Ketika kamu lelah. Coba ingatlah niatmu di awal dulu memilih keputusan yang kau ambil. Bukankah semua berawal dari niat ? Ketika niat mu memang karenaNya, maka kelelahanmu pasti akan terbalaskan olehNya. Maka nikmatilah lelah jika itu karenaNya. Dan cara menikmati yang terbaik jika itu karenaNya adalah mengabaikan kelelahan itu hingga ia merasa terabaikan olehmu.
Ketika kamu lelah, coba ingatlah visi hidupmu. Sudah jelas untuk beribadah kepadaNya kan? Dan tidaklah Allah mencipta jin dan manusia kecual untuk beribadah kepadaNya. Begiutlah firman Allah yang terukir manis dalam kitabNya. Besar kecilnya visi hidupmu pada hakikatnya kan terwujudkan jika kau tak tenggelam dalam rasa lelahmu.
Ketika kamu lelah, ,cobalah ingat ayah dan ibumu. Mereka lah yang membesarkanmu tanpa lelah. Mereka pula yang dulunya mungkin sering berbohong kepadamu ketika kau tanya, “Capek nggak Pa? Capek nggak Ma?”. Dan jawabnya tidak. Bukan pada aspek kebohongannya, namun lihatlah ayah dan ibumu bagaimana tiada lelah memperjuangkanmu.
Ketika kamu lelah, coba ingat kawan-kawan di organisasimu, atau di sekitarmu. Ingatlah bahwa Allah akan kumpulkan dirimu bersama orang yang kau cintai kelak di akhirat. Bukankah indah ketika kelelahanmu kan tertebus kelak di surgaNya?.Teman-temanmu punya pundak dan punggung sebagai tempat berbagi bebanmu. .Mereka pun punya hati sebagia tempat berbagi kelelahan jiwa dan kegelisahanmu.
Ketika kamu lelah coba ingat yang sedang kau perjuangkan. Mungkin ia juga sama-sama lelah. Bukankah ia sekarang sedang sama-sama berjuang untukmu?