kamu, bagian terbaik beberapa tahun belakangan ini.
Awal tahun, Hujan mendominasi wilayah dimana kakiku berpijak, hebat nya bukan hanya dari awan saja hujan itu datang. Dari caramu menggantikan aku-pun turut mengundang Hujan di kedua kelopak mataku.
Entah apa yang aku pikirkan sekarang, walaupun aku memang sudah tidak bersamamu, aku tetap ingin yang terbaik untukmu.
Ada beberapa orang yang rela untuk tidak mengubah status pertemanan ke tahap selanjutnya, hanya karena takut kehilanganmu. orang bodoh itu adalah aku.
Jika bisa diulang, aku hanya ingin mengulang kebahagiaan itu, tinggalkan saja bagian sedih untuk ku kagumi.
Apa yang terlintas diakhir tahun ini? Kamu, satu kata yang aku pikirkan. Lalu apa yang terlintas untuk tahun yang akan datang? Membuatmu bahagia, itu yang tak akan pernah lagi aku lewatkan. Walau akhirnya aku harus berdamai dengan keadaan, memeluk kembali diriku sendiri.
Jika kelak diperjalanan itu kau tak menemukan bahagia yang kau cari, ketahuilah. Aku masih menjadi aku yang kau inginkan, aku hanya menyiapkan tempat pulang senyaman-nyaman nya untuk kau kembali.
Ingatlah namaku, disaat teman-teman mu bertanya. Perihal siapa orang bodoh yang masih menyayangimu setelah kau tinggal pergi.
Aku tahu kita sekarang bukan siapa-siapa, canda dan tawa itu hanya sekedar kenangan belaka. Aku tahu, aku memang harus beranjak darimu. Tapi tidak masalah bukan? Jika aku ingin menyayangimu lebih lama.
Tahun berganti, aku masih tetap aku. Yang menyayangi mu tanpa henti. Waktu berlalu, aku masih tetap ada untukmu.
Persetan dengan omongan orang lain, aku masih menginginkanmu. Entah sesakit apa dulu kau buat, Aku masih ada untukmu, memperbaiki diri, membuat tempat untuk kau pulang, aku sedang.
2020 tidak terlalu bersahabat denganku, ada beberapa waktu dimana hatiku harus mengkerut menahan emosi dan sedih.
















