Too many reason. Confession. Denying. Quiet.
“ ya biar hidup jadi lebih ada gairah aja, kali ya men ”
“ gimana ya, si dia bisa ‘begini’ sama gue, pacar gue ga pernah bisa 'begini’ sama gue ”
” variasi aja kok, nggak bermaksud gimana juga sih “
” ya, dianya gitu, gue juga, padahal gue nggak mau-mau amat begitu “
” sengaja cari gara-gara kok, gue udah ga minat sama pacar soalnya “
” sengaja pelampiasan aja, pacar sering nyakitin soalnya “
” bukan apa-apa kok, gue cuma mau cari barang-barang aja, justru krn sayang sama pacar, jadinya gausah ngerepotin, so minta aja dari org lain, merekanya aja seneng “
Too many reason. Confession. Denying. Quiet.
Terlalu banyak alasan, terlalu banyak penyangkalan, terlalu banyak pengakuan, terlalu banyak diam.
Standar berubah, karena komitmen berubah ?
Tantangan, dan game untuk menguji strategi diri sendiri ?
Miskomunikasi, tidak bisa lagi berkomunikasi seperti seharusnya ?
Mendongkrak rasa confidence ?
It’s only for fun. Pure fun. Ga repot. Ga pake emosi. Why not ?
” Katanya affair itu adalah sesuatu yang berlandaskan kebohongan, selama tidak bohong itu semua tidak dihitung, tapi kalau terus terusan jujur dengan kata-kata menyakitkan apa jadinya baik ? Banyak perempuan merasa lebih baik karena mereka tidak tahu apa-apa dan mereka tidak mau tahu. Mereka bisa bahagia dengan keadaan itu. “
” Tapi tunggu, tidak perhatian, tidak kepo, berarti tidak peduli. Tidak peduli itu berarti tidak benar-benar sayang bukan ? “
” I’d rather say it doesn’t matter“
Ini belum berarti apa-apa, i have been in more hard situation. Dulu. Dulu banget.
Dan gue pretending, it’s okay honey, you can do anything you want. I believe you. We’re in love. I’m your maincourse and she’s just snack when you hungry , aite ?
I dont need showing the detail. We get mess. We broke up. He married another girl. I’ve move on. I found you. We were going perfect. Till lately.
Dan sekarang hal yang mirip terasa ’ mulai ’
oke belum. Tapi aku menolak untuk membiarkan semua ini menjadi salah seperti tahun-tahun yang lalu. Itu salah dan nggak baik.
And, i can’t continue this kind mistake. I can’t take it.
Memberi perhatian lebih bersama gadis lain is kind a mistake.
Going out with somebody else without notified with me, such a perfect mess.
Kalau ini terus berlanjut mungkin aku akan mengambil shorcut final seperti tahun-tahun yang lalu. Sampai berdarah. Sampai mati. Nyaris. Hanya nyaris, untung saja.
oh it’s okay. Rasanya sama saja dengan kalau diteruskan bukan ?
Semisal memang sudah menemukan sosok aku untuk diganti, dikatakan juga tidak apa-apa. Kalau ingin berhenti di tengah jalan, ingin melepaskan holding hand atau semacamnya, just tell me. Im okay, and im try'n deal with it.
Merasa nggak berharga, nggak dianggep, dilecehin, digampangin, pokoknya semua hal negatif tumpah di pikiran.
Ego dan harga diri yang amat mahal.
I love you, and i dont want to losing you like ever. :’)