Jurnal Apa Kabar Afi Hari Ini? #1
Kemarin habis minum cappucino cincau. Iya sengaja biar begadang. Rencananya beres-beres, tapi yang terjadi googling tentang lahiran operasi di Pontianak, berakhir dengan scroll instagram sampai nangis-nangis.
Harus banget nih disuruh milih lahiran di Solo atau Pontianak? Yang jelas-jelas lebih bagus di Solo, lebih terjamin, dan lebih-lebih yang lain kecuali satu, ga ada suami standby.
Atau pilih lahiran di Pontianak, yang bukan sama dokter Nisa, pilih RS BPJS dan belum tau dokternya siapa, belum nemu orang share pengalaman lahiran di Pontianak (via google), mau tanya mba-mba di Ponti, ragu luar biasa.
Semakin terasa hamil saat ini itu sebuah kesalahan yang harus aku tanggung....sendiri?
Aku benci hamil yaAllah. Aku itu trauma hamil, kok ya malah Panjenengan kasih lagi. Aku itu pasangan halal lhoh, bukan yang zina, kenapa Panjenengan ga ngasih ujian ke yang zina aja, kenapa Panjenengan ngga kasih ke yang doa sungguh-sungguh minta anak bertahun-tahun? Kenapa Panjenengan kasih aku yang ga minta, bahkan ga doa sama sekali untuk anak ini?
Aku tidak tau takdir ini indah apa ngga, tapi yang pasti aku menderita. Hamilnya lebih nangis-nangis dan kalau bisa minta dihilangkan saja.
Tapi kok ya kalau dihilangkan se-aku-nya ya belum mau, lha wong banyak dosa begini.
Gimana kalau diambil saja yaAllah? Kalau memang mau diambil, saya terima ldman sampai selesai lahiran. Kalau ada jaminan saya ga perlu merawat bayi ini, gapapa. Saya masih sanggup jauh-jauhan sama suami saya.
Kalau gambling terus berharap saya ikhtiar sebaik-baiknya terus merelakan ketenangan hati saya dengan jauh dari suami, ditambah harus merawat dan bertanggung jawab dengan anak ini, saya tidak sanggup yaAllah.
Ya Allah, capek lho nangis kaya gini terus.