Alisa U Zemlji Chuda
Claire Keane
Xuebing Du
Three Goblin Art
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

❣ Chile in a Photography ❣
KIROKAZE

PR's Tumblrdome
occasionally subtle

if i look back, i am lost


Discoholic 🪩

pixel skylines

★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
will byers stan first human second


JVL
hello vonnie
wallacepolsom
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from United States

seen from Switzerland

seen from Finland
seen from Türkiye
seen from Finland
seen from Canada

seen from United States
seen from Germany
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Slovakia
@stormymaple

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
xxiii.
you are in the storm and you are the storm you are the falling sky and you are the silence
xxiii.i
you are the lightning
the brilliance before me
and I become the thunder
that resonates deeply inside
xxiii.i.i.
you are in the fury
and you are the calm
you are in the smell of rain lingering
and you are the sun behind the clouds
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan.
Menikah bukan hanya menyoal menyatukan persepsi. Atau membangun komunikasi.
Bukan pula menyoal maklum-memaklumi. Atau menerima segalanya dengan besar hati.
Menikah adalah perihal nafkah lahir dan batin yang diberikan oleh suami kepada istri. Juga perihal pengabdian dan ketaatan dari istri untuk suami.
Menikah adalah tentang mengubah kebiasaan, mengatur waktu, merencanakan masa depan, mengolah finansial, pun mengambil peran dalam pengasuhan.
Jika segala urusan rumah diberikan sepenuhnya kepada istri, maka bukan penampakan baru lagi. Jika di kemudian hari kita mendapatkan para istri yang hidupnya penuh dengan tekanan, penuh dengan derai air mata, penuh pembangkangan dan penolakan.
Sebab mentalnya rusak, fisiknya lemah akibat dari pekerjaan rumah yang dianggap - oleh hampir keseluruhan manusia - adalah tanggung jawabnya.
Padahal rumah adalah tentang bersama. Pekerjaan yang melingkupi di dalamnya adalah tanggung jawab anggota keluarga.
Pun sama ketika seorang suami hanya memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga, sebagai sumber dana, sebagai pencari nafkah. Sehingga mindset yang tertata hanyalah menyoal uang. Untuk kemudian lahirlah sifat dan sikap yang menggurat luka di dalam diri sang istri.
Tidak ingin berperan dalam urusan rumah dan mendidik anak. Tidak ingin meringankan beban istri, tidak ingin berusaha lebih untuk menyenangkan hati istri.
Karena tidak selalu perihal uang yang membuat seorang istri bahagia.
Adakalanya pelukan hangat, bantuan mengurus rumah dan menjaga anak, waktu-waktu yang dihabiskan berdua, janji-janji yang ditunaikan, perasaan-perasaan yang dihargai; adalah bentuk bahagia yang lain.
Karena menikah adalah upaya mengubah kebiasaan. Mengubah semua hal-hal yang pernah dilakukan seorang diri, menjadi kebiasaan yang harus dilakukan berdua bersama pasangan.
Karena menikah adalah upaya memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga. Menomorsatukan mereka, menjadi peka terhadap perasaannya.
Karena menikah adalah perihal saling; saling meringankan beban pekerjaan rumah; saling menghargai dalam setiap keputusan; saling menghormati dalam berbagai keadaan.
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan. Menjadi tahu dan paham bahwa begitu banyak kebiasaan yang mesti diubah jika telah hidup berkeluarga.
Bukan malah berlaku seenaknya hanya karena dia adalah kepala rumah tangga. Dan bukan pula bertingkah semaunya hanya karena dia adalah seorang wanita yang mesti dimuliakan oleh suaminya.
Karena sungguh, menikah adalan tentang kesadaran untuk mengubah kebiasaan.
Kesadaran untuk mau memahami bahwa sebaik-baik waktu yang dihabiskan seorang laki-laki adalah bersama keluarga dan istri.
Kesadaran untuk mau mengerti bahwa sebaik-baik ketaatan yang mesti dilakukan oleh seorang perempuan adalah ketaatan kepada suami.
06.13 a.m || 13 Juni 2023

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Takdir dan Semua Kata Tunggu
Warna-warni pernikahan kini mulai berdatangan. Setelah khatam dari satu tanya menuju tanya yang lain, kini aku menemukan diriku yang dituntut untuk mengabdikan diri padamu.
Rupanya teka-teki perihal takdir kini terjawab. Aku pun tidak lagi beratapkan langit-langit kamar yang tertawa perihal kata demi kata yang kususun sedemikian rupa demi menebak-nebak takdir yang bahagia.
Karena kini isyarat tentang nama bukan lagi perihal basa-basi jagat raya. Ia semakin nyata pada sepekan terakhir membina rumah tangga.
Degup-degup ragu yang kerap kali datang mengganggu, kini membawaku pada setapak keyakinan. Bahwa memilihmu adalah isyarat takdir yang berbisik pada sujud-sujud panjang dalam rakaat salat.
Ternyata kita sudah saling menemukan sejak lama bahkan sebelum hari ini tiba.
Dalam coretan tinta yang tertulis di Lauhul Mahfudz, nama kita adalah takdir yang disandingkan. Ia mengalahkan banyak hal, termasuk usia.
Maka pada semua hal yang terlihat seperti kebetulan, sesungguhnya semua itu adalah guratan takdir yang kerap kali tersamarkan.
Bahkan sebelum hari ini tiba, sesungguhnya kita telah lama saling menemukan.
Waktu dan jeda yang panjang sebelum kita bersatu adalah ujian kesabaran.
Maka terima kasih banyak sebab kau sudah datang. Pada waktu yang tepat sesuai rencana-Nya dalam mengatur kehidupan.
Mohon untuk selalu menuntunku dalam perjalanan merayakan perasaan. Mohon untuk senantiasa menasihati atas banyaknya kekhilafan.
Aku, sungguh sangat bahagia atas kebaikan-kebaikan yang telah Allah turunkan. Maka semoga kita senantiasa saling menguatkan dalam ketaatan.
Atas semua kata tunggu yang selama ini dibisikkan oleh takdir, kini aku tidak lagi menebak-nebak di mana ia menyembunyikanmu.
03:21 p.m || 11 Juli 2022
MaasyaAllah, such as beautiful words 🤍🤍🤍
Se-apik apa pun cara seseorang dalam menyampaikan ilmu perihal rumah tangga yang baik, sejatinya hal itu tidaklah berlaku jika figur yang dijadikan contoh bukan dari keluarga dan rumah tangga Rasulullah. Sebab mercusuar Islam terbaik hingga hari kiamat adalah biduk rumah tangga Beliau.
10:42 a.m || 06 Agustus 2022
Depression: As if it truly needed an explanation.
Pen to words, Words to the pen. Should I even bother picking it up again. My hands feel weighted, the ink has run dry because when I write, I'm just finding different words and phrases to say goodbye.
“you’re so polite with your sadness. you don’t want to ruin this for anyone.”
— — Silas Melvin, from “Twenty,” Grit
Adonis, tr. by Khaled Mattawa, Selected Poems
but I just awakes before the sun because I don’t want if people notice my sllowen eyes

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Your writing will always feel awkward to you, because you wrote it.
Your plot twists will always feel predictable, because you created them.
Your stories will always feel a bit boring to you, because you read them a million times.
They won't feel like that for your reader.
I think you lost all interest in this world. You were disappointed and discouraged, and lost interest in everything. So you abandoned your physical body. You went to a world apart and you’re living a different kind of life there. In a world inside you.
Haruki Murakami, 1Q84 (via surqrised)
Ternyata, ada yang lebih utama dari menjadi bermanfaat, yakni menjadi ikhlas hanya untuk Allaah.
Apapun bentuk kebermanfaatannya, semoga itu sebagai bentuk ibadah hanya kepada Allaah, bukan haus akan tuai puji yang datang, sekaligus tidak tumbang kala dicela orang.
Hingga hari ini tiba, sejatinya aku tahu bahwa telah banyak hal yang kita usahakan. Kita menjadi sejujur manusia. Mengerahkan semua tenaga, menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Melakukan apa-apa yang dirasa pantas dan tepat untuk dilakukan.
Maka setelahnya, biarlah waktu mengambil peran, mendewasakan, menuntun pada jalan-jalan takdir yang sudah ditetapkan.
Karena untuk semua kekhawatiran yang tertangkup di dalam dada, yakinlah bahwa selepas ini akan ada hadiah paling menarik dari-Nya.
Karena untuk semua sesak yang hadir dari ribuan kesulitan dan hambatan, tidak apa-apa bukan?
Untuk tetap berjalan meski tengah menanggung beban. Untuk terus berlari dengan sekotak kepercayaan. Sebelum akhirnya berhenti pada kerelaan yang luar biasa. Lalu kembali melanjutkan dengan hati yang telah berbalut penerimaan.
12:21 a.m || 14 April 2022
Saat seseorang datang dengan tangisannya, kebingungannya, juga kecemasannya. Hal yg biasa aku lakukan adalah memeluknya, mendengarkannya dan membiarkan nya menangis.
Memang itu tidak menyelesaikan masalahnya, tapi setidaknya perasaan nya bisa jauh lebih baik.
Di peluk, didengarkan dan ditenangkan.
Aku hanya punya satu pertanyaan,
Bagaimana rasanya diperlukan seperti itu?
Akupun ingin tau bagaimana rasanya 🥺
Aku lelah memeluk, dan menenangkan diriku sendiri
Aku juga lelah terus berbicara kepadaku diri ku sendiri "bahwa semuanya akan baik2 saja"
Aku cuma ingin bertanya
Bagaimana rasanya ? :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Untuk siapapun yang sedang Allah titipkan kasih sayangNya dalam bentuk yang tak biasa, semoga Allah mampukan pula untuk merayakannya dengan kesabaran.
Karena ketahuilah tersebab kesulitan yang datangkan kemudahan.
Ketika Allah meminta, maka disaat yang sama Allah memberi. Lihatlah kala kita kesulitan ketika shalat dalam perjalanan, Allah beri kemudahan untuk menggabungkan dan meringkasnya. Lihatlah kala kita kesulitan ketika shalat dalam posisi berdiri, Allah beri kemudahan untuk melaksanakannya dalam posisi duduk. Lihatlah kala kita tak mampu untuk melaksanakan puasa, Allah berikan kemudahan untuk menggantinya nanti di lain hari.
Sungguh, Allah menghendaki kita kemudahan, bukan kesulitan.
Dan tidakkah kita bisa pahami, bahwa semua kemudahan ini diberikan agar kita bisa terus menerus beribadah? Agar kita semakin bisa mendekat kepadaNya?
Maka, tak perlu lagi berlarut risau, ujian—kesulitan—cobaan yang saat ini sedang dilalui adalah hal baik yang mungkin belum kita pahami. Namun, semailah yakin dalam hati bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi.
Hingga nanti waktu membawamu melihat, bahwa ada banyak hal yang Allah berikan di hidupmu namun luput dari penglihatanmu. Karena cukuplah Allah sebagai penolong & juga pelindung bagi orang-orang yang beriman.
@creativemuslim
TANAMKAN TAUHID SEBELUM AL-QUR’AN
Penomena yang sering terjadi saat ini adalah para orangtua yang seolah terburu-buru ingin menjadikan anaknya seorang Hafidz Qur’an, tentu keinginan ini tidak salah, bagaimana pun pasti orangtua menginginkan putra/putrinya bisa menjadi sebab para orangtua masuk Surga. Namun, perlu kita sadari dan pahami bahwa sebelum ilmu Al-qur’an, ada ilmu yang sangat amat penting ditamankan dalam diri seorang anak. Seperti anak tangga, meski kita bisa melewati dua atau tiga sekaligus tetapi akan lebih mudah dan tidak terlalu menguras tenaga apabila kita menaikinya satu persatu.
Terkadang para orangtua terlalu terburu-buru menuntut anak agar hapal Al-qur’an sebelum Iman menancap kuat di dalam hati dan jiwa mereka, oleh karenanya tak jarang kita menemui sebagian anak-anak penghafal Al-Qur’an demikian mudah mereka menghafal namun hati dan jiwa mereka kosong dan jauh dari nilai dan adab Qur’ani.
Anak itu akan seperti tunas kayu yang kering apabila tidak disiram dengan air iman dan percikan amal sholeh meskipun dia memiliki pengetahuan yang banyak.
Ibnu Majah meriwayatkan dari Jundub bin Abdillah bahwasanya dia pernah berkata
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Jika kalimat tauhid itu dan kecintaan kepada Allah sudah menancap kuat didalam hati dan jiwa seorang anak sejak kecil, maka sdikit kemungkinan orangtua mengalami kendala dalam mengajarkan anak melaksankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya ketika dewasa.
Seorang anak sangat bergantung dan sangat mudah dipengaruhi oleh orang yang berbuat baik kepadanya, oleh karena itu agar anak tidak salah dalam memahami Iman, perlahan kita masuk kedalam dunianya menjelaskan dengan menyesuaikan bahasa yang mudah dipahami olehnya, kita bisa memulai untuk mengajarkan hal-hal sederhana seperti ini:
1. Bahwa yang menciptakan dia adalah Allah 2. Bahwa yang memberi rezeki adalah Allah 3. Bahwa yang memberi makan dan minum adalah Allah 4. Bahwa yang menyembuhkan dan memberi kesehatan adalah Allah
Jadi, ajarkan dan terapkan kebiasaan sekecil apapun untuk berharap dan meminta hanya kepada Allah.
Sedikit merangkum dari perkataan Imam Al-Ghazali rahimahullah “Jiwa anak lebih mudah menerima goresan apapun, jika diajarkan kebaikan dan dibiasakan melakukanya maka dia akan tumbuh dalam kebaikan, yang mengajarkan kebaikanya pun akan mendapat pahala, begitupun sebaliknya”
anak kecil itu seperti tanah yang subur, jika ditanami benih unggul maka ia akan menghasilkan tanaman dan buah-buahan yang berkualitas tinggi. Namun jika tanahnya di biarkan dan ditelantarkan maka akan tumbuh duri dan pepohonan yang mungkin tidak bermanfaat.
Oleh karenanya para orangtua janganlah terburu-buru ingin menjadikan putra-putrinya hafal Al-Qur’an sampai melewati tangga-tangga yang seharusnya dilewati terlebi dahulu.
And Last, Kedua orangtua hendaklah menjadi teladan bagi anak-anak, seandainya ayah bunda memberikan puluhan nasehat kepada anak, nasehat itu tidak akan membekas selama keduanya tidak merealisasikannya dalam sikap dan perbuatanya sebagai orangtua.
Kuncinya : Berdo’a, Ajarkan. Biasakan, Do’akan -Sekian-
Maaf, jika masi ada kesalahan. Saran dan Koreksi yang baik tentu akan sangat membantu saya dalam memperbaiki diri.
Tulisan ini hanya sebuah reminder bagi penulis, salah satu cara agar mengulang kembali yang sudah dipelajari agar tidak lupa hehe Tapi jika bisa diambil baiknya maka silahkan di ambil. sedangkan kesalahanya mohon dimaafkan dan jangan di tiru.
Sumber : Sumber https://rumaysho.com/13351-belajar-mana-dulu-jelas-akidah-dulu.html Creative Islamic Parenting Book By Syekh Dr. Nayif Al-Qurasy