desember dua puluh
terkadang, ia ingin tak tahu apa-apa
ingin nol yang bukan kosong
ingin awal yang bukan untuk akhir
ia lelah belajar dari kesusahan;
lebam luka,
pedih menerima,
tak pernah ada yang sembuh sempurna
ia ingin ulang
ia benci yang hilang
apa benar yang orang-orang bilang;
“..akhir selalu bahagia,
dan kesusahan hanya sementara..”
bagaimana jika ternyata
sebaliknya?
Jakarta, 20122017 20:56















