Apa yang membersamai bangunmu?
Pukul 4 pagi, alarm berbunyi. Sambil mata tetap terkatup, tangan lalu meraba-raba sekitar, berusaha mencari letak sumber kebisingan. "Ah dapat!", seketika usapan jari menyudahi kebisingan pagi.
Kau bebas memilih saat itu. Kembali menyambung mimpi, atau lanjut menyadarkan diri. Dan saat kau memilih tak menyambung mimpi, tentu ada yang kau lakukan. Atau setidaknya kau pikirkan.
Maka coba tanyai diri, saat itu apa yang membersamai bangun dan sadarmu? PR sekolahkah? Tugas kuliahkah? Deadline pekerjaankah? Atau malah notifikasi media sosialmu?
Karena apa yang ada di benakmu pagi itu, akan menentukan bagaimana kiranya Allah merekayasa harimu.
Jika doa dan dzikir yang menemanimu, berbahagialah, sebab engkau bangun dalam keadaan fitrah sebagai seorang hamba yang memang tidak diciptakan kecuali untuk menghamba. Dan boleh jadi hari itu Allah akan memuliakanmu.
Tapi jika tak selintaspun dzikir hadir di benakmu, bersiaplah menemui 4 hal yang Ia janjikan dalam harimu: kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yang tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan keinginan yang tidak tercapai.
Jadi, apakah yang membersamai bangunmu?














