Game of Thrones Daily

if i look back, i am lost
Lint Roller? I Barely Know Her
official daine visual archive
he wasn't even looking at me and he found me
Show & Tell

shark vs the universe
NASA

ellievsbear
hello vonnie
Mike Driver
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

JVL
Misplaced Lens Cap

pixel skylines
TVSTRANGERTHINGS

#extradirty
d e v o n

Origami Around


seen from Malaysia

seen from United States
seen from Vietnam
seen from Venezuela
seen from Colombia
seen from Malaysia

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Philippines
seen from United States

seen from Germany
seen from Russia
seen from Malaysia
seen from Indonesia

seen from Costa Rica
@suratcintanya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sefruit renungan yang ingin dituliskan hikmahnya. Namun, setelah ini. Iklan dulu :)) tulisan panjangnya kita susulkan hihi
Makna Tahun Baru Hijriah
22 tahun hidup, dan di tahun masehi ini Aku baru mendapat sedikit hidayah untuk memahami lebih jauh arti Hijriah.
Sebuah sistem penanggalan yang sejarahnya dimulai dari awal mula Rasulullah ingin hijrah dari Mekah ke Madinah. Sistem ini mulai disusun setelah Rasulullah wafat. Diinisiasi pasa masa kepemimpinan Umar bin Khattab.
*akan disambung setelah ini 😁 *melipir dulu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Memaknai Ta'awudz ✨
Emang Ta'awudz Beneran Bisa Lindungin Kita dari Setan????
Bismillah... Magic words banget kata ini kalo disebutinnya "mindfull". Sambil melisankan "Bismillah", sambil terngiang di dalam pikiran "Dengan menyebut nama Allah yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG".
Sambil membayangkan dan merasakan di dalam hati. Ada getaran yang menguatkan seolah Allah lagi di hadapan kita dan kita memohon pertolonganNya yang Maha Segala Bisa, kita menyebut bismillah dengan harapan agar Allah terlibat dalam urusan yang akan kita kerjakan.
Kita yakin ketika urusan itu mendapat kesulitan maka ada Allah yang bisa memudahkan. Kita yakin kala urusan itu mudah, berarti Allah merestuinya ✨😘
Termasuk mau memulai nulis ini, I start it with "basmallah" 😁 Semoga Allah restui jari dan kepalaku untuk berkolaborasi membuat tulisan ini bisa mengalir dan memberi manfaat (lebih banyak) "untukku" dan bila ada manfaatnya untuk orang lain yang membacanya, Aku sangat senang ❣️
Wkwk okk, too long opening 😆
Tadi sore kebetulan mau baca Al-Matsurat. Lalu Aku ingat kalau teteh mentorku pernah menyampaikan untuk mengisi sebuah form dan kutemui di sana kolom "Al matsurat Kubro".
Wait? Kubro?
Coba kutanyakan kepada beliau "Kalau yang dibaca yang sugro gimana teh?"
Beliau jawab "Berarti tidak dihitung ya".
Ok, intinya Aku jadi beralih dari buku kecil Al Matsurat Hasan Al Banna menuju aplikasi digital di handphone, karena Al Matsurat "kubro" nya ada di sana.
Nah, singkat cerita, Aku berniat menyelesaikan bacaan ini 10 menit. And waittt... Ternyata baru membaca ta'awudz nya saja,
Aku langsung terdiam!
Entah ada angin dari kutub mana. Kuulang-ulang bacaan itu, terus kuulang dan melupakan bacaan setelahnya. Aku seperti ditarik oleh magnet "ta'awudz". Arti bacaan pembuka ini sukses membuat Aku merenung sejenak.
"Aku berlindung kepada Allah, yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, dari godaan syaitan yang terkutuk".
Demikian artinya. Kuulang-ulang membaca ta'awudz ini sambil memikirkan maknanya. Sungguh indah doa ini. Kita meminta kepada Allah sebuah penjagaan dari ganasnya goda syaitan.
A'uudzu billaahis 👇
Aku berlindung kepada Allah
Samii'il a'liimi 👇
Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Minasy syaithaanir rajiim👇
Dari godaan syaitan yang terkutuk
