“Some people need to open their small minds instead of their big mouths.”
— 2hongry4u
taylor price
YOU ARE THE REASON
🪼

Discoholic 🪩

@theartofmadeline
Keni
d e v o n
$LAYYYTER
AnasAbdin
we're not kids anymore.
tumblr dot com
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
cherry valley forever

tannertan36
TVSTRANGERTHINGS

shark vs the universe

JBB: An Artblog!
h
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation

seen from Türkiye
seen from Bulgaria

seen from Singapore

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Italy
seen from Pakistan

seen from Pakistan
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
@santikaindri
“Some people need to open their small minds instead of their big mouths.”
— 2hongry4u

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Create a life that feels good on the inside. Not one that just looks good on the outside.”
— Jordan Llamas
Ternyata punya prinsip “lupakan keburukan orang lain tapi ingatlah kebaikan orang lain. Lupakan kebaikan diri sendiri tapi ingatlah keburukan diri sendiri” itu bikin hidup enak ya. Cobain deh.
“The way to be successful in the end, is to turn to Allah at the beginning.”
— Yasir Qadhi
Jurus Jitu Mendidik Anak
Oleh: Ust. Abdullah Zaen, Lc. MA حفظه الله تعالى
👉JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU
Tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.
Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.
Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.
Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.
Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.
Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!
👉Ilmu apa saja yang dibutuhkan?
»Ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,
“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.
»»Ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.
Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?
»ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.
Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,
“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.
»Ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.
👍Ayo belajar!
Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!
Urgensi kesalihan orangtua dalam mendidik anak
Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama. Ingin agar keturunan kita menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai cita-cita mulia tersebut ternyata adalah: kesalihan dan ketakwaan kita selaku orangtua. Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi salih dan bertakwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa!
✔Kesalihan jiwa dan perilaku orangtua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk kesalihan anak.
Sebab ketika si anak membuka matanya di muka bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orangtuanya berhias akhlak mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya. Dan insyaAllah itupun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya. Pepatah mengatakan: “buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketakwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketakwaan kedua orangtuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru!
👉Beberapa contoh aplikasi nyatanya
Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan shalat lima waktu, gamitlah tangannya dan berangkatlah ke masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke masjid, sedangkan Anda asyik menonton televisi.
Jika Anda berharap anak rajin membaca al-Qur’an, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang keluar dari lisan ayah, ibu ataupun kaset dan radio. Jangan malah Anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu!
👉JURUS KEDUA: MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANGTUA
Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimassalam. Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orangtua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.
Para ahli tafsir menyebutkan, bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: Allah akan menjaga keturunan seseorang manakala ia salih, walaupun ia telah meninggal dunia sekalipun.
Subhânallâh, begitulah dampak positif kesalihan orang tua! Sekalipun telah meninggal dunia masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup?? Tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.
Kalau Anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan, “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”. Tapi ternyata, kita malah pulang malam!
Dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.
Terus apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian, “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, insyaAllah kamu bisa ikut”.
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orangtuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.
Anda ingin anak jujur? Mulailah dari diri Anda sendiri!
. Sebuah renungan
Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan zaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orangtua dan anak.
Dulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dg sabar bercerita tentang kisah para nabi, para sahabat hingga teladan dari para ulama,
👉JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU KEIKHLASAN
✔👍Ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yg tak bernyawa.
Termasuk jenis amalan yg harus dilandasi keikhlasan adalah mendidik anak. Apa maksudnya?
Maksudnya: Rawat & didik anak dg penuh ketulusan & niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta’ala.
Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yg kita ucapkan dg keikhlasan..
Bahkan dalam setiap perbuatan yg kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya, memandikannya hingga mengganti popoknya, niatkanlah semata karena mengharap ridha Allah.
Apa sih kekuatan keikhlasan?
Ikhlas memiliki dampak kekuatan yg begitu dahsyat. Di antaranya:
dg ketulusan, suatu aktivitas akan terasa ringan. Proses membuat & mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas membutuhkan waktu yg tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yg cukup panjang tersebut, terka&g muncul dalam hati rasa jenuh & kesal karena ulah anak yg kerap menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yg menumpuk, berbagai sudut rumah yg sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini & tidak ketinggalan mainan yg selalu berserakan & berantakan di mana-mana.Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan? Jalanilah dg penuh ketulusan & keikhlasan! Sebab seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dg ikhlas insyaAllah akan terasa ringan, bahkan menyenangkan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dg keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung & menyebalkan.
Dg keikhlasan, ucapan kita akan berbobot. Sering kita mencermati & merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yg sangat membekas di dada anak-anak yg masih belia… hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yg bahkan kita teriakkan keras-keras di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yg segera hilang kesejukannya begitu mentari pagi bersinar.Apa yg membedakan? Salah satunya adalah kekuatan yg menggerakkan kata2 kita. Jika Engkau ucapkan kata2 itu untuk sekedar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat & sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun jika Engkau ucapkan dg sepenuh hati sambil mengharapkan turunnya hidayah utk anak2 yg Engkau lahirkan dg susah payah itu, insya Allah akan menjadi perkataan yg berbobot.Sebab bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur kata, melainkan krn kuatnya penggerak dari dalam dada; iman kita & keikhlasan kita…
dg keikhlasan anak kita akan mudah diatur. Jgn pernah meremehkan perhatian & pengamatan anak kita. Anak yg masih putih & bersih dari noda dosa akan begitu mudah merasakan suasana hati kita.Dia bs membedakan antara tatapan kasih sayang dg tatapan kemarahan, antara dekapan ketulusan dg pelukan kejengkelan, antara belaian cinta dg cubitan kesal. Bahkan ia pun bisa menangkap suasana hati orgtuanya, se&g tenang & damaikah, atau se&g gundah gulana?Manakala si anak merasakan ketulusan hati orgtuanya dalam setiap yg dikerjakan, ia akan menerima arahan & nasehat yg disampaikan ayah & bun&ya, krn ia menangkap bahwa segala yg disampaikan pa&ya adalah semata demi kebaikan dirinya.
dg keikhlasan kita akan memetik buah manis pahala. Keikhlasan bukan hanya memberikan dampak positif di dunia, namun juga akan membuahkan pahala yg amat manis di alam sana. yg itu berujung kpd berkumpulnya orgtua dg anak2nya di negeri keabadian; surga Allah yg penuh dg keindahan & kenikmatan.
Artinya: “org-org yg beriman, beserta anak cucu mereka yg mengikuti mereka dlm keimanan, Kami akan pertemukan mereka dg anak cucu mereka”. QS.Ath-Thur: 21
Dipertemukan dimana? Di surga Allah jalla wa‘ala!
Mulailah dari sekarang
🍃🌺🌺 ❀ ❀ ❀ ❀ ❀
😊, simpan dulu..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mom’s forever boyfriend 👩👦❤️ https://www.instagram.com/p/Bzo1FLpnTz_wTPWpkLSEMSewhdKG4qzrEW8wJc0/?igshid=1ce2gak13aacs
Saat masih kecil, seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak gadisnya. Laki laki pertama yang mengenalkan tentang arti cinta, yang cintanya melebihi lelaki manapun.
Saat sang gadis beranjak remaja, ayah adalah seorang hero bagi putrinya. Senantiasa menjaga dan mengawasi jika ada laki-laki lain yang mencoba menyakiti hati putrinya, dan membuatnya menangis.
Dan saat dewasa, sang ayah adalah pecinta dalam diam yang paling tulus. Ikhlas saat gadis perempuannya memberitahu bahwa ada laki laki lain yang dia cintai, hingga nanti saat tiba waktunya dimana sang ayah mau tidak mau harus menitipkan gadis perempuannya itu kepada lelaki pilihannya.
Mungkin terlihat raut muka bahagia. Namun di balik itu semua, ada kesedihan yang mendalam. Bagaimana bisa gadis kecil yang dahulu pernah menangis karena terjatuh dari sepeda saat ini pergi meninggalkan sang ayah dan ikut bersama lelaki pilihannya. Namun memang begitulah hidup. Satu hal yang pasti, ayah adalah cinta pertama bagi putrinya, yang cintanya tak kan pernah bisa terganti oleh lelaki manapun.
Selebgram
T: yang, enak ya jadi selebgram atau artis gitu banyak dpt gratisan endorse 🤣
B: iya ya
T: aku jadi selebgram aja gmn yang? Biar apa2 byk yg ngasih tinggal foto doang gitu
B: sembarangan. Aku malah mau kamu ga foto2 selfie cantik gitu.
T: kenapa gt?
B: aku takut belom bisa nampung dosa2nya kamu. Berapa banyak org yg liat foto kamu, muji kamu. Ga sepantesnya wanita kyk gitu
Allahurabbi..... maafkan aku suamiku 😥 insya Allah perlahan aku kurangi hal yg kurang bermanfaat seperti itu 😥
Mengapa memilihku, wahai suamiku?
Waktu itu malam setelah Aliya tidur baru inget dulu aku pernah nanya “kenapa milih aku?” Dan suami bilang “nanti aja kalo udah nikah aku ceritain. Yg jelas aku nikahin kamu karena agamamu” padahal aku masih banyak khilaf. Entahlah 😞
Dan malam itupun ia mulai bercerita
T: “yang, knp sih kamu milih aku?”
B: “karena agamamu”
T: “perasaan ga bagus2 amat agamaku. Masih banyak khilafnya”
B: “namanya manusia kan gada yg sempurna sayang”
T: “serius ih”
B: “yaaa disisi lain karena perintah pak ustad”
T: “ha pak ustad?”
Jadi... suamiku berguru sama seorang ustad ahli sunnah wajamaah di daerah Banten. Ia berguru semenjak tahun 2013, which is sebelum kita deket banget
B: “kamu tau gak, jadi pak ustd itu punya kayak alat dari semacam bandul gitu. Nah aku disuruh tulis nama siapa2 aja yg lg aku deketin. Aku tulislah 4 nama orang, salah satunya kamu. Semua nama pas di deketin bandul, bandulnya diem ga gerak. Tapi pas sama kamu dia gerak. Buat lebih yakinnya pak ustad bilang ‘yakin gak? Kalo yakin bener jodohnya gerak lebih kenceng’ eh bener dong itu bandul gerak kenceng bgt. Jadi deh aku pilih kamu”
T: “ha serius? Trus nama 4 itu siapa aja?”
Namanya wanita. Ga fokus sama inti pertanyaan malah yg jd fokus ke 4 wanita itu 🙄
B: “si A karena keponakannya pak U (bapak2 kenalan suami pas umroh dan bapak2 itulah yg kenalin suami ke pak ustad) dia ngebet bgt aku sama ponakannya tp aku ga sreg, itu jg yg nyuruh masukin namanya pak U”
T: “trus yg lain?”
B: “si B karena aku takut kemakan omongan pas umroh nulis nama dia di batu hahaha tp mungkin karena kemarin masih fakir ilmu jd ga ke ijabah kali ya doanya hehehe. Tp serius aku cm penasaran aja tp udah males sebenernya”
T: “trus satu lg?”
B: “si C karena aku lg deket aja sama dia gada rasa sih. Sama kamu jg gada rasa waktu itu. Cuma karena lg sama2 deket aja dan kasian juga sama dia lg banyak masalah waktu itu yg abis diputusin dan belom lagi masalah keluarganya jd yaa aku temenin aja”
T: “sumpah kamu sih jahat bgt kalo dia ada rasa gimana”
B: “ya abis gimana orang gada rasa”
T: “trus kamu terpaksa dong milih aku karena bandul itu?”
B: “ngga lah sayang. Aku emg agak lebih sreg ke kamu sebenernya (gatau deh ini beneran apa krn emg takut bininya ngambek hahahahaha)”
T: “masa?”
B: “iyaa karena apa yaa. Aku yakin kamu karena cuma kamu yg jawabannya ga neko2”
T: jawaban apa?”
B: “dulu kan aku pernah nanya ‘tik, kalo lo nanti nikah nih sama suami, lo mau ttp karir apa gmn?’ Kalo ga salah gt pertanyaanya. Yg aku inget jawaban kamu ‘yaa gue sih ngikutin apa kata suami. Kalo suami gue suruh karir ya karir tp kalo suami suruh di rumah ya di rumah. Gmn juga klo udah nikah mah nurutnya sama suami’ itu yg ada nilai + nya di kamu”
T: “emg di ke 3 cewe itu gmn jawabannya?”
B: “masih milih karir”
Dan baru tersadar....
T: “tapi kalo dipikir2 yang, aku dulu juga gada rasa sama kamu pas kamu deketin aku. Tapi gatau kenapa yah pas aku umroh aku bener2 di setiap mutajab aku berdoa jodoh dunia akhirat. Kalo emang kamu jodoh aku deketin dan munculim perasaan itu tapi kalo bukan tolong jauhin dan hilangkan perasaan itu. Eh anehnya setiap aku doa gitu trus kamu chat aku tuh kayak aku ada rasa dikit2 sama kamu. Makanya aku mau aja kan bangunin kamu tidur buat tahajud padahal jarak waktu indonesia-mekah kan beda 7 jam”
B: “wallahualam, sayang”
Trus baru keinget lagi. Ada banyak banget kejadian pas kita lg pdkt yg ternyata itu ‘sinyal’ buat kita.
Kayak waktu itu pernah suamiku ini dulunya minta anter aku ke panti asuhan seusai dia umroh. Katanya masih ada sisa uang umroh trus mau di sumbangin aja ke panti asuhan. Yg anehnya kita sebelum2nya ini belom pernah jalan bareng, chat juga cuma H-2 hari berangkat ke panti asuhan itu tiba2 langsung mau aja gitu percaya sama pilihan panti asuhan ku. Mungkin itu udah takdir Allah juga kali ya. Tapi abis itu udah ngejauh lagi. Baru diketemuinya lagi setaun kemudian. Lama bgt kan.
Ohya trus yg di panti asuhan itu, ibu pengurusnya kan nyuruh anak2 pada ngumpul ngasih tau kalo ada sumbangan suamiku. Yg anehnya, kok si ibu itu doainnya “semoga kakak-kakak ini (aku dan suamiku) cepet dikaruniai anak” sontak aku sm suamiku langsung ngelurusin kalo kita bukan pasutri tapi cuma temen biasa hahahaha dan si ibunya malah lanjutin doanya dong “yaudah semoga nanti sehabis menikah cepet dikaruniai anak ya” dan diamini anak2 disana. Mungkin itu salah satu doa dari mereka juga kali ya. Makanya alhamdulillah setelah nikah dikasih anak titipin Allah ini cepet hehe alhamdulillah.
Trus lg makan soto tiba2 abangnya blg “udah pacaran aja nanti juga nikah nih jodoh” lah orang waktu itu pacaran kaga cuma deket doang dibilang gt. Makin kesemsem lah di mobil senyam senyum bedua. Yaaa banyak sih kejadiannya yg kayak begitu sampe lupa hahaha
Sebenernya dulu juga kita gamau pacaran. For sure! Tapi mungkin setan bermain disitu. Allah 😥😥😥😥
Intinya, jodoh itu unik. Allah mengaturnya dengan sangat sangat baik. Siapa yg sangka dulunya kalo aku dan suamiku itu berjodoh? Hehe
Takdir Allah swt itu sangat sangat sangat indah. Mungkin dulu aku pernah beberapa kali di kecewakan oleh orang lain tapi dibalik itu semua ternyata Allah swt telah menciptakan takdir yg jauh lebih indah dan bahkan aku sudah lupa rasanya di kecewakan dulu karena takdir Allah swt yg saat ini telah aku terima, aku jalanin, alhamdulillah sangat indah tak bernilai. Semoga kita benar-benar sudah panten jodoh akhirat selalu bersama ya, suamiku ❤️
Kisah Perempuan Yang Membuat Imam Ahmad Menangis
Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibani (Imam Hambali) suatu ketika dihampiri perempuan muda yang hendak mencurahkan isi hatinya. Perempuan ini sedang dihantui perasaan bersalah atas sikapnya beberapa waktu yang lalu.
Mula-mula ia menceritakan kondisi serba kekurangan bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Keadaan ini terpaksa ia hadapi karena sang suami yang menjadi tulang punggung keluarga telah lama meninggal dunia.
Untuk bertahan hidup, perempuan itu mengandalkan profesinya sebagai pemintal benang. Malam ia memintal, siang ia menjualnya. Fasilitas yang amat terbatas membuatnya tetap melarat dengan pekerjaan ini.
"Karena tidak memiliki lampu di dalam rumah, untuk memulai memintal benang, saya terpaksa menunggu cahaya bulan purnama,” tutur perempuan malang ini.
Namun suatu malam, tempat tinggal keluarganya tidak segelap biasanya. Bukan sebab sinar purnama telah tiba, melainkan serombongan kafilah kebetulan bermalam di dekat rumah perempuan ini. Lampu-lampu yang mereka bawa secara tidak sengaja turut menerangi area dan gubuk di sekelilingnya.
Di hadapan Imam Hambali, perempuan ini mengaku telah memanfaatkan kesempatan bersama cahaya lampu para kafilah tersebut untuk memintal. Yang membuatnya gundah adalah kealpaannya meminta izin kepada rombongan kafilah.
“Apakah hasil penjualan benang yang saya pintal di bawah cahaya lampu kafilah itu halal untuk saya gunakan?” tanya perempuan itu kepada sang imam.
Imam Hambali menatap kosong. Sesaat kemudian air matanya mengalir. Pendiri mazhab fiqih Hambali ini heran, di tengah mayoritas orang dilanda keserakahan terhadap dunia, ada seorang perempuan miskin yang masih memikirkan kesucian harta.
Imam Bukhari dalam riwayatnya menceritakan prediksi Rasulullah bahwa “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram”.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The world is a shadow: if you run after it, you will not catch it, but if you turn your back to it, it will follow you.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via islamic-art-and-quotes)
The king and his princess 💝 #daddysgirl #daddydaughtertime #momsrestday
One day, our children will know what is the meaning of true love ❤️
at Topkapı Sarayı

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
First we had each other, then we had you, now we have everything ❤️👨👩👧
– View on Path.