22 Mei Hari yang Damai Bagiku
Meski 22 Mei chaos, kerusuhan di Jakarta yang meremukkan hati, tapi hari itu sesuatu yang baik terjadi padaku. Akhirnya, aku berani minta maaf pada teman-teman yang dulu aku tinggalkan.
Dua tahun lalu aku sengaja mengeluarkan mereka dari hidupku. Lalu untuk pertama kalinya, kemarin, aku meminta maaf untuk apa yang sudah ku lakukan.
Tidak, pertemanan kami ku rasa tidak begitu saja kembali. Entah apa akan kembali. Tapi aku lega. Kata maaf itu sudah keluar dari pihakku. Aku ragu mereka mau berteman dengan orang yang mentalnya tidak stabil seperti aku, apalagi setelah dua tahun ini. Tapi tidak masalah. Karena bukan itu intinya aku bilang maaf.
Bukan untuk kembali berteman, bukan untuk menekan tombol reset seolah semuanya tidak pernah terjadi. Tapi, supaya aku bisa mendapatkan suatu kelegaan.


















