/ber-kun-jung : The Great Madras Hotel/
The Stonewall Inn

Discoholic 🪩

Fai_Ryy

Jar Jar Binks Fan Club
Not today Justin

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
Claire Keane
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

bliss lane

tannertan36
Show & Tell
taylor price

titsay
Sweet Seals For You, Always
Keni
Monterey Bay Aquarium

seen from Bangladesh
seen from Türkiye
seen from Colombia
seen from Malaysia
seen from Congo - Brazzaville
seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States

seen from India
seen from India
seen from Singapore

seen from Sweden
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States

seen from Oman
seen from South Africa
seen from India
@syifarifah
/ber-kun-jung : The Great Madras Hotel/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
A Night in The Great Madras
Mas Arief seumur hidupnya ngga suka traveling, lebih suka di kamar main gitar-gitarnya. Beda dengan Mas Arief, saya masih punya keinginan yang besar untuk berkunjung ke berbagai bagian belahan dunia. Setelah nikah, saya kira kesenangan yang satu ini akan terkesampingkan. Karena tentunya, kalau sudah bersuami, perempuan harus pergi atas seizin suaminya. Kalau ngga diizinin suami, maka suaminya yang harus diboyong dibujuk ikut.
Well, baby I never did stop you from going out to explore We can do it all together from the colds of the poles To the tropics of Borneo
Ba da da ba da
Let's pack our bags And lie on the easy stream Feel the water on our backs Where we can carry on dreaming Where we can finally Be where we'd like to be Darling, just you and me
Just you and me - Zee Avi
Tampaknya lirik Zee Avi yang selalu didengar sejak 2009, jadi relate sama cerita saya sekarang. Bulan Juni lalu, Mas Arief ulang tahun. Untungnya bulan itu ada uang lebih dari tunjangan hari raya, jadi saya beli tiket pulang pergi ke Singapore dan booking hotelnya untuk hadiah. Berangkatnya sengaja di bulan Juli, supaya jadi hadiah juga untuk diri sendiri. Untuk Mas Arief, ini pengalaman pertamanya pergi ke negeri orang. Jadi semuanya serba baru untuk Mas Arief.
Karena di Singapore, hampir semua hotel pricey, jadi diputuskan untuk stay di The Great Madras Hotel. Untuk ratenya, lumayan bersaing sama hotel-hotel lain. Jadi saya pilih The Great Madras Hotel untuk experience-nya. Simply, karena dari dulu saya suka nonton filmnya Wes Anderson.
Dibutakan oleh rasa suka film-film Wes Anderson, tentunya saya akan cerita The Great Madras Hotel, setiap sudutnya eye-pleased. Tapi ada sudut pandang penilaian lain. Hotel ini lokasinya di area Little India, jadi cukup mudah untuk cari makanan halal. Selain itu, deket ke Mustafa Center, yang bisa diibaratkan lima kali lipat Borma, karena memang department store yang super-besar. Pertama kali ajak Mas Arief kesini, saya kira Mas Arief ngga akan suka. Karena tempatnya kebanyakan barang dan kebanyakan orang. Surprisingly, tiga hari kita di Singapore, tiga hari pula tanpa pergi ke Mustafa Center. :)
Banyak review kurang bagus soal hotel ini soal lokasinya yang dekat dengan pub. Jangan heran kalau suara musiknya baru berhenti sekitar jam 3 subuh. Tapi syukur, saya ngga menemukan experience ngga bisa tidur karena berisik. Luas kamarnya tampaknya hanya cukup untuk kurcaci, tapi nyaman. Menu sarapan di hotel, ngga terlalu bervariatif, tapi cukup enak untuk ganjel perut. Kalau pun ingin explore, bisa cari sarapan khas timur tengah karena banyak restoran-restoran. Mau kemana-mana pun ngga usah bingung karena hotel ini dekat sama halte atau stasiun MRT.
