PILIH MANA?
Mulianya manusia karena mereka berdosa namun kemudian mereka meninggalkan dosa tersebut dan bertaubat.
Terlaknatnya iblis karena ia berdosa kemudian ia kontinu diatas dosa tersebut.
Jules of Nature
Misplaced Lens Cap
todays bird

titsay
h
we're not kids anymore.
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Lint Roller? I Barely Know Her


❣ Chile in a Photography ❣
One Nice Bug Per Day
sheepfilms

@theartofmadeline
taylor price
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Game of Thrones Daily
AnasAbdin
Not today Justin
ojovivo

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from United States
@sthardianti
PILIH MANA?
Mulianya manusia karena mereka berdosa namun kemudian mereka meninggalkan dosa tersebut dan bertaubat.
Terlaknatnya iblis karena ia berdosa kemudian ia kontinu diatas dosa tersebut.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
زوجي
Mereka berdandan ketika keluar rumah mereka terlihat kucel dan tidak rapi. Padahal yang dia hadapi adalah suaminya.
"Wahai para istri! Apakah engkau rugi bila menemui suamimu dengan wajah berseri dan senyuman? Aku pikir tidaklah berat bila engkau tidak duduk sampai suamimu masuk dan duduk. (Nasihat dinukil dari Syaikh Mustafa Al-Adawi. )
Tidaklah sukar bila engkau ucapankan , الحمد الله atas keselamatan mu, kami telah rindu menanti kedatangan mu, selamat datang.
-----
Terkadang hal-hal kecil yang terlupa sekedar mengucapkan "terimakasih" dan
جزاك الله خيرا kepada suami kita
Terkadang sangat mudah berucap hal demikian kepada orang lain, sesekali lakukan untuk-nya yang senantiasa sudah berusaha mencukupi kebutuhan dan memenuhi hak-hak kita. Begitu juga sebagai seorang istri harus paham apa saja hak-hak suaminya.
---
Hal yang akan di lalu tidaklah mudah, beban hidup memang terkadang berat, tetapi janganlah dipukul sendiri. Berbagailah dengan pasangan, baik rasa senang maupun khawatir. Bukankah suami istri semestinya saling memberi dukungan sebagai orang tua dalam mengupayakan jalan keluar ditengah kesempitan hidup yang menghimpit.
---
Kecantikan fisik seorang istri tidak ada artinya bila diiringi dengan akhlak yang buruk. Kecantikan istri baru "lengkap" bila selain cantik fisik dan penampilan cantik pula akhlaknya. Alangkah bahagianya seorang lelaki bila memiliki istri yang cantik, lemah lembut dan taat pada suaminya.
---
Saya teringat ketika seorang bertanya kepada syaikh Muhammad shalih al-utsaimin rahimahullah, bahwa berhiasnya perempuan guna mempercantik diri untuk suaminya dalam batas-batas syariat termasuk hal yang layak dia lakukan, karena akan menambahkan kecintaan suami kepadanya dan membawa keharmonisan antara keduanya.
---
Allahu'alam..
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, semoga penulis dapat mengamalkan hal demikian. Semoga Allah mudahkan...
(Menjadi alarm dikemudian hari) ان شاءالله
Teruntuk para wanita yang telah menjadi dan yang akan menjadi.
PIKIR sebelum PILIH
“Barangsiapa yang mencari akhirat, dia akan mengorbankan dunianya dan barangsiapa yang mencari dunia, dia akan mengorbankan akhiratnya, maka korbankanlah yang fana untuk yang kekal selamanya.”
Amru bin Murrah Al-Jamali rahimahullah.
Shifatush shafwah (lll/106)
Sudah cukup!
jangan menggadaikan akheratmu sebab ketidak enakanmu pada manusia. Ingat, surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu.
“Takdir”
Bahasan singkatnya mengenai takdir, dimana manusia itu hidup dalam 2 wilayah.
Pertama, wilayah yang menguasai manusia yaitu misal kita sudah berusaha untuk hati-hati, tetapi kecelakaan tetap terjadi. Ini kita harus ridha karena ini takdir yang diluar kuasa kita. Hal lainnya misal terlahir dari keluarga kaya atau miskin, berkulit hitam atau putih.
