Konsep Naik Kelas Dalam Kehidupan
Sudah tak mengenyam bangku sekolah, sudah tak mengenyam bangku kuliah, apakah kita meninggalkan istilah naik kelas? Dalam kehidupan seharusnya kita menciptakan sendiri kelas-kelas kehidupan yang akan kita tapaki dan kita perjuangkan, masing-masing kelas mempunyai ujiannya masing-masing, kita harus memulai dari kelas terendah sampai tertinggi, dari ujian termudah hingga ujian tersulit.
Konsep naik kelas dari pandanganku, yang pertama kita harus bisa mengontrol hawa nafsu kita; nafsu cinta, harta, tahta. Ujian kenaikan kelas pertama ini butuh komitmen tinggi, membangun kebiasaan, sering berkontemplasi. Jika belum bisa lulus dalam ujian ini jangan harap Tuhan memberikan amanah kehidupan lebih besar kepadamu, maka pahami kelemahanmu dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengontrol diri.
Kelas kedua, yaitu menjadikan diri kita dan keluar kita tidak menjadi beban orang lain, khusunya dalam perekonomian. Sebisa mungkin kita bekerja keras dan cerdas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga kita tidak perlu menunggu belas kasihan orang lain. Sejujurnya orang yang lemah harta dipertanyakan kemerdekaannya?
Kelas ketiga, yaitu membangun keluarga penuh cinta, punya visi, harmonis, yang merupakan sebuah keluarga harapan. Sebuah keluarga yang mempunyai visi membangun generasi pejuang, generasi terbaik. Butuh keseriusan dalam membangun keluarga seperti ini, membutuhkan ilmu, komitmen untuk membangunnya.
Kelas keempat, yaitu ketika kita bisa membawa kebermanfaatan bagi lingkungan kita, keberadaan kita berpengaruh positif terhadap lingkungan, misalnya kita bisa membuka lapangan pekerjaan dan memperkerjakan banyak orang, sehingga keberadaan kita lebih berarti.
Untuk naik kelas dalam kehidupan membutuhkan perjuangan, untuk mengenal dan mengontrol diri kita saja belum tentu kita bisa lulus, kalau belum lulus tentang diri kita apakah kita bisa meluluskan diri ke kelas-kelas berikutnya? Saya yakin belum bisa, mengelolah diri sendiri saja belum mampu apalagi mau membangun keluarga dan mengurusi umat. Ayo kita merenung sejenak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.













