Selain kata maaf & terimakasih tidak ada kata-kata yg sanggup terucapkan pak, https://www.instagram.com/p/CipjdJ6LWmBioon9y7BRbup0H2xUkYTbt2bfUQ0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Claire Keane

gracie abrams

❣ Chile in a Photography ❣
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily
Stranger Things
almost home
NASA
he wasn't even looking at me and he found me

#extradirty
noise dept.
$LAYYYTER

Kiana Khansmith
I'd rather be in outer space 🛸
KIROKAZE

oozey mess
Cosmic Funnies
untitled
hello vonnie

Product Placement

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Poland
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from Guatemala

seen from Malaysia

seen from Czechia

seen from Malaysia
@ruangkudanil
Selain kata maaf & terimakasih tidak ada kata-kata yg sanggup terucapkan pak, https://www.instagram.com/p/CipjdJ6LWmBioon9y7BRbup0H2xUkYTbt2bfUQ0/?igshid=NGJjMDIxMWI=

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
bertemu matahari terbenam, dan kamu https://www.instagram.com/p/CfjRPEFL8y3ea8kg3q_n7KxK-Ecogl182BbUK80/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Kata Pak Sapardi, tabahlah seperti hujan bulan Juni ntahlah apa maksud yg sebenarnya. Mungkin ketika harimu sedang tidak baik-baik saja di sana pasti ada kesejukan dan keberkahan yg tidak bisa terlihat hanya dengan mata.
Aku lihat kamu sedang muram juga ya hari ini?? kenapa?
Perihal urusan dunia memang begitu, suatu yg terkadang sangat kamu pegang erat bisa saja hilang terlepas. Aku tidak akan meneruskan kata-kata lagi, jika kamu butuh pendengar ada aku . Tapi ingat yaa, DIA slalu ada loh mendengar, melihat dan slalu bersamamu.
Hingga terkadang aku pun malu padaNYA, merasa menjadi manusia paling kurang beruntung hari ini. Sejenak merenung betapa baik dan beruntungnya aku masih diberikan kesempatan bertemu denganmu lagi.
Aku juga berdoa kok untukmu, ada banyak doa-doa yg ku pasrahkan. Intinya jangan terlalu bersedih ya,
Semoga keberkahan kasih dan sayang dariNYA slalu kita rasakan.
Cerita Terakhir (MEI)
Menjelang hari terakhir di bulan istimewa ini terdapat pesan, setelah hampir tiga tahun tanpa ada kabar, bak angin di sore hari yang sendu terucap salam hangat dan ada namamu disana tentang sesorang yang pernah ada kemudian menghilang dan datang kembali hanya sekedar mengucapkan salam manis yang kita sebut perpisahan.
Begini pesanya;
“Hei, sudah ada yang baru ya?? Tak sengaja aku lihat di postinganmu Semoga bahagia hingga pelaminan. Syukur sudah ada yang gantikan aku ya hehe”
Masih merasa aneh, nama yang sengaja aku pendam walaupun sulit terhapuskan muncul kembali di notifku. Bungkam sejenak jemari memikirkan balasan yang hangat agar tidak ada kata dan penyesalan. Memang bukan perkara mudah untuk berpindah, satu demi satu tlah aku lakukan untuk bergerak maju tanpa angan untuk kembali. Tiga tahun bukan juga waktu yang cepat bukan juga waktu yang lama, untuk seseorang yang pernah bergulat dalam kubangan masalalu kelam. Butuh hati lapang untuk saling melepaskan segala sesuatu yang pernah mengikat hingga menjadi jarak bersekat ruang waktu. Kamu masih disana, dalam lembaran kisah masalalu yang indah dan aku kini berada di halaman baru bersamanya yang semoga bisa menuliskan kisah-kisah hingga Tuhan menutup ceritanya.
Mei,seseorang munggil yang tangguh kini tlah tumbuh menjadi perempuan hebat menerjang kerasnya ibu kota meninggalkan kampung halaman berbekal doa restu orangtua. Si bungsu yang cengeng namun keras kepala, slalu berkata bisa hingga terbentur dan keluar senyuman menyeringai “hehe ternyata tidak bisa ya” penyuka makanan pedas, seblak salah satu favoritnya, si pemberani motor bebek tua menerjang macet dan jalanan debu bekasi jakarta, tak pernah menutup mata ketika nonton film horror. Dan yang paling menjengkelkan ketika menirukan logat jawa, syukur semoga dapat orang jawa lagi wkwk
Sekilas ingatanku tentangnya membuat senyuman sedikit dibibir, lebih besar rasa haru karena mendengarnya sudah berhasil melangkah maju dahulu dariku. Tidak masalah, kecepatan bukan yang utama ucapku. Perihal waktu dan hati itu urusan masing-masing.
Aku juga bercerita kini kisahku baru di mulai dengan seorang yang sekilas mirip dengannya, tapi sungguh jauh sebelum melanjutkan langkahku aku sudah benar-benar selesai perihalmu ,Mei.
Namanya April, bukan seperti lagu Bung Fiersa yang berisi kisah sebentar. Aku bilang padanya tidak pernah ingin berakhir hingga Tuhan berkata sudah kalian cukup didunia dan lanjutkan kembali di Surga. April sepakat untuk kita bergerak maju bersama berserah padaNYA dan terus mengusahakan kebaikan bersama. Terkadang aku membuka lembaran lama bersamamu ketika aku merasa salah jalan,bukan untuk kembali padamu Mei tapi untuk terus maju dan tidak mengulangi salah-salahku dulu padamu, Seperti yang aku bilang April mirip denganmu, ia putri bungsu, ia juga sangat suka makanan pedas, tetapi takut untuk menonton film horror hehehe. Entahlah semesta mempertemukanku lagi dengan perempuan yang suka dengan makanan pedas dan kamu tau sendiri aku sebaliknya. Melihat saja aku sudah berkeringat, ia juga memintaku untuk mencoba seblak miripkan sama sepertimu wkwk tapi semoga kisahku dengan April tidak pernah berakhir ya seperti kita. Aamiin
Terkadang semesta suka bergurau, dengan hal-hal remeh tapi membekas. Kamu tau juga kan aku susah minum obat, dan ia sekarang menjadi orang pertama yang menyiapkan obat ini itu ketika aku sedang sakit. Begitulah sedikit tentangnya.
Jangan pernah ada penyesalan ketika kita berani melangkah maju, semoga doa-doa kita terjaga di langit hingga DIA menurunkan satu demi satu keajaiban yang tiada disangka. Begitu juga aku yang masih berani lagi mencoba menulis apapun itu,Tulisan ini aku persembahkan untuk kita yang tlah berhasil berdamai dan melangkah maju bersama-sama walupun langkah kita dengan tujuan berbeda, semoga keberanian dan kebahagian menemukan jalan masing-masing. Terimakasih Mei, ini tulisan terakhirku tentangmu, Terimakasih April sudah bersedia menuliskan kisah baru bersamaku..
Surat Ardi kepada Ria di tahun ke-2, slalu ada harapan-harapan dari sepasang manusia yang pernah bersama;

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lelaki Tua itu tidak beralas kaki menuju Kota,
Dengar-dengar dari obrolan tetangga dia ingin protes
Harga gabah buat stress, tidak seimbang dengan penantian empat bulan bersama keringat yang menetes
Pupuk juga susah, petani semakin gelisah
Lelaki Tua menuju kota tak tau arah
Membawa secercah harap dan gundah
Lelaki Tua, Kamu mau kemana?
Sudah disini saja, tidak ada gunanya pergi ke kota. Percuma, Sahut segrombolan pemuda di warung Mbak Mirna
Sembari hahahihi dari mereka Lelaki Tua berlalu begitu saja
Sesampainya di perempatan lampu merah menuju kota
Dia melihat dua anak remaja
Lelaki Tua menggelengkan kepala, entah apa itu artinya
Batas antara usaha dan kepasrahan manusia siapa yang bisa mencerna, gumam dalam pikirnya
Sebenarnya Lelaki Tua ragu untuk apa terus berjalan tanpa alas kaki menuju kota
Di terik matahari, Lelaki tua tanpa alas kaki berjalan menyusuri trotoar jalan bak orang gila
Untuk apa sebenarnya??
September ceRIA
Ceritanya sekitar lima tahun lalu ketika Ardi masih berkuliah, merantau jauh dari rumah membuat dia sangat mandiri. Sebagai lelaki satu-satunya dalam keluarga sejak kelas 11 SMA dia memang harus dituntut menjadi kuat dan cekatan. Jauh dari keluarga, Ibu dan Adik perempuan satu satunya untuk kali pertama Ardi terlihat dewasa menyikapi hal-hal yang membuatnya dikagumi oleh teman sebaya. Ardi sudah menjadi mahasiswa teknik di tahun kedua, dia begitu aktif berkegiatan diluar kewajiban mengerjakan tugas serta mempertahankan nilai supaya beasiswa berlanjut. Ya memang tidak pintar-pintar amat tetapi Ardi mendapat beasiswa karena dia juga aktif berkegiatan sosial, kemasiswaaan juga olahraga. Selain itu dia juga dekat dengan dosen yang memberikan rekomendasi. Hari ini tanggal 1 September 2016, Ardi ditugaskan mewakili relawan dari komunitas yang dia ikuti sejak bulan kedua menjadi mahasiswa. Undangan acara  dari sebuah kampus tetangga untuk berkoordinasi dalam acara gabungan pengabdian masyarakat. Dari sini awal kisah Ardi bertemu denganya, seperti rencana semesta yang tidak pernah diduga dengan cara yang tidak disangka. Pesan perkenalan dari Wa karena tugasnya menjadi penghubung dengan kegiatan dari kampusnya, begini isi pesanya "Selamat Siang Mas, Perkenalkan Saya Ria dari perwakilan panitia dalam acara pengabdian masyarakat bersama. Bermaksud mengkonfirmasi apakah Mas jadi mewakili untuk berkoordinasi sore ini? Mohon konfirmasinya ya. Terimakasih.” Begitulah kiranya pesan pertama wa dari Ria, Ardi membalas dengan dua kata dan satu emoji jembol, begitu singkat dan padat. Seperti julukan Ardi yang dingin, pendiam dan terlihat begitu cuek kata kebanyakan orang yang mengenalnya. Pukul tiga sore Ardi sudah tiba di kampus tempat koordinasi acara, dengan berbekal bertanya kepada penjaga gerbang dan seorang yang sedang nongkrong Ardi bertanya dimana lokasi tepatnya. Kampus sebesar ini bisa nyasar kemana-mana kalau salah jalan, setelah beberapa kali belokan terlihat papan nama Fakultas Kesehatan Masyarakat, nah akhirnya ketemu juga gumam Ardi. Disana sudah terlihat ramai warna warni jaket yang terlihat mewakili dari mana mereka berasal. Sementara Ardi hanya memakai kemeja hitam, celana jeans dan sepatu convers warna hitam putih yang sudah buluk. Sebenarnya Ardi bisa saja memakai jaket dari mana dia berasal tetapi lebih memilih menyimpan dalam tas. Di depan meja absensi terlihat berdiri seorang perempuan yang mirip dengan profil WA, Ardi berjalan menuju ketempatnya dan sebelum sempat berkata Ardi dikagetkan dengan perempuan itu yang menyapanya. "Mas Ardi ya? Hallo Mas, saya Ria yang menghubungi tadi, akhirnya ketemu lagi ya. Terimakasih sudah datang, silahkan isi absensi dulu ya setelah itu saya antar Mas ke tempat duduk." Belum sempat membalas satu katapun ia melanjutkan perkataanya "Cuma sendirian Mas? soalnya dari undangan yang sudah datang pasti lebih dari satu perwakilan." Ardi hanya mendengarkan dan mengisi daftar hadir, tetapi dalam hati ucapnya "Hak ketemu lagi?? Ini orang sedikit berisik juga apa emang uda tugasnya basa-basi menjadi panitia. Aku mengikutinya menuntun ke tempat duduk,ia juga duduk  di sebelahku, aku kira setelah mengantarku ia akan kembali ke depan mengantarkan perwakilan yang lain. Mungkin mukaku yang sedikit menoleh dan merasa heran ke arahnya. "Kenapa Mas? saya duduk disini menjadi tugas saya mendampingi setiap perwakilan mendapat satu pendamping dari panitia, jadi gpp saya duduk disini ?" ucapnya dengan sedikit tersenyum, aku menyambutnya dengan sedikit terheran kok orang ini bisa membaca pikiran dan aku juga membalas hanya dengan anggukan kepala. Ria Ulfiana P, begitulah namanya yang tertera pada baju kepanitian. Perempuan yang katanya akan memfasilitasi kebutuhan untuk perwakilan komunitasku tapi sebenarnya kami tidak butuh banyak keperluan karena bidang kami dalam hal perekonomian rakyat, ya sebut saja pengembangan usaha kecil untuk membantu kebutuhan keluarga. "Jadi Mas butuh apa saja dalam kegiatan nanti?" benar-benar ini perempuan selalu mengagetkan dengan apa yang sedang aku pikirkan dia sudah bertanya. "Mbak nanti saya tanyakan dulu ya dengan teman-teman saya, kalau dari saya tidak banyak paling dua meja dan kursi saja,"  jawabku setelah sedikit berpikir. "Mbak??" ucapnya dengan tertawa kecil yang semakin membuatku heran, perempuan ini kenapa sih. "Saya kira Mas sakit gigi, dari tadi cuma diam, mengangguk hehehe" sahutnya sebelum keheranan yang berlanjut dariku. Ia menurutku perempuan yang aneh tidak biasa karena  baru saja bertemu sudah seperti mengenalku saja, Akhirnya bertemu lagi? ucapnya itu membuatku di sepanjang jalan pulang menuju kos di atas motor matic hadiah ulang tahunya ke-17, apa iya kita pernah bertemu sebelumnya. Hingga tiba di kamar kos, cuci muka dan rasa penasaran dalam pikirnya kembali muncul, dibuka intagramnya dalam pencarian dia menulis nama yang persis tertera pada baju kepanitian itu, Ria Ulfiana P kemudian pencarian muncul paling atas karena beberapa teman yang dia ikuti juga mengikutinya  karena akunya terkunci. Rasa penasaran membuat Ardi menghubungi teman yang dia kenal bertanya dengan modal screenshot hasil pencarian tersebut. Singkat kata dari seorang temanya, Ria adalah adik kelas semasa SMA ketika Ardi kelas 12 ia baru masuk jadi kelas 10. Pantas saja ia sok akrab denganku tadi ternyata kita pernah satu rumpun almamater. Sudah jelas aku tidak tau, apalagi adik kelas baru, satu angkatan saja tidak ingat semua namanya kalau bertemu sekarang. Sangat jarang sekali bertemu teman semasa sekolah merantau dikota yang sama sepertiku, Ria adalah perempuan pertama yang aku tau berasal dari kota yang sama denganku di perantauan jauh dari keluarga sedikit bisa aku simpulnya ia pasti perempuan yang kuat. Selepas sholat magrib ada pesan masuk lagi darinya "Selamat malam Mas Ardi, maaf mengganggu, sekadar mengingatkan ya untuk segera menyerahkan list kebutuhan. Terimakasih."  Pesanya hanya aku baca, ya belum juga aku tanyakan ke teman di komunitasku ia sudah menghubungi lagi. Mungkin itu jadi tugasnya untuk segera menyelesaikan. {1/....}
Di penghujung bulan kemerdekaan, aku memaksa untuk memerdekakan draft-draft yang tersangkut dalam folder dan pikiran. Menyambut bulan baru dengan pengantar masalalu, menuju masa depan yang tidak ada siapapun tau. Tetapi yang jelas, doaku untuk kita tak akan lagi memaksa untuk menyatu. Di masa depan akankah kita bertemu?
Di ujung bulan ketiga
Kita memilih langkah yang berbeda
Membuang peta yang pernah kita tentukan bersama
Kamu menyusuri jalan baru
Terlihat seperti terburu-buru
Di kejar waktu, katamu
Seorang baru tlah menunggu
Sementara itu di persimpangan jalan
Terlihat laki-laki yang terpejam dalam lamunan
Tertunduk memegang peta usang ditangan kanan
Terkadang terlalu luar dan jauh memandang untuk bahagia sedangkan melewatkan kebahagiaan2 kecil yg lupa kita syukuri :))
Kudanil