Kedua, yaitu wilayah yang dikuasai manusia. Diwilayah ini Ada sunnatullah yang sudah Allah tetapkan untuk kita bebas memilih. Misal mau sekolah dimana, mau usaha dengan cara yang halal atau yang haram, mau memilih pasangan yang baik atau buruk.
Ada juga yang menyalahkan Allah atas kesesatan dirinya dengan meyakini bahwa kesesatannya adalah benar-benar kehendak Allah. Padahal, kuasa dan kehendak-Nya selalu berdasarkan ‘input’ yang datang dari manusia itu sendiri. Kalau kita simak ayat-ayat Al-Qur’an tentang pernyataan ‘Allah menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya’, maka ini selalu merupakan ‘muara’ dari suatu kalimat panjang yang sebelum atau sesudahnya menyatakan kondisi manusia yang telah ‘menyediakan diri’ untuk disesatkan Allah.
Allah sendiri menyatakan bahwa tindakan-Nya untuk menyesatkan manusia karena memang manusia itu sendiri yang menginginkannya, merupakan implementasi dari sifat-Nya yang adil dan tidak dzalim : “Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling mendzalimi…” (HR. Muslim)
Allah Maha Adil ketika membiarkan sebagian manusia dalam kesesatannya. Misalnya karena mereka memang menyenangi kesesatan, tidak memohon hidayah, meninggalkan kebenaran setelah mengetahuinya, dan sebagainya. Sejarah banyak mencontohkan orang-orang seperti ini. Fir’aun adalah penguasa yang sudah mengetahui kebenaran dakwah Musa ‘alaihissalam Bahkan dia sempat mengucapkan keimanannya saat dirundung musibah. Namun setelah selesai, dia kembali kafir.
“Dan mereka (Fir’aun dan pengikutnya) berkata, “Hai ahli sihir (Musa as.), berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk. Maka tatkala Kami hilangkan siksaan itu dari mereka, dengan serta-merta mereka memungkiri (janjinya).” [QS. Az-Zukhruf: 49-50].
Bila kita mau merujuk firman-firman Allah dari ayat-ayat al-Qur’an maka kita akan menemukan pengertian dan pemahaman ini dengan jelas dan terang.
Mari kita perhatikan firman-firman Allah berikut ini:
“Dia memberi petunjuk kepada siapa yang bertaubat kepadaNya.” (QS 13:27)
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam (mencari ridha) Kami, maka benar-benar Kami akan menunjuki mereka ke jalan Kami.” (QS 29:69)
“Orang-orang yang menerima petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (QS 47:17)
“Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberiNya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS 2:26-27)
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu ke dalam kehidupan dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS 14:27)
Dari ayat-ayat tersebut kita dapat melihat bahwa sebab disesatkan adalah karena berpaling (dari kebenaran) dan keluar dari ajaran-ajaran Allah, sombong, sewenang-wenang dan merasa diri lebih tinggi atas manusia, melanggar janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disambung, menyambung apa yang diperintahkan oleh Allah untuk diputus, membuat kerusakan di muka bumi, kufur dan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.
Contoh lain, sudah sunatullahnya kita dilahirkan di keluarga muslim ataupun non muslim, dan ini bukan wilayah kita, Allah yang tetapkan. Tapi kita sebagai manusia diberi akal dan diberikan petunjuk setelahnya. Dimana setelah baligh ketika sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, kita dibebaskan untuk memilih keyakinan mana yang menurut akal kita adalah kebenaran, dan mengikutinya agar selamat.
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar supaya tidak alasan bagi manusia, (untuk) membantah Allah. sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.” – (QS.4:165)
Seperti yang Allah umpamakan pada kaum Tsamud, dalam firman-Nya (yang artinya):
“Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir, azab yang menghinakan, disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.” – (QS.41:17)
Ada aturan yang Allah berikan, yaitu Al-Qur'an Dan As-Sunnah. disitu sebagai Muslim harus tahu bagaimana caranya memakai akalnya untuk memenuhi kebutuhan dan menjalani hidupnya. Dan pertanggung jawaban yang Akan ditanya oleh Allah hanya pada hal-hal yang kita dibebaskan untuk memilih.
