Sefruit Ulasan : Buku Melangkah Searah
Sedikit cerita sebelum mengawali ulasan ini... Puji syukur kepada Allah SWT, karena atas izinNya aku bisa punya buku ini... Ngga beli tapi ditraktirin waktu itu.. alhamdulillah yaaa ๐
Buku ini isinya tentang cerita seorang istri sekaligus ibu baru di rumah tangga muda. Semua pengalaman penulisnya (mbak Apik) ditulisnya dalam buku ini dan aku yakin itu sangat mewakili posisi dan kondisi para perempuan yg sedang menjalani rumah tangga muda.
Seperti : belum pandai masak, belum pandai berberes rumah, kondisi harus ikut suami yang mana pada akhirnya membuat si istri jadi jauh dari orangtua dan lingkaran pertemanannya selama ini, termasuk beradaptasi dengan keluarga suami.
Dan untuk yang belum menikah, buku ini jadi gambaran yang baik bahwa pernikahan tak melulu soal cinta dan kemesraan seperti yang kita lihat di sosial media. Yang ada di sosial media hanyalah permukaan saja, demikian kata mbak Apik.
Ada beberapa hal dari buku ini yang bagiku ngena banget dan perlu banget buat diketahui oleh kita semua!!
Pertama, di 40 hari pertama pernikahan, cobalah untuk tidak bertengkar. Semarah apapun dengan pasangan, ditahan saja dulu untuk tidak bertengkar. Karena jika 40 hari ini berhasil dilalui tanpa bertengkar, seterusnya kita akan terbiasa menahan amarah.
Kedua, bahasa cinta pasangan kita berbeda. Ini nih yg perlu sekali untuk kita pahami. Bagi si istri, diberi kejutan oleh suami adalah hal yg membahagiakan tapi justru si suami merasa biasa aja. Disisi lain, ditemani ngopi di sore hari membuat suami merasa amat senang sedangkan si istri merasa melakukan hal yg biasa saja. Ternyata antara suami dan istri mempunyai bahasa cinta yg berbeda, definisi bahagia yg berbeda. Tentunya ini harus diterima satu sama lain dan untuk mengetahui bahasa cinta pasangan pun perlu waktu .
Ketiga, komunikasi yg baik. Perempuan harus paham bahwa laki-laki itu gak bisa bertele-tele. Kalau ada masalah langsung aja ngomong! Ini emang bener banget lho karena aku sendiri udah ngerasainnya ditempat kerja wkwk. Laki-laki tu akalnya memang fokus mencari solusi, kalau perempuan kepanjangan cerita mereka bingung dimana masalah yg mau dicari solusinya. Laki-laki maksimal mendengar berapa belas kata gitu, 16 kata kalau gak salah, aku lupa, maapin ya kalo salah.. lewat dari situ, mereka udah gak bisa lagi.. beda banget sama.perempuan yakk ๐๐. Ditulis aja dulu mana yg mau diomongin, biar efektif dan efisien komunikasinya.. gitu tips mbak Apik.
Keempat, visi misi pernikahan. Di buku ini mbak Apik cerita bahwa dia lama-lama bosen juga sehari-hari temenannya sama sapu, pel, magic com, mesin cuci dsb... Setahun dua tahun menjalani rumah tangga tapi tanpa arah. Ternyata mereka sadar bahwa selama ini mereka lupa dengan visi misi pernikahan yang waktu sebelum menikah pernah dibuat. Akhirnya mbak Apik dan mas Gun mem-breakdown visi misi mereka yang diturunkan dalam aktivitas atau program di rumah tangga mudanya. Akhirnya, selain ngerjain kewajiban suami istri, mereka juga ngejalanin program2 turunan dari visi misi tersebut yang akhirnya membuat rumah tangga berarah dan bertujuan.
Kelima, kalo lagi kesel sama pasangan. Lagi ngambek2an gitu. Jangan lama-lama. Terus antara kita dan pasangan harus tahu kapan waktu terbaik untuk ngobrol. Waktu2 yang tenang. Misal sebelum tidur setelah sholat berjamaah dsb. Jangan lupa kalo lagi kesel karena suatu hal sama suami, kita harus ingat kebaikan suami. Inget 10 kebaikannya di hari itu. Kalo masih kesel tambah lagi jadi 20 dst... Jangan kasih celah setan buat masuk.
Hemmmm.. kayaknya itu sih yang menurutku bagian yang penting dan kena banget di aku...
Intinya kalau sudah menikah jangan lupa untuk terus belajar dan mengupgrade diri. Pernikahan itu ibadah terpanjang dalam hidup seorang manusia, ujiannya banyak, maka jangan menyerah dan terus gandeng tangan pasangan kita sampai ke syurga.
Semoga bermanfaat gaes ๐ jadi bekal buat kita sama-sama yaaak ๐ค๐