Kucoba pusatkan pikiran dan kusatukan dengan hati. Mulai kurasakan getaran-getaran, ketika kuucap doa ini berkali-kali. Dalam hati dan pikiranku, Aku bertumpu kepada Allah untuk menjagaku, fokusku, ketenanganku, ketika membaca Al-Matsurat kubro yang lebih panjang ini.
Masya Allah, jika mengucap doa ini dengan benar ketika hendak memulai sesuatu, rasanya rayu-rayu syaitan bisa dihalau lebih mudah sedari awal.
Tadi, sempat kurasakan ketika hanya mengucapnya sekali tanpa memikirkan makna dari doa ini. Lalu, kurasakan hanya hampa yang terjadi. Kemudian, pelan-pelan kuulang-ulangi hingga lima kali. Baru kurasakan ada genangan air mata yang asalnya seperti dari hati.
Aku merasakan ada Allah bersamaku untuk bisa menjauhkan setan-setan yang hobi sekali merayu dan mengambil ketenangan dalam membaca ayat cinta-Nya.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih Allah. Untuk keinginan merenungi dan belajar menuliskan bacaan ini yang Engkau titipkan dalam hatiku. Jadi belajar menuliskan tanpa melihat huruf arabnya 😆 sebuah kebahagiaan luar biasa, ketika bisa mengingat panjang pendek tulisan arab ini.
Sebab dulu, kami pernah belajar bersama seorang kakak dan ketika sebuah kalimat Allah dibacakan, Aku selalu salah dalam menuliskan mad (panjang pendeknya) di saat yang lain banyak yang benar.
Oke, setelah ini karena mengucap syukur maka semoga, semoga seperti doa ini, Allah titipkan selalu petunjuk pada hati untuk mendekat kepadaNya.
3.Āli 'Imrān : 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Shared via MyQuran myquranina.com
Aamiin. Aamiin. Aku suka sekali doa ini. Kutitipkan dalam do'a di akhir salat juga (meski kadang serius, kadang yaudah sebutin aja) teragar Allah tetap memberiku petunjuk untuk bertahan atau kembali ke jalan yang benar jika sewaktu-waktu Aku menjauh dari penjagaanNya.
*maafkan tulisan di papan gambar yang acak acakan 😆🙏 masih kagok nulis pakai ujung jari. Harusnya punya pen android? Karena pake lidi ga bisa 😅
See Us on The Top
wkwk, Aku mau ngarang. Kenapa dikasihnya cokelat "TOP". Sebab, becoz, karena one day, mungkin, bisa jadi, semoga (aamiin), kita bisa sampai di puncak. Bener nggak? 😀
Asal, kita tidak menyerah meniupkan ruh pada mimpi-mimpi kita. Kita boleh berhenti, tapi untuk mengambil jeda, membuat spasi untuk memberi makna dan mengambil hikmah.
Asal, kita tidak berhenti percaya, bahwa pencipta jagat semesta beserta isinya selalu bersama mereka yang meyakini mimpi-mimpi baik untuk sesama.
Asal, kita terus melaju, berusaha melesat, meski kadang jatuh dan tersesat. Sebab, mimpi dan hal baik punya cara tersendiri untuk membimbing kita kepada tujuan di depan.
See us on the top! Cinta Allah bersama mereka yang percaya dan terus berupaya ❤️
48.Al-Fath : 27
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggunduli rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.
Dibagikan menggunakan MyQuran myquranina.com
Cara Terbaik Merayakan "YOLO"
Kelas Mengejar Cahaya #3
Apa tu Yolo? YOLO a.k.a You Only Live Once~ Sebuah istilah zaman now yang kita kenal dengan kata singkatan untuk sebuah pesan tersembunyi xixi. You Only Live Once - Kamu Hanya Hidup Sekali.
Kalau ditanya how to have a happiness life? Kamu akan jawab seperti apa? Dan bagaimana di benakmu bayangan tentang kebahagiaan itu sendiri?
Kurasa, bahagia itu ada dua: sementara dan selamanya.
Sementara jika orientasi atau niat dalam pikir dan hati hanya dibataskan pada pencapaian dunia semata. Dan selamanya, bila ternyata orientasinya selalu menuju Sang Pencipta.
Bagi mereka yang memahami rumus bahagia selamanya, tentu akan mudah dalam menghadapi dunia dan seisinya, bagaimana agar bisa mencapai tingkat tertinggi kebahagiaan itu. Dan bagi mereka yang paham rumusnya, mereka mengerti tentang cara-cara terbaik dalam merayakan YOLO.
Ya, mereka yang mengerti tentang cara merayakan YOLO dengan baik akan senantiasa memiliki hal-hal ini:
Jiwa yang mindfullness/ihsan (Sebuah kondisi diri di mana melakukan sesuatu seolah-olah Allah sedang melihat kita, sehingga sangat takut bila yang terlihat justru banyaknya keburukan.
Mereka paham bahwa kematian adalah momentum paling berharga, titik balik paling konsisten yang perlu dipegang sepanjang hidup. Kematian akan menjadikan seorang pribadi selalu berihtiar lebih baik setiap saat!
Mereka paham bahwa bertransaksi dengan Allah adalah hal yang sangat sangat menguntungkan! Sehingga hari-hari dalam hidup diisi dengan kebermanfaatan dan peran-peran kebaikan.
Mereka paham bahwa semangat dalam berkarya dan menjadi hebat adalah bukti terbaik untuk bisa menjalani peran yang sedang dijalani atau akan dipilih.
Mereka paham bahwa mereka sedang berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan sebuah mega proyek den sedang mencipta jejak amal jariyah.
Dan yang paling keren itu adalah: "Mereka yang punya mindset mau menunjukkan rasa cintanya ke Allah dengan banyak bedampak dan berkarya dalam hidup. Sedetikpun tidak ingin melewatkan amal kebaikan".
Tahu kisahnya Ubaid Bin Ya'isy? Selama 30 tahun hidup, beliau selalu disuapi untuk makan. Manja ya mungkin kedengarannya? Tapi tahukah? Dibalik hal itu, ternyata tangan yang harusnya bisa beliau pergunakan untuk makan, tak berhenti untuk hal demikian dan justru disibukkan untuk menulis hadis-hadisnya Rasulullah. Masya Allah.
Atau tahukah kisahnya seorang murid yang langsung merancang mega proyek luarbiasa dan mewujudkannya menjadi nyata, kala sang guru menyebutkan "Andai saja ada yang bisa mengumpulkan hadis-hadis dan menjadikannya sebuah buku, pastilah itu akan menjadi mahakarya yang berpahala jariyah". Yaps, tanpa pikir panjang, Imam Bukhori langsung merealisasikan perkataan itu.
Atau, ada cerita seorang kakek berusia 70 tahun. Beliau sangat ingin sekali bisa menjadi penghafal Qur'an. Usianya yang sudah lanjut membuat beliau justru tak gentar meski mungkin orang-orang menganggapnya sudah sangat terlambat. Tapi nyatanya... Justru Allah kemudian memanggil beliau ke pangkuanNya setelah beliau berhasil menghafalkan 30 juz. Masya Allah, tabarakallah.
Atau, tahu kisahnya Umar bin Khatab? Beliau juga selalu berjuang dan yakin untuk bisa menjadi penghafal Qur'an. Dan mimpi itu tercapai setelah selalu berusaha setelah 20 tahun lamanya.
Lalu, bagaimana kabar kita hari ini? Apakah kita tak mudah menyerah seperti mereka?
Ingat kisahnya Abu Sa'ad? Saat 10 jari tangannya diamputasi, apa yang beliau lakukan? Bukannya bersedih dan pupus harapan namun, beliau justru semakin menggebu dengan imannya untuk tetap terus menulis dengan telapak tangan dan dibantu kakinya untuk memegang kertas.
Ingat kisah Ibnu Aqil? Bagaimana beliau dengan semangatnya mampu menulis 20 buku multidisiplin dan membuat 400-700 jilid buku tentang agama.
Atau bagaimana dengan Ibnu Jauzi, yang merampungkan 500 kitab dalam hidupnya.
Bagaimana dengan Abu Abdillah, yang ketika summer merendam dirinya dalam air agar tetap terjaga dan bisa terus menulis.
Bagaimana Ibnu Ma'in, yang menulis buku begitu banyak hingga mampu memenuhi 100 RAK BUKU! dan 14 wadah besar yang berisi tulisan beliau semua! Karyanya sendiri!
Lalu, bagaimana kabar kita hari ini? Yang sedang berada di zona nyaman, sudahkah semangat kita seperti mereka-mereka?
Bagaimanakah hidup bahagia versi kita? Sudahkah menjadi bahagia karena mampu semindfullness atau se ihsan itu sama Allah dan apa-apa yang sedang dikerjakan.
Adakah kita sungguh-sungguh dalam menuju Allah? Sehingga kita dapat bertemu Allah di akhir kehidupan nanti...
"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya."
(QS. Al-Insyiqaq :6)