Iman atau percaya kepada takdir bukan berarti kita tidak perlu ikhtiar atau berusaha dan bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup, tapi harus berusaha menjauhi perkara yang akan menyebabkan kita ‘merugi’.
Allahu a'lam.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Masa lalu tetaplah masa lalu, kenangan tetaplah kenangan
Masa lalu tidak bisa dihapus. Setiap kenangan tidak bisa dilupakan. Sepahit dan semenyakitkan apapun hidup yang kamu lalui, terkadang kamu hanya perlu menerimanya.
Jika saat ini kamu belum bisa mengikhlaskan perasaanmu di masa lalu, tidak apa-apa. Barangkali kamu memang masih perlu waktu untuk memaafkannya.
Berdamai dengan masa lalu memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kamu sudah berusaha merawatnya dengan penuh ketulusan. Apalagi jika kamu sudah berusaha mempertahankannya dengan penuh kesungguhan.
Jika saat ini kamu masih sering mengingatnya, itu sangat wajar. Jika saat ini kamu masih sering mengenangnya, itu pun juga wajar.
Masalah perasaan memang selalu saja menyita waktu dan perhatian yang tidak sebentar.
Rasa sakit, rasa kecewa, rasa bersalah, terkadang ia hanya memintamu untuk mengakuinya.
Sampai kapanpun masa lalu tetaplah masa lalu, kenangan tetaplah kenangan; yang tidak mungkin untuk kamu lupakan begitu saja.
Dan saat ini, kamu hanya perlu berbesar hati untuk memeluknya.
Dia tidak mencintaimu; dia hanya penasaran padamu.
Dia tidak mencintaimu; dia hanya menyapa sekadar basa-basi sebagai pengusir kebosanannya itu.
Dia tidak mencintaimu; dia hanya ingin menikmati tubuhmu.
Dia tidak mencintaimu; dia hanya kasihan padamu.
Dia tidak mencintaimu; dia hanya lelah dan ingin dihibur olehmu.
Dia tidak mencintai mu ; dia hanya kesepian dan kebetulan ada kamu .
Dia tidak mencintaimu; hanya kamu terlalu mudah ditipu olehnya.
August.
Terimakasih untuk segala ucap doa yang terurai dari hati dan lisan kalian, wahai kawan.
Sungguh tidak ada bukti dari kecintaan kita sesama hamba selain mengharapkan kebaikan untuk saudaranya.
Saling mendoakan tanpa dibatasi waktu dan ruang. Jika hari kemarin, hari ini, atau mungkin esok adalah hari kita terlahir, tak perlu kau mengkhususkan waktu dan peristiwa itu dengan rangkaian ucapan selamat. Mensyukurinya tidak harus menjurumuskan diri kepada apa yang tidak disyariatkan. Ini sebuah (peringatan!) bukan perayaan, betapa banyak waktu yang terlewat dengan kesia-siaan belaka. Tangisilah, bukan dengan tawa yang larut bersama nyanyian. Isak mu yang sendu bersama doa dan istigfar lebih membawa manfaat dari pada lilin yang engkau padamkan bersama doa. Bukankan ini adalah peringatan yang cukup jelas?:
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka" (Hadits Riwayat Abu Dawud, hasan).
Ia (Wanita) lemah namun mampu melemahkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
....
Mengapa engkau sampai rela mengarungi sungai bahkan (katanya) gunung pun kan kau daki demi berlabuh ke sang pujaan hati, tanpa sadar hati seorang manusia mudah sekali berubah. Hari ini ia mungkin mencinta namun esok ia mungkin saja membenci. Tak peduli bagaimana engkau telah terombang ambing, jika yang baru lebih menarik hati, engkau pun akan berakhir sendiri.
Sementara jika engkau pusatkan hatimu untuk meraih Cinta-Nya, Dia (Allah) akan menjadikan hati manusia mencintaimu. Tak hanya dunya engkau peroleh, akhirat pun demikian.
_Musafirdunya
Jiwa yang sakit.
