Klise, Tapi... Terima Kasih
Ketulusan kalian membuat air terjun keberkahan sepanjang masa, terima kasih, Ibu Bapak…
@danamulyasalam
Menjunjung tinggi integritas ditengah carut marut isu negatif dan menaungi ragam usia belia serta bermacam-macam karakter yang berbeda, sangat sulit bagiku, tapi kau tetap berusaha menampikan segala beban dengan menampilkan senyum ikhlas—seolah—tanpa beban, demi mencetak generasi penerus bangsa lewat ilmu yang kauberikan; terima kasih pahlawan tanpa tanda—yang seharusnya ber—jasa.
Bapak Ibu, terimakasih sudah mau mendidik dan sabar semoga engkau panjang umur agar bisa melihat murid nakalmu ini sukses. Karenamu, aku bisa mengerti dan bisa hanyut di duniaku sekarang, kalau dulu aku tidak mengenalmu mungkin saat ini aku tidak berada disini, terima kasih, Bapak dan Ibu, yang telah susah payah mengajarkanku dan akhirnya aku tahu kalau semua hal dikehidupan bisa di buat “rumus” matematikanya. Aksaraku tak ‘kan pernah cukup membalas jasamu, perkenankan doaku menyertaimu selalu, guruku.Aku ingin seperti kalian, yang mengajarkan pada kami para bocah ingusan segala macam nilai kehidupan dengan penuh senyuman.
@hismarliansyah, @fajrinaananda, @dyananggra, @asqinajah
Apa yang engkau beri, segala ilmu yang telah engkau bagi adalah bekal kami untuk berkarya bagi ibu pertiwi.Tanpamu, bangsa ini gelap gulita, buta ilmu, kemudian layu, mati di antara napas-napas kebodohan.Guru, kau bagaikan pintu gerbang, bila kau menjalankan tugasmu dengan sungguh, kau seperti pintu surga bagi kami, bila tidak, celakalah kami masuk pintu yang salah, namun sungguh kuucapkan terimakasih padamu.Dalam doa panjang di bawah langit-Nya, ada yang tak dapat aku lupa dari hentakan kapurmu, ada yang selalu mengetuk benak dengan penggaris panjangmu, dan ada yang selalu membuatku berterima kasih, Kasih.Tanpa perjuangamu untuk mendidikku mungkin segalanya berbeda.
@luthfiafriani, @tiflunium, @ksatriaputih, nica, @perempuanrantau.
Hari ini, aku bertamu ke kampus jingga, aku melihat banyak pahlawan yang telah berjasa dibalik aku yang sekarang ini, terima kasih, terima kasih, terima kasih atas guru-guruku tersayang.Ilmu pengetahuan adalah harta kita, kekayaan yang abadi, maka kejarlah sampai keujung dunia, selalu kuingat nasihatmu, guru pahlawan tanpa tanda jasaku, terimakasih.Pada siapapun yang telah mengajarkanku, yang tanpa gelar guru sekalipun, kuucapkan terima kasih tak berbatas.Karena mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, kalian hebat Guruku, terima kasihku selalu.
@reshaaceritaa, @yoga-dorayaki, @tandatanya, @bekuankenangan.
Seperti cerminan masa depan, seorang guru adalah sebuah profesi mulia yang melahirkan segala profesi lainnya.
@dialogdiberanda
Terima kasih, telah mengajarkanku membaca, menghafal, dan memahami kalam-Nya.
@mehmetfath
Terima kasihku persembahkan padamu, sosok hebat tanpa tanda jasa, penyandang profesi mulia, wahai guruku tercinta.
@oktaviavhe
Terima kasih telah menjadi penerang dalam gulita, jasamu tiada tara.
@obatpenenang
Terimakasih sudah mencintai dan mendidik anak negeri dalam profesi muliamu, tak hingga kata yang dapat setara dengan jasamu.
@syifareillita
Terimakasih untuk semuanya, kalian adalah orang tua kedua bagiku, dan pahlawan tanpa tanda jasa.
@salfarisibasyir
Terimakasih telah menjadi lentera kehidupan, telah menjadi tongkat meniti jalan kehidupan, telah menjadi orangtua kedua setelah ibu dan ayah, terimakasihku selalu tercurah untukmu.
@sitimasruroh
Terimakasih karena telah sabar dan tulus mendidikku dengan segala kekurangan yang ada padaku, engkau memang pahlawan terbaik, wahai guruku.
@tulisanratu
Terimakasih atas kesabaranmu mendidikku, hingga kumengerti bahwa esok aku harus menjadi manusia yang berguna.
@tadaruscinta
Terima kasih, Bapak dan Ibu guru, semua jasa dan kebaikanmu tidak akan kami lupakan.
@menatapmu
Terima kasih karena jasamu, aku bisa mengenal dunia, mengerti apa itu kehidupan.
@fnibrass
Terima kasih telah menjadi sumber inspirasi, tunggu aku di kantor sekolah, karena ini waktunya kita membenahi generasi masa depan bangsa ini bersama-sama.
@slavisca
Terima kasih, Bapak dan Ibu guru/dosen, saya tahu keringatmu dibayar tidak sebanding dengan apa yang telah kalian berikan untuk bangsa ini, tetapi berkat kesabaran, ketulusan dan keikhlasan kalian yang telah membantu anak-anak Indonesia untuk belajar dan menemukan bakat kami, bahkan mungkin mengajarkan kami untuk bertahan hidup.
@coretanpensilmaya
Terima kasih wahai pengabdi pendidikan bangsa, karena tanpa ilmu yang kauajari, aku tidak akan menjadi seperti sekarang.
@sukadiam
Terimakasih, Guruku, karena telah mencerdaskan bangsaku, tidak pernah memilah antara ada dan tiada, semoga segala keikhlasan yang guruku berikan berbalas dalam anugerah Allah senantiasa. Selamat Hardiknas.
@arsanitaa
Terima kasih teramat banyak untuk seluruh ilmu, kesabaran, serta ketulusan, pahlawan tanpa tanda jasa yang benar-benar berjasa.
@pc-delsykasih
Terimakasih kepada semua guru yang pernah mendidik dan mangajariku berbagai hal, bukan hanya sekadar ilmu semata tapi juga akhlak yang senantiasa kaubina.
@sketsarindu
Ratusan kata terimakasih tak akan sebanding dengan ribuan ilmu yang kau beri, semoga limpahan ridho-Nya selalu menyertaimu, pahlawan pendidik anak bangsa. Sebab tanpamu, bangsaku tak akan mampu bergerak maju dan menikmati indahnya ilmu.Aku bisa menulis ini, kamu bisa membaca ini, maka berterima kasih kepada guru, adalah cara kita merayakannya.Entah, kata macam apa lagi yang bisa kuungkapkan, pahlawan tanpa tanda jasa; ilmunya abadi; pencipta generasi bangsa.
@lestarifebrin, @waroengkopi, @irawanyusuf, @ariqyraihan.
Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingatinya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bertepatan dengan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Pendiri Sekolah Taman Siswa dan terkenal dengan tiga ajarannya, yaitu
“Seorang pemimpin harus memiliki tiga sifat yang terangkum pada: Ing Ngarso Sung Tulodo (menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya), Ing Madyo Mangun Karso (seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat) dan Tut Wuri Handayani (seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang).”
Selamat Hari Pendidikan Nasional, Gengs.
Mari menjadi pribadi yang terdidik sekaligus mendidik dengan ilmu yang kita punya :)