Semoga, selalu diberkahi. Jangan sampai Allah panggil kita dalam keadaan lalai dan tidak berbuat baik. Pastikan bahwa Allah selalu tahu kesungguhan kita. ✨✨
Hadirkan Allah dengan Mindfullness
Kelas Mengejar Cahaya #2
Coba lihat lagi ke dalam dirimu, wahai Aku... Sudah sedalam apa rasa cintamu kepada Dzat Yang tidak pernah luput dalam menjaga dan memenuhi semua kebutuhan duniamu? Kau mengaku bahwa Tuhan yang diyakini satu dan hanya kepada-Nya lah selalu meminta dan memohon pertolongan. Begitu kan? Berulangkali kau lafazkan kalimat itu dalam sehari. Apa yang kau rasakan dari semua yang kau panjatkan itu?
Adakah pernah setelah melakukan semua amalan namun jiwa terasa hampa? Pernahkah rasanya sudah melakukan semua perintah-Nya lebih dari siapapun tapi tetap merasa kosong, diam di tempat, bahkan tidak memiliki efek apapun terhadap kualitas hidup dan tak ada sukses yang dicapai? Apa gerangan yang salah? Di mana keutamaan-keutamaan yang katanya akan tercipta kala melakukan semua amalan ibadah yang diperintahkan?Kok sepertinya ndak kerasa manfaatnya ya? Apa semua ini sia-sia? Apa ada yang salah? Siapa yang salah? Allah apa diri kita?
Selama ini, sudah berbelas-belas tahun hidup dan mengaku menghamba kepada-Nya. Mari wahai diri, tanyakan kembali, renungkan lagi dan lagi. Diri ini seorang penyembah atau seorang hamba? Masih pilih-pilih dalam beribadah atau sudah ridho melakukannya? Hari ini solat, besok absen. Hari ini baik, besok maksiat. Begitukah?
Kalaulah benar mengaku sebagai hamba-Nya, maka kita harusnya tak pernah punya pilihan untuk tidak taat atas apa-apa yang menjadi ketetapan-Nya. Semua yang kita kerjakan di dunia dihitung sebagai ibadah oleh-Nya, jika ingkar mendapat dosa dan diancam neraka, jika taat memperoleh pahala dan berbalas surga. Begitu sederhana rumus hidup yang diberikan oleh Allah. Sami'na wa ato'na sebagai hamba, sebagai khalifah di muka bumi-Nya.
Pertanyaannya, sudahkah kita sami'na wa ato'na dalam menghamba kepada-Nya? Setiap hari, setiap jam, setiap menit, detik, bahkan detak napas ini, apakah sudah dipergunakan untuk benar-benar mindfullness dalam mengibadahi Allah?
Kenapa? Kenapa harus jatuh pada kata mindfullness?
Kita memahami bahwa mindfullness adalah saat jiwa kita, diri kita seutuhnya hadir ketika sedang melakukan apapun itu dalam hidup ini.
Tadi kita paham bahwa "apapun" yang kita kerjakan dalam hidup ini adalah ibadah untuk-Nya bukan? Sehingga, mindfullness sendiri adalah sebuah jalan untuk mensukseskan ibadah yang sempurna kepada-Nya.
Ya, mindfullness membuat kita secara utuh menyadari dan memaknai arti dari setiap hal yang sedang dilakukan. Kita bersyukur dan sepenuh hati dalam melakukan setiap hal itu. Misalnya,
Ya Allah, hari ini bisa makan dengan lauk ini dan nasi. Terima kasih ya Allah, semoga orang yang sedang mencari sesuap nasi di luar sana juga Engkau karuniai rezeki berupa makanan untuknya. Terima kasih ya Allah, sudah mencukupkan rezeki buat hamba, sudah memberikan hamba nikmat sehat juga sehingga bisa menikmati makanan ini dengan perasaan yang bahagia tanpa lidah yang pahit semisal saat sakit. Terima kasih ya Allah, atas makanan ini yang sudah Engkau mudahkan ada di hadapan hamba.... ~~ Kita tidak hanya sekedar makan ~~
Begitulah... Itu hanya satu aktivitas "makan". Belum aktivitas lainnya yang dilakukan sehari-hari, sesederhana mandi, nyuci, jemur baju, gosok gigi, tidur, dan sebagainya. Apalagi ibadah wajib ketika benar-benar berhadapan dengan Allah seperti solat, sudah semindfullness itukah? Sudah semenikmati itukah? Sudah ditemuikah nikmat apa yang ada di dalamnya?
Banyak... Nikmat Allah tak terkira ternyata, jika kita ingin menghitungnya, jika ingin memikirkanya kemudian menuliskannya. Kita tak akan pernah mampu menghitung, tak akan pernah selesai berpikir dan menuliskannya. Kita akan kepayahan menghitung, merenungkan, dan menuliskan nikmat Allah.
