STEVE'S VENT
Kalau ada satu hal yg paling menggambarkan perjalanan saya beberapa tahun terakhir, mungkin jawabannya adalah seperti pohon bambu.
Sebelum terlihat bertumbuh dari luar, bambu terlebih dahulu memperkuat akar, memunculkan tunas, lalu membentuk pondasi yg solid.
Growth isn't measured by what's visible, but by how strong the roots become.
Sering kali manusia terlalu fokus melihat pencapaian yg terlihat di permukaan, bahkan membandingkan antara proses yg instan dengan proses yg pure built beneath the surface instead of chasing quick results.
Setiap orang tentunya punya different timeline and different season.
Ada fase ketika hidup sedang membentuk pondasi secara working behind the scenes before everything finally makes sense.
Begitu juga dengan setiap season yg saya jalani.
Selalu ada unexpected surprises, baik dalam bentuk tantangan maupun kesempatan yg sama sekali tidak pernah saya duga.
Looking back, saya baru sadar bahwa setiap fase ternyata sedang mempersiapkan saya untuk the next level of growth.
Di proses yg sama, saya juga diberi kesempatan untuk declutter my life.
Melepaskan hal yg tidak relevan, hal apapun yg tidak membawa value, membersihkan diri dari segala macam bentuk kehadiran sampah.
Setelah bagian dari proses itu terjadi, saya justru dipertemukan dengan orang-orang yg share the same positive energy, growth mindset, and positive aspirations.
Berada di lingkungan seperti itu membuat saya semakin yakin bahwa the right environment simply brings out the best in people.
Lingkungan positif, orang-orang positif, sangat berdampak kepada self-improvement.
Dan salah satu biggest plot twist dalam perjalanan ini, ketika saya mendapatkan kesempatan menerima scholarship untuk melanjutkan S2 di Monash University Indonesia sambil tetap bekerja dan terus mengembangkan karir.
Honestly, i never saw it coming, tapi sekarang saya percaya bahwa setiap proses sebelumnya memang sedang membawa saya menuju kesempatan ini.
Dari pengalaman tersebut, saya semakin menyadari bahwa setiap proses memiliki caranya sendiri untuk mengarahkan diri menjadi pribadi dengan kualitas yg terus berkembang.
Paling terpenting adalah tetap memberikan versi terbaik dari diri sendiri.
Tetap optimis, because progress matters more than perfection.
Little did i know, tulisan "Just Do It" pada topi yg saya gunakan di foto profil Instagram ternyata menyimpan makna yg jauh lebih dalam dari yg saya bayangkan.
Foto itu diambil pada tahun 2022, tapi saat ini saya merasa slogan sederhana itu perfectly represents the season i'm living in right now.
Kadang sebuah momen baru benar-benar terasa maknanya setelah melewati begitu banyaknya proses.
Ketika saya flashback, semakin saya sadar bahwa setiap proses, setiap kesempatan, setiap pertemuan, bahkan setiap hal yg harus saya lepaskan, semua itu punya makna dibalik setiap fase.
Nothing feels random anymore, everything has been part of the journey.
Saya ingin terus bertumbuh, menikmati setiap proses, and trust that the best is yet to come.















