwa sebenarnya kamu peduli padaku. Aku mencintai caramu menyembunyikan perasaanmu padaku. Lelakiku, sungguh aku mencintaimu hingga bagian masa lalumu, aku tidak masalah dengan semua masa lalumu dan aku cinta semuanya yang kamu lakukan. Lelakiku, bagian manakah tentang dirimu yang belum aku cintai? #Anthie (at Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia)