*Flashback Onn (Masa Kuliah)*
Dulu jaman masih kuliah pernah ngobrol sama si Emma atau seringnya dipanggil Mamah (salah satu sahabat dari bangku kuliah) soal doa & jodoh. Si Mamah ngasih tau kalau berdoa tuh yang detail. Pada umumnya kalau belum ada yang disebut Namanya dalam doa, maka berdoanya, “Ya Allah semoga engkau memberikan hamba jodoh yang terbaik, dekatkan hamba & berikan pentunjukMu jika salah satu dari kaum Adam itu adalah jodoh hamba.
“Kamu pernah mikir nggak sof kalau sebenernya tuh Allah udah ngasih kita petunjuk, udah ngasih tanda, tapi kita yang nggak ngeh, gak tau gitu kalau dia itu jodoh kita.”
“Kita nggak tau karena kita pas berdoa tuh nggak spesifik minta petunjuk atau tandanya itu kayak apa, kayak gimana?”
Terus si Mamah cerita suatu kisah., Jadi ceritanya ada 1 pemuda yang berdoa minta jodoh. Dalam doanya dia minta petunjuk, jika dia dipertemukan dengan Jodoh yang Tuhan berikan, dia minta Tuhan memberikannya suatu tanda berupa Mawar Biru. Singkat cerita akhirnya si Pemuda itu bertemu dengan perempuan yang bernama Rose dan memiliki mata berwarna biru. Awalnya dia tidak menyadarinya, tapi dengan berjalannya waktu, dia tersadar kalau Rose adalah Jodohnya, Tuhan sudah memberikan tanda yang dimintanya “Mawar Biru” dalam bentuk Namanya Rose=Mawar & Biru=Bermata Biru. Akhirnya si Pemuda yakin & mantap menikahi Rose.
“Tau kan Sof inti ceritanya?”
“Doanya detail Sof dan Allah kasih petunjuk sesuai doanya, emang nggak plek ketiplek tapi jelas.”
“Jadi kita coba yuk Sof berdoa yang detail, semoga doa kita diijabah oleh Allah.”
Udah deh setelah selesai ngobrolnya, kita mulai ngerubah doa kita. Kita simpen dihati & doa masing-masing tanda apakah yang kita minta. Waktu itu aku kepikiran minta tandanya Al-Quran. Doa yang sempat dipanjatkan saat itu, “Ya Allah jodohkanlah hamba dengan hamba-Mu yang terbaik dari yang paling baik, jika memang yang ditakdirkan untuk berjodoh dengan hamba sudah Engkau dekatkan ya Allah, berilah petunjuk kepada hamba berupa Al-Quran.”
Kenapa Al-Quran? Karena waktu itu yang terlintas dipikiran adalah Al-Quran, tuntunan umat muslim, jadi kepengennya dapat Imam yang bisa membimbing sesuai tuntunan Agama, membawa keluarganya untuk bersama-sama menuju ke Surga Allah.
Dengan berjalannya waktu akhirnya aku lupa dengan doa yang pernah dipanjatkan saat itu. Doa dengan meminta tanda yang spesifik.
*Flashback Onn (Tahun 2016)*
Januari 2016, Aku Lulus dari masa training di salah satu perusahaan swasta & diangkat sebagai pegawai tetap. Kemudian aku dapat hadiah kelulusan berupa buku dari yang waktu itu masih dianggap temen akrab & temen seperjuangan. Yang bikin aku mikir waktu nerima hadiahnya, kog dikasih buku dengan judul Pengantin Al-Quran, maksudnya apa?
Kalau nggak salah inget pesannya itu supaya aku dapat pengetahuan & ini bisa jadi bekal saat menikah & berumah tangga kelak, dengan siapapun orangnya.
Tapi dirasa-rasa ada mengganjal, setelah mencoba mikir & mengingat-ingat. Ternyata eh Ternyata jadi langsung takut sendiri waktu itu, karena keinget sama doa detail soal jodoh yang pernah dipanjatkan dulu (yang sudah bertahun-tahun berlalu & lupa kalau pernah berdoa seperti itu), yang sudah dijelasin diatas.
Saat itu yang terpikirkan, Jangan-jangan dia Jodohku?, memang sih yang dikasih bukan Al-Quran dalam bentuk yang sebenarnya. Tapi Buku yang berjudul Pengantin Al-Quran yang isinya tuh pengetahuan & nasihat-nasihat dalam menjalani kehidupan berlandaskan Al-Quran.
Reaksi setelah itu, langsung deh Cepet-cepet menampik dan memungkirinya, “nggak lah ini cuma kebetulan aja, bukan tanda dari Allah.”
Karena Jujur aja saat itu masih ada orang lain yang diharapkan.
Tetapi semakin ditampik kog semakin nyata, seiring berjalannya waktu kok semakin mendekat, semakin menunjukkan keseriusannya. Berulang kali mencoba mengelak & masih mengharapkan manusia lain., tapi kok rasanya Allah semakin nunjukin “bukan orang itu, tapi orang ini ”. Hingga suatu ketika disatu momen bener-bener aku ngerasa seakan Allah menegurku, “Kamu sudah Ku beri tanda sesuai yang kamu pinta, sudah didekatkan tapi kenapa masih ngeyel, masih mau mengelak, ini lah jodohmu.”
Udah deh saat itu langsung ngerasa kebuka hatinya, dalam hati langsung ngomong, “Maaf ya Allah selama ini aku mencoba mengelak dia yang Engkau berikan untuk hamba. Bismillah hamba menerimanya ya Allah.”
Dan yups kesimpulannya akhirnya yang kasih buku itu sekarang jadi suamiku. Dia yang sempet ku tolak, sempat berulangkali dipungkiri, tapi InsyaAllah dia yang terbaik yang sudah Allah Jodohkan buatku, yang InsyaAllah bisa membimbing & menuntunku serta anak-anak kami menuju surga-Nya.
Jadi untuk kesekian kalinya aku merasa Allah menjawab doaku, menjawab diwaktu yang tepat (menurut Allah).
Waktu salah satu temen denger cerita ini responnya dia langsung bilang “kayak FTV aja, mau nikah cuma karena dia ngasih buku yang kebetulan berjudul Pengantin Al-Quran”. Tapi ya inilah kenyataannya, tentunya gak sesingkat durasi FTV juga, ada proses yang cukup panjang, tetep sholat-berdoa minta petunjuk & banyak hal yang dilewati hingga akhirnya merasa yakin untuk menikah.
Sekian dulu ceritanya. Terimakasih buat yang udah mbaca.