....Hartanya melimpah ruah, raganya sungguh sangat sehat dan kuat, sungguh ia telah berhasil menggenggam dunya. Namun ketahuilah, pada hakikatnya ia sakit, bahkan sangat parah sakitnya. Hatinya hampa, kosong, akhirat telah ia buang sangat jauh. Matanya terbelalak, namun gelap dan buta mata hatinya.
"Perpisahan"
كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع
Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan, Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya tuk berjumpa lagi.
(Imam Ibn Rajab)
Way of Life
Bismillah,
Hidayah itu datangnya dari Allah Azza wa Jalla
Sungguh perjalanan saya hingga berada dalam posisi ingin menghadirkan Nafas agama Islam dalam kehidupan sehari-hari itu tidak segampang membalikkan telapak tangan, ada banyak perdebatan batin. Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla karena bisa mengenal dan menjadikan pilihan ini sebagai jalan hidup.
Tepatnya pada pertengahan tahun 2017 lalu, saya mulai resah dan bingung dengan kehidupanku, keresahan itu tiba-tiba muncul tanpa saya minta alias datang begitu saja, tepatnya saya merasa resah dengan kehidupan setelah kematian, pertanyaan-pertanyaan di kepala mulai bermunculan satu per satu hingga memenuhi isi kepala saya, dimulai dari pertanyaan suatu saat nanti saya pasti mati, iyakan?, apa amalan kebaikan saya sudah cukup nggak yah?, apakah nanti saya bisa masuk surga kalau kehidupan saya jauh dari agama?, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan sulit yang saat itu belum bisa saya temukan jawabannya.
Singkat cerita, sampailah saya pada titik dimana ketika itu saya punya keinginan membuka konten dakwah pada aplikasi youtube, lalu saya mencari tema tentang surga dan neraka. Ya, di situ banyak muncul ustadz-ustadz yang tak satu pun saya ketahui latar belakangnya, namun ada beberapa ustadz yang membuat saya penasaran. Ya, seorang ustadz yang mempunyai jenggot panjang, muka ke arab-araban.
Pikiran di awal saya melihat konten dakwah dari Ustadz fulan itu adalah saya tidak suka (jengkel) dan rasanya ingin membantah karena dakwahnya terlalu keras dan kaku, sok kearab-araban, sering mengeluarkan kata bid'ah, dan tampilannya yang mirip teroris. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kebencianku dan ketidak-setujuanku mulai terkalahkan dengan rasa penasaran tentang dakwah ini, semakin saya menanam kebencian semakin besar pula rasa penasaranku tentang dakwah salaf, dan akhirnya saya pun mulai mencari tahu banyak hal tentang salaf di media sosial, itu semua dikarenakan disetiap dakwah dari ustadz fulan mengharuskan dalam beragama kita wajib merujuk kepada generasi salafush shalih.
Setelah beberapa waktu berlalu, perasaan dalam hati saya mulai mendorongku untuk bersegera mencari tahu lebih dalam lagi tentang dakwah ini dan tidak hanya sebatas melihat dari media sosial saja. Akhirnya saya pun memutuskan untuk memberanikan diri datang dan duduk mendengarkan secara langsung dakwah ini, semua ini dikarenakan rasa penasaran saya tidak hilang dengan hanya melihat dari media sosial saja. Alhamdulillah, saya menemukan satu majelis ilmu yang bermanhaj salaf di kota saya sendiri yakni di Kota Makassar, jadi saya tak perlu terbang jauh-jauh ke Jawa atau ke Arab Saudi.
Pada saat saya datang untuk pertama kali ke majelis ilmu ini adalah hati terasa tentram tanpa beban (hingga saat ini saya pun tak tahu kenapa hati saya bisa tentram pada waktu itu). Saat berada di parkiran masjid As-sunnah Makassar saya sudah disambut dengan salam dan senyum dari para jama'ah masjid. Ketika kaki mulai melangkah masuk ke dalam masjid, yang saya temukan banyak pemuda dan orang tua yang tampilannya semua sangat sederhana, dan lagi saya disambut dengan banyak senyuman hangat dari jama'ah yang sudah lebih dulu ada di dalam masjid dan semua anggapan dan kebencianku pun mulai terbantahkan dan berguguran satu per satu. Akhirnya setelah shalat berjamaah, majelis pun dimulai dan “bangggg” di tengah-tengah pembahasan kitabut Tauhid itu pula saya mulai dapat mengetahui tujuan hidup yang sebenarnya, untuk apa saya diciptakan, bagaimana cara menjalankan agama dengan baik, kenapa beragama harus mengikuti para generasi terbaik atau biasa disebut salafush shalih, dan banyak hal-hal lainnya yang saya temukan dan karena itu pula saya menangis seraya berkata di dalam hati “Ya Allah kenapa baru sekarang saya mengenal dakwah ini, kenapa tidak dari dulu saja ya Allah”.
Dari kehadiranku yang untuk pertama kali itu pula saya mulai paham tujuan manusia diciptakan di dunia ini dan kenapa kita wajib mengikuti Nabi Muhammad dan para sahabat dalam menjalankan agama Islam.
Akhirnya, semua kebencian dan anggapan atau stigma burukku tentang dakwah salaf itu terbantahkan, dan saya bersyukur karena Allah Azza wa Jalla telah menuntunku ke jalan ini, dan saya bahagia.
—————-
Di sini saya juga sertakan sedikit mutiara salaf
Cara Memahami Al Kitab dan As Sunnah Dengan Benar Adalah Mengikuti Jalan Para Salafush Shalih
Syaikh DR. Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql menuliskan salah satu kaidah dan pedoman yang harus dipegang oleh seorang muslim yaitu:
“Rujukan dalam memahami Al Kitab dan As Sunnah adalah nash-nash (dalil-dalil) yang menjelaskannya beserta pemahaman salafush shalih (sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) dan pemahaman para imam (ulama) yang menempuh metode (manhaj) mereka. Dan apa yang sudah jelas hukumnya dari itu semua maka tidak boleh ditentang dengan semata-mata kemungkinan (celah) makna bahasa” (Mujmal Ushul Ahlis Sunnah, hal. 7)
Allah Azza wa Jalla mengaitkan keridhaan-Nya dengan pengikutan terhadap Muhajirin dan Anshar (para sahabat Nabi).
Allah Ta'ala berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang yang terdahulu dan pertama-tama berjasa bagi Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.” (QS. At Taubah: 100)
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mengikuti para sahabat (salafush shalih) akan mendapatkan keridhaan Allah.
Maka jika kita ingin mendapatkan keridhaan Allah kita harus mengikuti para sahabat dalam beragama; mengikuti pemahaman mereka terhadap Al Kitab dan As Sunnah. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang di jamanku (sahabat), kemudian sesudahnya (tabi’in) dan kemudian sesudahnya (tabi’ut tabi’in).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta’ala berfirman di dalam al-Qur’an yang artinya:
“Dan Kami turunkan kepadamu Adz Dzikra (al-Qur’an) supaya kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka mau memikirkan.” (QS. An Nahl: 44)
Ini menunjukkan bahwa Allah Ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyampaikan dan menjelaskan wahyu al-Qur’an kepada seluruh Ummat sejak di utus menjadi Rasul, dan yang menjadi murid pertama adalah para sahabat Nabi.
Jadi, Di sini kita ketahui pentingnya memahami perkara agama dengan pemahaman para salafush shalih karena para sahabat Nabi-lah yang lebih paham dari kita tentang bagaimana cara beragama dengan baik karena para sahabat adalah murid langsung Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, para sahabat yang menyaksikan dan mendengar langsung dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Dan seperti yang kita ketahui, semua perkara harus dipulangkan kepada ahlinya. Contoh kecil kalau anda sakit jantung, yah kan dirujuk ke dokter yang ahli jantung, anda sakit stroke yah anda pasti di rujuk ke dokter ahli syaraf, anda sakit diabetes mellitus yah anda pastinya dirujuk ke dokter ahli Interna, apalagi dalam masalah agama yang dimana ini menyangkut tentang dunia dan akhirat manusia yah pastinya harus merujuk kepada yang lebih Ahli.
Dalam masalah ushul fikih kita harus merujuk kepada para ulama ushul fikih, dalam masalah tafsir kita merujuk kepada ulama tafsir, dan dalam masalah hadits kita juga harus merujuk kepada ahli hadits, dst. (silakan lihat penjelasan hal ini di dalam Mukaddimah Ilmiyah yang ditulis oleh Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah di dalam Al Masaa’il, jilid. 3 Masalah ke-66, hal. 25-29. Bacalah !!!)
