Hari ini aku mengerti sesuatu. Siksaan terberat dari Anxious Attachment bukanlah penolakan. Siksaan terberat adalah ambiguitas. Sistem saraf yang "hiper-waspada" bisa menangani "Ya" atau "Tidak." Ia bisa berduka atas "Tidak" dan merayakannya "Ya." Tapi ia tidak bisa menangani "Mungkin." Ia tidak bisa hidup di "wilayah abu-abu." Ketidakpastian adalah bahan bakar obsesi. Itu adalah siksaan. Sampai pada titik di mana kamu mulai berdoa memohon ending yang menyakitkan—apa pun itu—hanya agar "wilayah abu-abu" ini berakhir. Kamu mulai sadar bahwa kamu tidak menginginkan mereka. Kamu hanya menginginkan sebuah akhir.














