Surat untuk anakku kelak. Sekarang emakmu masi lagi nunggu bapakmu yg ga kunjung muncul batang idungnya.
Nak, ketahuilah, tidak segala hal dalam hidup ini terjadi sesuai dengan ingin dan harapan kita.
Belajarlah menerima, belajarlah ikhlas saat segala yang terjadi di luar harap dan ingin kita.
Sesekali kita perlu merunduk, bahwa bumi ini tidak berputar hanya untuk kita.
Biasakan diri kita dengan ketidak adaan,
biasakan diri kita dengan adanya keterbatasan,
jangan terlalu nyaman dengan harapan dan ekspektasi.
Biasakan diri kita dengan ketidak sesuaian akan keinginan.
Jangan biarkan jiwamu menjadi kerdil oleh sebab rasa angkuh seolah segalanya harus berjalan sesuai ingin kita, nak.
Dalam hidup ini pun ada kalanya kita bisa berbuat salah.
Dan sungguh sebaik-baik manusia adalah yang paling duluan memaafkan.
Sulit memang, tapi begitulah Baginda Rasul kita memberi contoh, nak.
Latih hatimu untuk lapang, agar segala sikap dan perkataan orang lain tidak gampang membuatnya terasa sempit, agar untuk mengucap maaf pun lisanmu terasa ringan.
Dalam hidup ini tidak selamanya kita menangis,
pun tidak selalunya pula kita akan tertawa ria.
Akan ada hari di mana segalanya terasa mudah, seolah tinggal menjentikkan jari saja.
Pun jangan lupa, akan ada pula hari saat segalanya terasa sulit. Dan saat itu terjadi, latih hatimu untuk tetap merasa lapang dan ikhlas.
Allah sungguh sayang pada kita.
Dia yang paling tau seberapa besar porsi sedih yang mampu kita pikul dan seberapa besar pula porsi bahagia yang bisa membuat kita lena.
Nasehat ini mungkin belum tentu akan kamu pahami saat ini, nak, tapi ambillah sebagai bekal perjalananmu mendewasa nanti.
Tidak ada yang menjanjikan bahwa jalan yang kamu tempuh akan terasa nyaman dan menyenangkan.
Sesekali kamu akan diuji dengan rasa sedih, kehilangan, ketakutan, tapi sungguh sebaik-baik obat penawarnya adalah rasa ikhlas.
Dan ingatlah, nak, kamu tidak akan pernah Allah biarkan sendirian. Kamu akan senantiasa dikelilingi oleh hal-hal baik selama hati dan pikiranmu kamu isi dengan kebaikan.
Tumbuhlah dengan kebaikan dan kelembutan hati.