Overall, stay di The Great Madras Hotel cukup puas untuk foto-foto, tapi kalau udah punya foto disini, sepertinya lebih baik coba hotel yang lain. Saya cerita tentang hotelnya dulu, sampai jumpa cerita saya mengunjungi tempat lain ya :)
S.
/cip-ta-ra-sa : Korean Chicken/
/cip-ta-ra-sa : Gyudon/
/cip-ta-ra-sa : Gỏi cuốn/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
/ber-kun-jung : Bogor/
Masih teringat bagaimana rasanya melangkah masuk pertama kali ke Kebun Raya Bogor. Selama beberapa saat, saya menahan nafas sambil terkagum. Dua puluh delapan tahun menghabiskan hidup, ini kali pertama saya bertualang di taman seluas delapan puluh tujuh kebanggaan sang Kota Hujan. Jumat itu beruntung punya teman yang ngga mau diam, salah satu tim fotografer, Dani Effendi nama panjangnya. Sebenarnya tujuan utama kami di kota Bogor meliput acara wedding. Namun karena ada selang sehari yang kosong, kesempatan ini tentu saja disambut baik oleh kami untuk berkunjung ke Kebun Raya Bogor.
Bayangkan, disana kami bisa melihat tanaman-tamanan yang dari seluruh penjuru Indonesia. Hal yang pertama terpikir adalah, mungkin kalau pergi dengan Mas Arief kesini, dia juga akan sama senangnya. Karena alm. Kakek Mas Arief pernah mengajar di IPB, suka sekali dengan tanaman, rasa cintanya terhadap tanaman diturunkan ke anak dan cucunya.
Selama dua jam kami berjalan, tidak seluruh area kami lewati. Karena begitu luasnya area kebun raya. Bahkan hampir tersesat, karena mencari mesjid terdekat untuk mengejar shalat jumat. Informasi lengkap tentang Kebun Raya Bogor bisa dibaca disini. Jangan lupa jika berkunjung ke Bogor, coba makanan khas Bogor yang enak-enak dan berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Sampai jumpa cerita saya mengunjungi tempat lain ya :)
S.
/Tas-te-wi-se/
Mas Arief sebelum melanjutkan kuliah Administrasi Perhotelan, dulunya lulusan Pastry & Bakery. Sedangkan saya lulusan Kitchen. Meskipun saya belum pernah kenal Mas Arief waktu masih jadi mahasiswa, tapi bisa dibilang Mas Arief kakak kelas saya. Kalau ditanya apa bedanya Pastry & Bakery dan Kitchen, yang paling general jawabannya adalah karakter.
Mas Arief orangnya sangat eksak, karena ilmunya dalam Pastry & Bakery semua harus presisi sesuai dengan recipe. Kalau saya, orangnya lebih ikuti kata hati. Kadang hal yang kecil bikin kita berantem, seperti Mas Arief maunya semuanya ditimbang, dalam kasus seasoning, kalau saya orangnya malas menimbang, senangnya disesuaikan saja sesuai kata hati dan indra perasa. Tapi justru perbedaan ini membuat kita saling melengkapi. Kalau bikin kue, Mas Arief jago mengulik resep. Hasilnya hampir tidak pernah gagal.
Tahun 2014 kita memutuskan untuk bikin Tastewise. Nama Tastewise sendiri diciptakan oleh Mas Arief. Mengadaptasi dari nama kami yang sama-sama ada kata “Arif”nya, yang berarti bijaksana. Filosofi Tastewise, kami ingin selalu bijak dalam mengecap apa yang dirasa, mencium aroma yang dihirup, dan melihat tampilan sebuah karya yang dituangkan dalam makanan. Jadinya Tastewise merupakan sebuah wadah untuk kami untuk menambah khasanah dan wawasan tentang rasa. S.
/histerosalpingo.graphy/
Sore itu, sepulang kantor saya mengarahkan motor saya ke daerah Jl. Supratman. Setelah melewati Pusdai, kecepatan motor saya kurangi karena khawatir tempat praktek dr. Pories Setyadi, SpOG terlewat. Kali pertama saya datang kesini, setelah siang sebelumnya saya sempat menelefon. Yang berbicara diseberang sana sangat ramah, menyarankan saya untuk datang saja jam 4 sore dan langsung daftar ke suster.
