[Berbagi] Ada banyak cara untuk berbagi. Sesederhana berbagi kurma untuk berbuka, atau semewah berbagi buka untuk ratusan kaum dhuafa. Namun berbagi yang ku temui kali ini adalah berbagi yang lumayan berbeda. Sore itu aku bertemu dengan gadis remaja, mungkin seusia SMP, di depan ATM center. Keberadaannya cukup menarik perhatianku. Di depan ATM center, dijajarkan donat-donat yang hendak dia jual. Warna warni cantik dan terlihat enak, namun kurang begitu menarik bagiku yang tidak begitu suka manis. Ditawarkan dagangannya kepada setiap orang yang lewat, "kue..", ucapnya. Termasuk ke aku. Namun aku hanya tersenyum dan belum tergerak untuk membelinya. Kemudian ada seorang Ibu mendatanginya, sepertinya tertarik untuk membeli donatnya. Dari penampilannya yang rapih dan wangi, sepertinya sang Ibu adalah seorang karyawan. Apalagi dia memang keluar dari mobil mewah. Ditanyalah harga sebungkus donat itu yang ternyata seharga Rp 15.000 untuk 4 donat. Dipilihlah sekitar 6 bungkus dan sang Ibu membayar tanpa meminta kembalian. Wah, menarik. Ku lihat kemudian sang ibu membagikan 4 bungkus donat itu kepada beberapa satpam yang sedang berjaga dan kepada sopirnya. Dari kejadian itu aku belajar. Terkadang kita tidak ingin membeli sesuatu karena merasa tidak membutuhkannya/ menginginkannya. Padahal bisa jadi dengan kita membeli, kita sudah turut membantu sang penjual (apalagi kaki lima). Jika kita tidak membutuhkannya pun sebenarnya kita masih bisa membagikannya ke orang yang membutuhkan. Hal kecil seperti ini kadang luput dari pandangan. Padahal bisa jadi nilai ibadahnya sangat besar karena telah berbagi. Sang Ibu berhasil menciptakan senyum bahagia adik penjual donat, satpam, sopirnya, juga aku yang melihatnya. @ydsf_malang #30DaysRamadhanWriting #30drw1440 #30drw05 #ydsfmalang #ramadhanmenginspirasi https://www.instagram.com/p/BxTnlr6HIIr/?igshid=n8cd7zmy14it












