Sendiri
Aku makin menyadari bila aku kesepian; sewaktu iblis dalam kepalaku mulai menyodorkan skenario-skenario yang membuatku hilang kewarasan, membuatku dibekap kesedihan.
Dan yang aku butuhkan sebenarnya hanya seseorang yang akan mengalihkan penderitaanku dengan sebuah percakapan. Melalui topik-topik mengada-ada yang sengaja ia cari supaya aku tidak makin dipeluk erat oleh iblis yang menjadi-jadi.
Tetapi, yang kudapatkan adalah ketiadaan.
Tidak ada seorang pun yang menjadi panggilan daruratku, tidak ada seorang pun yang sanggup menghadapi semua lemahku.
Semua akan mundur karena tak nyaman dengan kecanggungan yang aku ciptakan, semua mencari jarak aman.
Lantas bagaimana aku bisa memercayai bahwa nanti ada seseorang yang akan selalu menemani dalam susah dan senang, bila waktu-waktu tergelapku selalu aku lewati sendirian?
—9996












