Menyandarkan Pengharapan
Pada masanya, kita akan tahu bahwa kita cuma bisa bersandar satu-satunya kepada Allah SWT. Apa yang kita rencanakan pasti selalu kita tetapkan target nya. Namun, kita memang cuma seorang hamba, ketika gap nya sangat besar tidak sesuai ekpektasi pasti akan ada perasaan sedih sebagai manusia biasa. Padahal, mungkin kita sudah berusaha semampunya. Kita sudah berkorban sebesarnya. Kita sudah menahan dan menjaga agar tidak tampak oleh yang lain. Apa yang kita dapat juga bagian dari kehendak Allah SWT, tidak meleset. Pun dengan do'a-do'a tajam yang selama ini selalu dilangitkan.
Pada akhirnya, kita bukan menyerah terhadap hasil yang kita ketahui. Mungkin belum waktunya atau mungkin kita perlu mengetuk pintu lainnya. Karena memang, kita tidak pernah tahu sama sekali. Hanya dengan memohon petunjuk, ketenangan, dan kelapangan dada kepada Allah SWT atas apa-apa yang kita hajatkan.
Tantangannya adalah untuk benar-benar percaya sama Allah SWT kalau insyaAllah kita dapet rezeki atas hajat kita di momen terbaik atau bersama orang yang terbaik dan tepat atas pilihanNya. Menaruh kepercayaan yang besar pada Allah SWT yang tidak pernah ingkar.
Ujiannya adalah apakah kita bisa tetap sabar, tawakkal, dan cuma bertujuan kepada Allah SWT atau kita cuma ingin karena memenuhi hawa nafsu saja.