Sehingga dengan begitu kita tidak sembarangan mengambil pendapat ulama, apalagi ulama yang tak bermanhaj salaf. Karena sekali lagi kita harus mempertimbangkan baik-baik pendapat tersebut dengan kemampuan yang Allah berikan kepada kita.
Sesedikit apapun ilmu kita Allah masih tetap menyisakan di dalam hati kita kemampuan untuk membandingkan manakah yang lebih baik, lebih kuat dan lebih selamat berdasarkan keterangan yang sampai kepada kita.
Sekali lagi saya ingatkan, (jangan sampai karena hawa nafsu kita sendiri menyebabkan kita memilih untuk membantah kebenaran sesudah datangnya kebenaran hanya karena kebenaran tidak cocok dengan hawa nafsu atau keinginan kita.)
“Innamal a’maalu bin niyaat” (Sesungguhnya amal itu akan dibalas berdasarkan niatnya).
Semoga kita semua di jauhkan dari segala perkara syubhat dan syahwat yang bisa membuat kita melenceng dari jalan yang haq.
Semoga ada hikmah dari tulisan ini,
Wallahu a’lam bish shawab.
Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimmush shalihaat
Pegang erat sunnah, dan gigitlah dengan gigi geraham.
"TUTUP USIA"
Hari ini saya bahkan tak sadar dalam lamunan panjang telah ku habiskan beribu detik dengan kesia-siaan.
Waktu berlalu begitu saja seolah-olah ku hidup seribu tahun lagi. Tak nampak dzikir membasahi bibir, salat bahkan diujung waktu, sunnah? sedekah? bacaan Qur'an? dan ibadah-ibadah lain apa kabar? Bagaimana dengan maksiat yang terus berjalan? musik? riba? ghibah? ikhtilat? menampakkan aurat? zina? atau mungkin sampai melakukan syirik.
Hingga tak sadar,
Jika detik itu juga, tanpa seizin dan sepengetahuanku nyawa kemudian direnggut, nafas terhembus untuk yang terakhir kalinya, merenggang nyawa, tubuh kaku tak berdaya, mata terpejam tubuh seketika beku. Bekal apa yang akan saya bawa Kehadapan Allah?
Apakah saya menjadi orang-orang yang beruntung ataukah saya akan menjadi orang-orang yang merugi?
_Musafirdunya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Perihal Pernikahan"
Bukan hanya tentang dirimu yang telah mapan ataukah menjadikannya sebagai pelarian dikala engkau merasa hidup begitu berat, dirimu terus menerus dirundung masalah, karirmu yang tak kunjung melonjak, tugas kuliahmu yang sukar diselesaikan, atau skripsimu yang tak kunjung acc.
Engkau perlu mengerti hak dan kewajiban masing-masing, menerima kekurangan pasangan, ingin menuntun dan dituntun, melawan lelah menjadi Lillaah.
Pernikahan dibangun tidak hanya "AKU harus bahagia", melainkan bagaimana caranya agar "DIA dapat bahagia" setelah memutuskan untuk memilih hidup bersama.
Pernikahan, bukan tentang enaknya saja melainkan harus siap mengemban tugas yang jauh lebih berat. Tak hanya soal perut saja atau kepuasan biologis semata. Tapi, langkah kaki yang harus terus bersanding dalam suka maupun duka, melibatkan Allaah Azza Wa Jalla dalam setiap derai langkah. Sebab menikah adalah ibadah, hingga arahnya ditujukan Kepada Ridho Allaah. Dan karena menikah adalah ibadah, ikatlah ia dengan cinta. Cinta yang mampu membuatmu bergejolak untuk saling menuntun ke jalan yang telah Allaah Ridhoi.
_Musafirdunya
....
Untung saja, dalam berbahasa terdapat empat aspek keterampilan.
Berbicara, menyimak, membaca, dan menulis.
Sebab ketika diri hanya bungkam untuk bertutur kata, ada pena untuk menorehkan segala rasa.
_Musafirdunya