Privilege
Saya sering membaca adu argumen dan percakapan timbal ballik di twitter, kegiatan yang sungguh unfaedah ya hehe tapi dari percakapan-percakapan itu menjadi salah satu sarana untuk membuka wawasan saya dari berbagai perspektif yang berbeda.
Yang sangat menarik bagi saya belakangan terakhir adalah soal privilege, perlu digaris bawahi privilege tidak melulu berbentuk materi, tapi dalam bentuk pendidikan, uang, latar belakang dan jaringan. Sedikit pendapat dari Pierre Bourdieu (1930-2002), seorang intelektual Prancis (kita bahas di lain waktu)
Seperti contoh Bill Gates yang keluar dari universitas dan membangun bisnis, seperti Bob Sadino yang miskin namun selalu kembali kaya, Raditya Dika dengan segala ide-ide out of the boxnya atau memang yang sudah sukses jalan karir nya seperti Maudy Ayunda/Cinta Laura, aktris, penyanyi berpendidikan yang diterima dari berbagai universitas ternama dunia, seperti Belva Devara dan Nadiem Makarim dengan pencapaian yang begitu luar biasa di usia muda. Apakah mereka semua benar bisa kita jadikan contoh referensi sukses dimulai dari nol? Saya rasa tidak juga, namun mengambil pelajaran yang baik dari hal tersebut tentu istimewa.
Tanpa disadari setiap berita-berita itu di up dan lewat di TL saya, selalu saya mulai dengan melihat latar belakang si “dia” di Wikipedia, riwayat sekolahnya, bagaimana pendidikan keluarganya, kondisi ekonomi keluarganya. dan waw dari pencarian-pencarian itu selalu berhasil memuaskan rasa penasaran saya, karna yah mereka memang dibentuk dan berhasil terbentuk dengan segala keiistimewaan.
Bagi saya dari berbagai pencarian, latar belakang dan didikan keluarga amat besar pengaruhnya bagi pembentukan karakter dan cara memandang kehidupan. Menyikapi sebuah pilihan, kesempatan, kemampuan, tentu tidak serta merta terbentuk oleh pribadi seorang diri.
Mereka yang merintis usahanya dari nol, truly nothing person, tanpa privilege baik berupa materi, relasi, keluarga, pendidikan, cara pikir adalah hal yang sangat langka, dan patut mendapat apresiasi sebesar-besarnya. Bisa kasih saya referensi? hehe saya hanya tau sedikit sekali.
Jadi bagi diri kita dengan segala privillege yang diberikan oleh Allah, meskipun kita tidak memilikinya dalam segala aspek, bukankah “seharusnya” kita tetap bisa memanfaatkan sebaik mungkin hal-hal istimewa itu, tentu ini reminder bagi diri saya sendiri, dan bagi kita semua.
Jika kita memang tidak memiliki semuanya, tentu bukan masalah karena hidup memang sudah diatur kan? tetapi bukankah lebih baik lagi jika kita bisa menciptakan Privilege bagi generasi kita selanjutnya, it means making privilege for “our children?”
Bandar Lampung | sarabita










