Pundak yang Tak Nampak
Ada beban yang tak terlihat,
terselip di antara dua senyum yang terpaksakan,
tertahan di dalam dada yang berusaha lapang,
menjadi rahasia antara hati dan kesunyian.
Tak semua luka bisa di ceritakan,
tak semua air mata berhak jatuh di hadapan orang lain.
jadi aku menggenggamnya erat,
membiarkannya luruh hanya dalam diam.
Di luar, aku harus kokoh,
harus jadi tempat bersandar.
meski diri sendiri rapuh,
meski langkah ini gemetar.
Tapi di malam yang sunyi,
saat dunia tak perlu melihat,
aku izinkan diriku menangis,
menjadi lemah, walau hanya sejenak.
-Trauma_hlm1