Bayangkan jika kita selalu memikirkan hal-hal seperti ini, menjadikan mindfullness sebagai bagian dari mewujudkan ibadah yang sempurna maka kita akan begitu dekat dengan Allah, selalu berdzikir (mengingat) Allah sepanjang waktu. Begitu utuh kita menjadikan Allah sebagai Tuhan yang disembah, bukan hal lain.
Karena, ketika kita tidak menjadi hambanya Allah saat ini, maka kita akan menjadi hamba yang lain: hamba dunia, harta, laki-laki/wanita, jabatan, ketenaran dan sebagainya.
Tak heran kenapa para sahabat Rasulullah dulu begitu gigih dalam segala aktivitas dunianya. Kita tahu tentang Abdurrahman bin Auf yang begitu gencar mengumpulkan harta dari bisnisnya atau Muhammad Al Fatih yang gelora semangatnya sangat membara di usia belia dalam belajar lalu menjadi penakluk yang luarbiasa, atau bagaimana bunda Khadijah begitu utuh dalam dakwah dan bisnisnya bersama Rasulullah.
Mereka semua gigih dalam meraih dunia tapi hanya sebagai tools/alat dalam menghamba kepada Allah. Mereka mindfullness dalam setiap aktivitas hidupnya sehingga Allah limpahkan karunia kesuksesan dunia. Para sahabat dulu sangat mindfullness, sangat utuh dalam beribadah sehingga Allah berikan dunia sekaligus surga kepada mereka. Di dunia mereka produktif untuk bisa meraih akhirat dengan akhir yang indah.
Ya... Mindfullness saat menjalani peran sebagai hamba bisa membuat Allah selalu begitu dekat dengan kita dan dapat menolong kita dengan mudahnya. Mindfullness mampu menjadikan kita hamba-Nya yang produktif dan mampu menorehkan banyak hal bermanfaat nan berkualitas dalam hidup.
Cobalah, cobalah produktif sebagai muslim dengan mindfullness. Hadirkan waktu, fokus, dan energi yang tepat pada setiap aktivitas yang telah disusun skala prioritasnya.
Ingatlah! Sibuk tidak sama dengan produktif! Orang yang produktif selalu punya pembagian waktu yang tepat untuk semua hal yang sudah ia pilih. Ia punya waktu yang tepat dan cepat untuk menuntaskan semua tugas dari setiap peran yang ia mainkan. Justru orang sibuk yang tidak bisa mengatur manajemen waktu dengan baik sehingga terasa beraktivitas di mana-mana namun tidak memberikan efek yang signifikan pada dirinya pun orang lain/tempat lain. Bahkan senantiasa sibuk mencari alasan dan menjadikan alasan-alasan lain sebagai excuse untuk tidak hadir dan menyelesaikan tugas lain dengan tepat waktu.
Mindfullness, bentuk investasi untuk diri agar ada banyak output dari peran yang sedang dilakoni menjadi berdampak dan berarti. Mindfullness, untuk menjadi hamba-Nya yang produktif selama di dunia, menjadi hamba yang mampu melakukan kebaikan yang paripurna dan sempurna waktu demi waktu tanpa lelah.
Seperti yang Allah sampaikan dalam surat Al Isra...
17.Al-Isrā : 7
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
Dibagikan menggunakan MyQuran myquranina.com
Kebaikan yang kita lakukan secara mindfullness pada hakikatnya akan kembali pada diri kita lagi.
Semangat untuk menjadi hamba-Nya yang mindfullness! Hadirkan Allah dengan mindfullness 😃
No Excuse!!!
Kelas Mengejar Cahaya #1
Terkadang, kita terlalu banyak memaklumi diri sehingga daya juang bisa perlahan menghilang lalu mati! Padahal, kalau kita mau, kalau kita niat, kita bisa limitless.
"Banyak jalan menuju Roma". Selalu ada pilihan, tenggelam atau terus berenang menuju tepian.
Mungkin beberapa dari kita sering menjadikan ini pemakluman. Tentang kondisi ketika kita, para kaum hawa yang diberikan periode istimewa seperti "haid" yang karena kondisi itu, kita terkadang bermalas-malasan, dengan alasan kita sedang tak dapat bagian untuk bersujud dan membaca kalam-Nya seperti biasa. Kita jadi, terkesan santai dan tak jarang mengabaikan. Biasanya selalu berusaha bangun pagi untuk melakukan pertemuan malam dengan pemilik semesta atau selalu semangat ketika ingin melakukan kebaikan...
