[Beradab terhadap Al Quran]
Al Quran adalah kitab suci umat islam. Ia dimuliakan dan barang siapa yang bersamanya ia juga akan mulia. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran maka ia merupakan bulan mulia. Begitu pula, Al Quran akan memberi kemuliaan bagi orang-orang yang mempelajarinya. Selain itu, Mekkah dan Madinah merupakan tempat diturunkannya Al Quran dan menjadi tempat mulia bahkan hingga sekarang menjadi tempat yang dicita-citakan banyak umat islam dunia untuk dikunjungi. Ya Allah mudah-mudahan suatu saat Engkau panggil kami ke Mekkah dan Madinah dari arah yang tidak disangka-sangka, aamiin. Adakah yang ingat dimana pertama kali Al Quran diturunkan? Iya, benar. Di Goa Hira yang berada di Mekkah.
Ibnu Katsir rahimahullah memaparkan bahwa,
“Diturunkan Kitab yang paling mulia (Al-Qur`an) dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan kepada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang paling mulia sepanjang tahun, yaitu bulan Ramadhan. Dengan demikian sempurnalah Kitab suci Al-Qur`an dari berbagai sisi.”
Karena ia mulia maka kita sebagai pembaca, penghafal, pembelajar Al Quran juga harus memuliakannya. Salah satu cara kita memuliakan adalah dengan beradab terhadapnya. Mungkin di depan mata kita ia hanya terlihat lembaran-lembaran saja namun di dalamnya terdapat ayat demi ayat yang tersusun dengan sempurna dan suci. Jika kita bersikap dan berperilaku baik kepada orang yang lebih tua, orang baru, pejabat, presiden dengan baik dan sopan maka demikian pula seharusnya kita bersikap terhadap Al Quran. Jika hendak bertemu guru di sekolah saja kita malu jika berpakaian tidak rapi, begitu pula Al Quran. Jika berbicara dengan guru harus sopan dan santun, demikian pula terhadap Al Quran.
Maka, adab seperti apa yang bisa kita lakukan terhadap Al Quran?
1. Jika hendak berinteraksi dengan Al Quran, maka tutup auratmu dan gunakanlah pakaian yang sopan.
Yaitu dengan memakai pakaian tertutup. Jika perempuan dianjurkan menggunakan kerudung atau penutup kepala. Laki-laki pun demikian, jika ia menggunakan celana pendek maka bisa ia tutup dengan sarung. Standar kerapian dan kesopanan masing-masing orang mungkin berbeda tapi insyaaAllah tidak jauh berbeda, bukan?
2. Membaca Al Quran dalam keadaan suci dari hadast kecil atau dalam keadaan berwudhu.
Hendaknya dalam keadaan suci atau berwudhu jika ingin membaca Al Quran.
3. Bacalah Al Quran dengan tenang dan tidak terburu-buru.
Meskipun bulan Ramadhan adalah bulan mulia karena Al Quran turun pada bulan ini dan banyak orang ingin mengkhatamkan Al Quran sekian kali tetap perlu diperhatikan cara membaca Al Quran. Bacalah dengan tenang dan pelan, perhatikan hak-hak setiap hurufnya, serta hukum tajwid tidak boleh lupa.
Sekiranya 3 poin di atas bisa kita praktekan terlebih dahulu. Mungkin terlihat mudah, tapi bagi sebagian orang akan terasa sulit meski sederhana. Mari kita upayakan beradab dalam berinteraksi terhadap Al Quran.
Ia mulia dan memberi kemuliaan, maka kita pun perlu memuliakannya.
Semoga Allah mampukan untuk mewujudkan niat baik kita. Aamiin