Dengan bangga ku bagikan cerita perjalanan kami menuju Wae Marrungnge tgl 8 Desember 2015, Desa Tompo Balang, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang kami tempuh selama 8 jam perjalanan bersama tim JJS (Jalan-Jalan Seru) Makassar dan JJS Gowa. Sebenarnya dalam keadaan normal, telaga tersebut dapat ditempuh selama 3-5 jam perjalanan saja dari perumahan warga di lokasi tersebut, akan tetapi akibat beberapa faktor maka kami harus melaluinya hingga 8 jam perjalanan dan tanpa persediaan air sedikit pun. Harus ku akui telaga ini memiliki segalanya, ia kaya akan tebingnya yg tinggi, ia kaya akan batuan runcingnya yg tajam hingga pohonnya yg tak sedikit berduri. Terhitung ada 12 tanjakan dan 13 turunan yg curam bahkan tanah yg licin karena kami mengunjungi lokasi tersebut saat musim hujan. Ditambah lagi dengan salahnya jalur yg kami lalui sehingga kami harus berputar kembali ke jalur yg sudah kami lewati sebelumnya, inilah salah satu faktor mengapa perjalanan yg ditempuh menjadi begitu lama. Kondisi hari yg sudah gelap, kurangnya penerangan, licinnya medan yg ditempuh hingga faktor kelelahan dan dehidrasi menjadi faktor besar mengapa perjalanan ini begitu lama kami lalui. Ya benar, tidak ada sumber air yg akan ditemui selama perjalanan. Satu satunya sumber air ditempat ini hanyalah telaga yg menjadi tujuan para pejalan yg datang kesana. Wae Marrungnge ini sering dijuluki "Blue Water Sound" yang artinya Mata air yg memanggil-manggil dari kejauhan. Bila beruntung dan datang saat musim kemarau, telaga ini akan terlihat sangat biru. Oleh karenanya kami sarankan datanglah saat musim kemarau agar medan yang ditempuh juga tidaklah terlalu sulit. Lokasi tersebut penuh akan bebatuan runcing dari perjalanan hingga tiba dilokasi, hanya beberapa lahan saja yg bisa dijadikan tempat camp. Mungkin hanya akan berdiri sekitar 3 tenda dua dan 1 tenda empat saja akibat lokasi yg penuh bebatuan. Sebelum menuju lokasi para pejalan diharapkan melakukan registrasi pada warga sekitar, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu pada pengunjung warga sekitar dapat membantu mereka. Ini bukan lelucon, tempat ini memanglah sangat menantang. Ia bukan "Puncak Gunung" tapi medannya jauh lebih ekstrim dari puncak gunung. Maka dari itu kami sarankan datang dan berkunjunglah dalam keadaan safety. Lengkapilah diri kalian dengan peralatan yg safety, mulai dari pakaian, sepatu gunung, webbing dan yang paling penting adalah persediaan air yg cukup. Sekali lagi tidak ada sumber mata air yg akan ditemui selama perjalanan. Satu kalimat dari kami tim Jalan-Jalan Seru yang sudah mengunjungi tempat tersebut "Kalau kalian begitu cintanya pada perjalanan menuju puncak gunung, maka perjalanan menuju Wae Marrungnge akan membuat kalian jatuh cinta berkali-kali"