Teruntuk Wanita-ku
Sebenarnya, keterbukaan bisa menjadi jalan untuk menyelesaikan banyak masalah. Namun, ada hal yang mungkin perlu kau pahami: aku tumbuh dengan doktrin bahwa seorang laki-laki harus mampu mengusahakan semuanya sendiri, menyelesaikan masalahnya sendiri, dan tidak merepotkan siapa pun.
Karena itu, terkadang aku memilih diam bukan karena tidak percaya padamu, bukan karena tidak ingin bercerita, tetapi karena aku masih belajar bahwa tidak semua beban harus kupikul sendirian.
Mungkin butuh waktu bagiku untuk terbiasa membuka diri, mengutarakan apa yang kurasakan, dan mengakui bahwa sesekali aku juga membutuhkan seseorang untuk berjalan bersamaku.
Teruntuk wanitaku, jika suatu hari aku terlihat terlalu diam atau terlalu keras berusaha sendiri, jangan buru-buru menganggap aku tidak membutuhkanmu. Bisa jadi aku hanya sedang berjuang melawan kebiasaan yang sudah terlalu lama tertanam dalam diriku.
Aku sedang belajar. Belajar untuk percaya, belajar untuk terbuka, dan belajar bahwa memiliki pasangan bukan berarti kehilangan kemandirian—melainkan memiliki seseorang yang boleh ikut memikul sebagian beban perjalanan.
Jadi, beri aku sedikit waktu. Bukan untuk menjauh darimu, tetapi untuk belajar berjalan bersamamu.
