Pukul setengah lima lebih, saya sudah tiba disana. Hari itu beruntung, karena tidak ada antrian yang panjang. Setelah daftar, saya pesan sama suster jika ada pasien lain datang, persilahkan duluan saja, karena saya menunggu Mas Arief yang menyusul sepulang kerja. Mas Arief sampai di tempat praktek pukul setengah enam, sudah ada dua pasien yang melewatkan saya. Pegangan tangan erat, saling menyakinkan setelah itu kita berdua masuk ke ruangan periksa setelah dipanggil.
Masuk, disambut dr. Pories yang duduk di kursi belakang meja tengah. Perawakannya putih bersih memakai jas dokter, rambutnya yang sudah memutih seakan menjadi saksi panjangnya jam terbang beliau menjadi dokter. Setelah mengobrol sebentar, menceritakan bagaimana kondisi kami berdua, dr. Pories mempersilahkan saya untuk berbaring. “USGnya trans-v ya, supaya kelihatan, kalau dari atas aja suka ngga jelas.” Katanya. Kali pertama saya di USG trans-v, rasanya kurang nyaman, tapi karena dokternya tegas jadi manut aja. Dari USG terlihat rahimnya seperti ada perekatan dan miom. Dokter bilang ngga usah khawatir, kita sama-sama berusaha untuk program hamil, tapi harus sabar melalui prosesnya. Setelah diperiksa saya dikasih resep obat untuk menyeimbangkan hormon, Mas Arief diminta untuk melewati serangkaian tes darah dan tes sperma. Selain obat, saya juga diminta untuk HSG. Histerosalpingography adalah merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui kondisi rahim dan saluran telur (tuba fallopi). Pemeriksaan untuk melihat rahim dan saluran tuba dengan menggunakan bentuk khusus sinar-x yaitu fluoroskopi dan pewarna kontras. Pewarna kontras yang larut dalam air akan disuntikan sehingga membuat bentuk rahim dan saluran tuba terlihat, apakah ada kelainan ukuran atau bentuk rahim yang dapat menyebabkan infertilitas dan masalah pada kehamilan. Juga dapat menunjukkan apakah ada penyumbatan pada saluran telur.
Rangkaian HSG tidak bisa dilakukan kapan saja, ada perhitungannya dan kalau tidak salah harus dilakukan pada hari ke 8,9,10 atau 11 setelah hari pertama haid. Besoknya saya mulai cari tau, apa itu HSG, bagaimana prosesnya, apa efek sampingnya. Setelah cari tahu, baca ini itu, tanya kesana kemari, yang saya simpulkan setiap prosesnya punya efek yang berbeda di masing-masing. Ada yang sakit, ada yang sampai pendarahan, tapi bahkan ada yang tidak sakit sama sekali. Jadi, percaya dan ikhlaskan saja, karena kita pasti ditangani oleh dokter yang tepat, profesional, dan sudah banyak pengalaman. Ingat, percaya dan ikhlas.
Pagi itu, di hari ke sepuluh setelah hari pertama haid, saya pergi ditemani Wa Heny & Mas Arief ke RS St. Borromoeus dan langsung menuju bagian Radiologi. Hari itu saya dijadwalkan untuk HSG pukul sepuluh pagi. Karena sedang bulan ramadhan, terpaksa saya tidak shaum. Kata Uwa, efeknya bisa jadi mual sehabis HSG jadi baiknya sarapan dulu. Selain itu, persiapkan celana dalam untuk ganti, pembalut dan jangan lupa pakai baju yang nyaman dan agak longgar. Setelah tiba giliran saya, saya masuk sendiri ke ruangan radiologi. Keluarga bahkan suami tidak diperkenankan masuk. Pada saat itu saya di titik pasrah, apapun hasilnya nanti, pasti akan ada solusinya.
