PLANET PING >> RAPIJALI Sejak membaca Perahu Kertas, aku sangat yakin bahwa karya mbak Dee tidak pernah mengecewakan. Kubuktikan sampai aku membaca serial Rapijali 1 dan 2, sebuah maha karya yang sempat ‘tidur’ selama 27 tahun sebelum akhirnya diterbitkan. Ajaib sekali! Tokoh-tokoh fiksi dan dunianya itu nampak hidup dan nyata. Mbak Dee begitu menjiwai dan jeli merangkai kata dan kalimat, hingga dunia Planet Ping terasa begitu nyata. Novel ini menurutku sangat unik dan menakjubkan. Berbagai macam konflik diramu dan disatukan dalam sebuah cerita. Politik, musik, persahabatan, keluarga, semua bercampur menjadi satu. Alhasil, emosiku juga bercampur aduk menjadi satu saat membacanya. Bergantian selalu dalam setiap bagian-bagian cerita. Kadang marah, kadang sedih, tertawa, tersenyum geli, gemas, kurasa hampir semua emosiku keluar saat membaca buku ini. Rapijali mungkin jadi yang pertama yang kembali ‘menghidupkanku’ untuk terus membaca sampai jam 2 pagi. Setiap bab dituliskan sedemikian rupa hingga pada akhir bab memaksa kita untuk terus lanjut-lanjut-dan lanjut membaca demi mengurai rasa penasaran yang menggantung. Aku suka sekali cara Mbak Dee menggambarkan bagaimana Ping begitu menjiwai dan menghayati bunyi deburan ombak di pantai, bagaimana Ardi merasa tertekan dengan apa yang ia pendam selama ini, bagaimana hubungan antara Rakai dan Jemi, bagaimana kelucuan Buto dan Lodeh yang menambah bumbu cerita menjadi begitu ceria. Semua dirangkai begitu apik sehingga sangat wajar jika ada pembaca yang merelakan satu harinya dihabiskan untuk 'memakan' kisah ini. Saat membaca Rapijali 2, ku sengaja memperlambat karena tidak yakin bisa menahan diri untuk sabar menanti Rapijali 3 di awal bulan depan. Niatnya mau menyelesaikan saat mendekati terbitnya Rapijali 3, tapi akhirnya aku membaca tuntas meskipun dibayangi rasa penasaran dengan kelanjutan kisah musik Rapijali, dan terutama, Ping dengan Oding dan Rakai. Gemasss sekali dengan kisah cinta mereka ini. Tapi, dengan siapapun nanti Ping melanjutkan hidup, kupegang prinsip Lodeh saja, “Stay gurih like lodeh kluwih”😂 #bookstagram #bookishindonesia #rapijali #addection #deelestari #reviewbuku #booklover (at Batu Karas Pangandaran) https://www.instagram.com/p/CV7DjzHPHXd/?utm_medium=tumblr