Lalu, ketika sedang dititipkan karunia haid... Apakah karena hal itu kita jadi boleh untuk tidak bangun lebih dini? Kita jadi boleh leha-leha dan bermalas ria? Kita jadi boleh merasa santai dan sedikit ibadah kepada-Nya?
Tidak! Hanya karena Tuhan memberi kita jeda untuk tidak melakukan sujud dan menyentuh lembaran suci, tidak berarti kita menjadi budak ego sendiri. Jangan menjadikan alasan "haid" sebagai dasar untuk bernanti atau stop ria untuk terus membangun dan meneruskan kebiasaan baik.
Tidak! Jika saat sedang solat, kita bisa bangun pukul 3 pagi maka ketika sedang haid pun, kita tetap bangun di waktu itu agar kebiasaan bangun pagi tak hilang ditelan beberapa hari excuse kita 🥺
Percayalah, hal buruk itu lebih cepat membiasakannya dibandingkan hal baik. Dan itu menyebalkan. Membuat semua hal dalam hidup rasanya tertunda.
Ya, tentang "excuse". Tak jarang kita menganggap hal kecil dalam hidup dengan sepele, mungkin kita sering mengatakan pada diri "nanti aja ngerjainnya, bisa besok deh kayaknya" atau menganggap hal besar terlalu sulit sehingga excuse juga untuk melakukannya, meraihnya karena terlalu pesimis.
Keduanya benar-benar sering terjadi dalam hidup. Mindset yang tertanam masih tentang "menerima excuse all the time". Ini harus dibenahi! Bila tidak, ia akan mengakar kuat dan membentuk karakter, bukan kebiasaan lagi.
Pada akhirnya, ini tentang selesai dengan diri sendiri, dengan mindset sendiri. Bagaimana kita mengelola pengaturan diri, emosi, logika dan hati karena dengan demikian, kita bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan baik mulai saat ini, menatap masa depan penuh percaya diri dan bahkan mampu membantu orang lain agar menemukan puncak aktualisasi diri.
Dan juga, tentang istilah Just Be Yourself yang sering membuat kita excuse dan menanamkan ini ke dalam mindset agar lebih tenang. Jangan! Jangan tuntun dirimu "just be your self!".
Katakan pada diri bahwa kita mampu lebih dari itu, kita bisa menjadi diri sendiri namun dengan versi terbaik kita, bukan hanya sekedar menjadi diri sendiri dan berhenti di sana! Setiap kita selalu bisa bertumbuh sampai ruh lepas dari tubuh.
Teruslah berpacu, teruslah bergerak, dan berhentilah sejenak bila perlu mengadu, lalu lanjutkan lagi langkahmu dan lampaui batasmu... Jadilah seseorang yang berpikir lebih, bermanfaat lebih dan berbuat lebih.
Gunakanlah seluruh kesempatan yang sedang datang kepada kita lalu kita pilah yang sesuai dengan visi misi hidup kita. Bila rasanya engkau sudah memilih atau terpilih namun ragu, maka gunakanlah konsep para tauladan kita, apa yang pernah dilakukan Rasulullah saat Allah percayakan beliau sebagai Rasul untuk semesta, apa yang pernah dilakukan Abu Bakar saat semua sahabat menunjuknya menjadi khalifah.
Ya, mereka menjadi pembelajar cepat. Amanah baru yang datang pada keduanya lantas tak membuat mereka lemah apalagi menyerah. Tersebab ada yakin bahwa Allah juga terlibat dalam semua itu dan Allah bilang mereka mampu.
Jadi, Jangan! Jangan menyerah dan lemah. Mari terus menjadi pembelajar tanpa batas, karena hal itu akan membuat kita terus berkembang dan melesat.
Yuk (wahai diri), kurang-kurangi excuse!
Mari ambisius untuk keperluannya Allah. Mari menjadi berarti tanpa banyak "alasan sana sini". Do it! Beyond your limit...
Seperti yang Allah sampaikan dalam Ar-Rad ayat 111: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri"
Hingga kita, mengubah perilaku kita, kebiasaan kita, pikiran kita sendiri...
Allah menanti-nanti ihtiar kita, yang selalu berbenah, menuju kepada-Nya....
Selalulah... Jadi pembelajar cepat, no excuse, dan bersahabat.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming