
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from Netherlands

seen from Italy
seen from China

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Day 3 What is Aafiyah? Al-'Abbās RA, the uncle of the Prophet , came to the Prophet and said, “Ya Rasūlullāh, teach me a du'ā'.” . The Prophet said: “O my uncle, say: Allāhumma inni asaluka al-'āfiyah (O Allāh, I ask you for 'āfiyah).” What is 'āfiyah? 'Āfiyah means “to save me from any afflictions. To be healthy, you are in 'āfiyah. To have enough money To live, you are in 'āfiyah. To have your children protected, you are in 'āfiyah. And if you are forgiven and not punished, you are in 'āfiyah. 'Āfiyah means “O Allāh, protect me from any pain and suffering.” This includes dunya and ākhirah. Al-'Abbās thought about this for a while, and then he came back after a few days and said (paraphrased): “Ya Rasūlullāh, this du'ā' seems a little short. I want something big.” The Prophet said, “My dear uncle, ask Allāh for 'āfiyah for wallāhi, you cannot be given anything better than 'āfiyah.” It is a simple du'ā'. Sincerely mean what you say. “O Allāh, I ask You to be saved from any distress, grief, hardship, harm. Don't test me.” All of this is included in “Allāhumma inni asaluka al-'āfiyah” (Riyadh As Saliheen) #Ramadhan2020 #RamadanDay3 #Ramadan2020 #CoutureIslamicArtQuotes https://www.instagram.com/p/B_bN6AqlFIk/?igshid=1v7cd08339hmt
Ramadan : Day 3
Memastikan arah yang kita tuju: memahami darimana semua ini datang dan kemana akan kembali.
Ketika kita hendak berpergian ke suatu tempat yang sangat kita rindukan. Tempat yang membuat kita nyaman, tempat yang selalu membuat kita rindu. Waktu yang terus kita tunggu agar bisa melepaskan diri dari jerat kesibukan demi sampai di tempat itu. Dengan begitu, tatkala kita mantap akan berpergian ke tempat itu maka kita tak akan mudah menoleh dan memutar arah pada segala pernak-pernik di pinggir jalan. Karena kita tahu, di tempat itu kita akan mendapatkan lebih dari apa yang ada di pinggir jalan, segalanya yang membuat kita bahagia.
Begitulah, saat kita tahu kemana akan kembali maka kita tak akan mudah tergoda atas keindahan semu yang sebenarnya memperlambat langkah menuju tujuan. Ketika kita tahu darimana semua ini datang maka kita akan percaya bahwa terus berjalan menuju tujuan tak akan menghalangi hak-hak yang harus kita terima.
Ketika kita tahu darimana semua ini datang dan kemana akan kembali, kita akan tegas untuk mempertahankan. Kita tak akan sudi melepas kebahagiaan sejati demi kesenangan semu.
#neematdiary #writer #ramadan #ramadanday3 #ramadan2023 https://www.instagram.com/p/CqMhh6MIpi-/?igshid=NGJjMDIxMWI=

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
TANAMKAN TAUHID SEBELUM AL-QUR’AN
Penomena yang sering terjadi saat ini adalah para orangtua yang seolah terburu-buru ingin menjadikan anaknya seorang Hafidz Qur’an, tentu keinginan ini tidak salah, bagaimana pun pasti orangtua menginginkan putra/putrinya bisa menjadi sebab para orangtua masuk Surga. Namun, perlu kita sadari dan pahami bahwa sebelum ilmu Al-qur’an, ada ilmu yang sangat amat penting ditamankan dalam diri seorang anak. Seperti anak tangga, meski kita bisa melewati dua atau tiga sekaligus tetapi akan lebih mudah dan tidak terlalu menguras tenaga apabila kita menaikinya satu persatu.
Terkadang para orangtua terlalu terburu-buru menuntut anak agar hapal Al-qur’an sebelum Iman menancap kuat di dalam hati dan jiwa mereka, oleh karenanya tak jarang kita menemui sebagian anak-anak penghafal Al-Qur’an demikian mudah mereka menghafal namun hati dan jiwa mereka kosong dan jauh dari nilai dan adab Qur’ani.
Anak itu akan seperti tunas kayu yang kering apabila tidak disiram dengan air iman dan percikan amal sholeh meskipun dia memiliki pengetahuan yang banyak.
Ibnu Majah meriwayatkan dari Jundub bin Abdillah bahwasanya dia pernah berkata
عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
Dari Jundub bin ‘Abdillah, ia berkata, kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an. Lalu setelah itu kami mempelajari Al-Qur’an hingga bertambahlah iman kami pada Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Jika kalimat tauhid itu dan kecintaan kepada Allah sudah menancap kuat didalam hati dan jiwa seorang anak sejak kecil, maka sdikit kemungkinan orangtua mengalami kendala dalam mengajarkan anak melaksankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya ketika dewasa.
Seorang anak sangat bergantung dan sangat mudah dipengaruhi oleh orang yang berbuat baik kepadanya, oleh karena itu agar anak tidak salah dalam memahami Iman, perlahan kita masuk kedalam dunianya menjelaskan dengan menyesuaikan bahasa yang mudah dipahami olehnya, kita bisa memulai untuk mengajarkan hal-hal sederhana seperti ini:
1. Bahwa yang menciptakan dia adalah Allah 2. Bahwa yang memberi rezeki adalah Allah 3. Bahwa yang memberi makan dan minum adalah Allah 4. Bahwa yang menyembuhkan dan memberi kesehatan adalah Allah
Jadi, ajarkan dan terapkan kebiasaan sekecil apapun untuk berharap dan meminta hanya kepada Allah.
Sedikit merangkum dari perkataan Imam Al-Ghazali rahimahullah “Jiwa anak lebih mudah menerima goresan apapun, jika diajarkan kebaikan dan dibiasakan melakukanya maka dia akan tumbuh dalam kebaikan, yang mengajarkan kebaikanya pun akan mendapat pahala, begitupun sebaliknya”
anak kecil itu seperti tanah yang subur, jika ditanami benih unggul maka ia akan menghasilkan tanaman dan buah-buahan yang berkualitas tinggi. Namun jika tanahnya di biarkan dan ditelantarkan maka akan tumbuh duri dan pepohonan yang mungkin tidak bermanfaat.
Oleh karenanya para orangtua janganlah terburu-buru ingin menjadikan putra-putrinya hafal Al-Qur’an sampai melewati tangga-tangga yang seharusnya dilewati terlebi dahulu.
And Last, Kedua orangtua hendaklah menjadi teladan bagi anak-anak, seandainya ayah bunda memberikan puluhan nasehat kepada anak, nasehat itu tidak akan membekas selama keduanya tidak merealisasikannya dalam sikap dan perbuatanya sebagai orangtua.
Kuncinya : Berdo’a, Ajarkan. Biasakan, Do’akan -Sekian-
Maaf, jika masi ada kesalahan. Saran dan Koreksi yang baik tentu akan sangat membantu saya dalam memperbaiki diri.
Tulisan ini hanya sebuah reminder bagi penulis, salah satu cara agar mengulang kembali yang sudah dipelajari agar tidak lupa hehe Tapi jika bisa diambil baiknya maka silahkan di ambil. sedangkan kesalahanya mohon dimaafkan dan jangan di tiru.
Sumber : Sumber https://rumaysho.com/13351-belajar-mana-dulu-jelas-akidah-dulu.html Creative Islamic Parenting Book By Syekh Dr. Nayif Al-Qurasy
Ramadan Day 3 ✨ • • • Thought for the day❣ Your qadr is a secret that only time will unravel, don’t be hasty in giving up on your prayers. Perhaps with time, Allah will bring to you what you desperately seek. • • • #ramadanday3 #ramadan2022 #ramadandiaries #enjoingood #dhikr #subhanallah #alhamdulillah #laailahaillallah #allahuakbar #laahawlawalaaquwwataillabillah #ramadanreminders (at Nagercoil) https://www.instagram.com/p/Cb8vdwAPX_c/?utm_medium=tumblr
Karena sebaik-baiknya hidayah, ialah dijemput dan dipaksakan.
Kalo sekarang kamu melihat sebuah postingan tentang sesuatu yang menarik dan hatimu tergerak untuk berubah menjadi baik, maka lantas apa yang kamu lakukan saat itu?
Ya.
Bangun dan merancang apa yang sekiranya kamu perlukan untuk dirimu menjadi lebih baik tersebut.