Setelah masuk ke ruang radiologi, saya disuruh ganti baju dan menunggu. Dokter radiologi pun datang, menjelaskan semua tentang HSG. Rasa khawatir saya sedikit berkurang. Proses HSG membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit. Hasil HSG bisa ditunggu selama satu jam, biayanya pada bulan Mei 2019 sekitar 1,2 juta. Detailnya proses HSG tidak perlu saya ceritakan, yang jelas pesan saya, percaya saja kita akan ditangani oleh orang yang tepat dan harus ikhlas. Tidak perlu ingat cerita pengalaman orang, karena pengalaman kita belum tentu sama. Nikmati dan ikhlaskan saja pengalaman kita sendiri ya. :)
S.
/ter-se-mai/
Setelah enam tahun berlalu dari post terakhir, hari ini saya (berusaha) memberanikan diri untuk menulis lagi. Menulis tentang perjalanan saya. Perjalanan kami, untuk menjadi orang tua. Rasanya menulis merupakan sebuah terapi yang efektif untuk saya mengungkapkan apa yang dirasa. Syifa hari ini, Syifa yang sedikit lebih berani, punya dua kucing, masih suka masak, tapi jadi lebih suka fotoin makanannya juga, sudah tiga tahun menenggelamkan diri di dunia wedding industry, dan lagi banyak-banyaknya doa dan usaha supaya disegerakan dikasih kepercayaanNya untuk jadi seorang ibu.
Catatan untuk mula sebuah perjalanan.
Saya & Mas Arief sudah menikah tiga tahun. Tahun pertama, masih saling adaptasi kenalin karakter masing-masing. Tahun kedua, dikasih ujian karena kerjaan yang beda kota terpaksa harus jauh-jauhan. Tahun ketiga, dikabulin doanya untuk satu kota lagi, pindah dari rumah Mama supaya bisa mandiri, beberes apa yang harus diberesin. Dua tahun diantaranya bikin saya babak belur.
Karena sejatinya hidup itu perjuangan, saya yakin yang sudah berhasil dilalui, bagai sebuah ujian untuk naik kelas. Merupakan keputusan dengan kesadaran penuh saya untuk terus berjuang. Sampai sekarang, saya belum pernah menyesali keputusan ini.
Setelah mencapai tahun ketiga, kami sama-sama ikhlas beriringan untuk fokus mengejar salah satu tujuan kami menikah, mempunyai keturunan. Dalam perjalanan ini saya berjanji, untuk selalu melibatkan diri saya seutuhnya. Bagaimana pun perjalanannya nanti, saya pastikan, saya akan membawa dan menjaga Syifa kemana pun prosesnya.
Doakan saya, dan kami untuk selalu diberi kemudahanNya melalui rangkaian proses ini ya. Sampai jumpa di cerita berikutnya ya :)
S.
used to have fun with this :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
orri : At some points its not my thing to reblog quotes picture.. Kinda weird and bored thing to do to just reblog anything I agree, hehe no offense people. But at this case, I couldn’t take my hands off from reblogging this sweet one. The point is I can’t influence Allah for every prayer like : make the mountain smaller or any else thing. But prayer is simply change the way of life of the person who pray and ask God. Click..
hehe agreed hehe~
dari kecil, saya selalu suka kata Ais yang artinya gendong. sekarang, saya nya'ah sama orangnya.
siang mendung. sejuk.
Concrete Wall // Zee Avi
Love Lost (acoustic) // Temper Trap

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mixtape #1 Untuk : Syifa
one night, he asked me a random question. from eight to sixteen, which one my favorite number is. then I answered eight. well, eight is one of my favorite number too.
never thought, the eight would be eight tracks on a mix tape that he made for me. which I listen currently. all the time.
thank you, sir. so much.
you know, I adore your good taste in music. and you, of course.