MENGAKUI ADANYA LUKA Tidak mudah. Ya, tidak mudah sampai akhirnya bisa menerima dan mengakui bahwa diri ini sebenarnya tengah terluka. Saat peristiwa yang mengandung luka itu terjadi, diri lebih memilih untuk mengalihkan pikiran dan perasaan darinya. Biar lebih tenang, begitu pikirnya. Hingga akhirnya membawa diri pada dunia luar dengan memakai topeng agar tidak ada yang tahu (bahwa diri sedang terluka). Rumit sebenarnya. Juga, kasihan. Justru pilihan untuk mengalihkan perasaan yang seharusnya dikeluarkan itu adalah tindakan yang kurang tepat. Karena hal itu akan menyebabkan luka jadi terpendam, semakin dalam terbenam sampai di alam bawah sadar diri. Dan bahkan ada yang sampai terkunci rapat sekalipun. Lalu, apakah sudah selesai begitu saja? TIDAK. Satu, dua, tiga tahun mungkin akan terlihat baik-baik saja. Baik-baik saja, kata logika. "Itu sudah lama, aku sudah lupa semuanya. Sekarang semua sudah baik-baik saja," katanya. Bagaimana dengan hati? Yang pernah berjuang dengan perih dan jeritan yang selalu meminta untuk dikeluarkan (kala itu)? SESAK. Hati menanggung beban itu sendirian, karena diri lebih percaya pada logika yang mengatakan bahwa SEMUA SUDAH BAIK-BAIK SAJA. Sampai akhirnya hati yang mengambil langkah sendiri untuk menenggelamkan semua luka dalam-dalam. Menguncinya rapat-rapat. Saking tidak pedulinya, diri lupa satu hal. Ternyata, memori luka yang pernah dirasakan itu bisa kembali memutar bak video yang sedang menayangkan suatu kejadian atau peristiwa (masa lalu). Hal ini bisa terjadi karena adanya respons dari sebuah stimulus yang diberikan. Karena yang terpendam adalah luka, maka yang muncul adalah respons error yang diakibatkan oleh luka. Luka yang terpendam itu merupakan tumpukan emosi negatif yang dulunya diri lebih memilih untuk mengalihkan yang seharusnya perlu dikeluarkan. Jangan memendam lagi, yah. Akui, akuilah. Berat, tapi memang sudah demikian takdir-Nya yang digariskan oleh diri. Bukan tidak mungkin, pasti ada hikmah yang bisa dipetik dari semuanya. Maknai pesan baik-Nya. Terima dan akui. Saatnya beranjak, berdamai, dan berbahagia. #30hbc2021 #30haribercerita #30hbc2115 #nulisyuk https://www.instagram.com/p/CKGMMDOpAzN/?igshid=1m2zsb009b4z9