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak apa-apa jika tugasmu hanya menjaga dan menemani hingga ia benar-benar bahagia dengan pilihannya.
Kudanil
Sebuah Usaha
Dialog imajiner ketika berkendara motor sendirian adalah hal menyenangkan walaupun menurutku itu tidak baik.
Pikiran bisa kemana-mana, dari hal kecil hingga masalah bangsa dan negara. Tapi sudahlah bukan itu persoalannya. Minggu sore jalanan kota kecil ini begitu ramai, orang-orang lalu lalang dengan berbagi tujuan untuk menikmati akhir pekan setelah penatnya hari-hari. Sementara aku, menikmati minggu dengan berkendara sendiri, hmm tidak sendiri juga karena di kepalaku selalu ada saja yg menemani. Mengajak berbicara, kadang suka heran kenapa seringnya ketika berkendara. Semula memang mengganggu, tapi sekarang hal itulah yg aku cari. Pergi ke suatu tempat, singgah di warung kopi kemudian melanjutkan lagi hingga merasa cukup untuk kembali pulang. Aneh? Iya memang begitulah kenyataannya.Â
Singkat cerita ketika di warung kopi yang ada wifii, aku mendownload lagi instagram setelah hampir satu tahun tidak pernah menjamahnya. Karena kemarin saat di pesta pernikahan teman sekolah banyak yang menayangkan kenapa dengan instagram ku, kok hilang tidak bisa di tag atau ketemu di pencarian, kata mereka juga instagram bisa menggambarkan diri seorang, itu berlebihan menurutku. Akan tetapi membuka instagram lagi terasa asing dan aneh seperti halnya mencoba pulih memaafkan kesalahan-kesalahan diri sendiri sama halnya juga ketika merasa sebagai orang asing yang mencoba mendekati seorang. Ada hal yang lebih menyebalkan, ternyata namamu muncul di stories. Aah sial, aku kira kamu telah memblokir semua tentangku. Sekuat-kuatnya jemariku tidak menekan lingkaran storiesmu, aku berhasil hingga di jalan ketika berkendara sendirian yg menemani di pikiran adalah apa yg sedang kamu bagikan di stories itu. Karena setauku dulu kamu sangat tidak suka berbagi ceritamu kepada siapapun apalagi di media sosial, tapi itu setahun lalu mungkin kamu sudah merasa biasa saja perihal berbagi cerita.Â
Sampailah aku di rumah, merebahkan tubuh yg merasa lelah walaupun tidak sedang bekerja keras. Ya karena ini hari libur waktu bagi tubuh seorang mereda dari segala aktifitas tetapi tidak untukku hari ini.Â
"Kamu tidak lelah chan,hanya saja rasa penasaran dalam pikiran itu memintamu untuk mewujudkanya" seperti ada yg berbicara begitu dalam kepalaku.Â
Tanganku meraba di sekitar kasur sembari mata masih terpejam untuk mencari dimana ponsel. Kemudian aku buka instagram, di bagian pencarian aku ketik namamu Nay... sebelum selesai menulis lengkap instagrammu sudah muncul paling atas dalam pencarian. Segenap keberanian yang tersisa dan mencoba biasa saja maka aku tekan lingkaran namamu dan stories itu apakah seperti kebanyakan orang-orang yang siang tadi aku lihat. Stories² tentang perayaan tunangan, pernikahan, ada juga yang foto prewed dan storiesmu hanya repost dari stories temanmu. Itulah kamu yang pernah aku tau, tidak mau ribet dengan sosial media atau katamu dulu itu untuk menghargai teman yang sudah menandai di ceritanya.Â
Ooh ya sudah ternyata cuma begitu, sekilas melihat emang tidak ada yg mengejutkan akan tetapi beberapa saat kemudian aku coba buka lihat dengan lebih detail itu seperti tiket dengan tulisan "kerja?? atau liburan? seminggu lepas dari penat ibukota :)" Mungkin kamu bersama teman-teman kantor sedang melakukan dinas luar kota dan ya itu sudah biasa bukan?Â
Tapi lebih saksama lagi aku melihat isi tiket itu tujuannya "Apa?? Kamu akan berkunjung ke kota kecil tempatku tumbuh hingga berdiri sekarang. Kota kecil yang dulu selalu kamu jadi bahan tertawaan karena tidak ada bioskop, mall hingga McD. Tapi aku selalu mengelak dan membalas dengan menyebutkan kuliner-kuliner yang menggiurkan untukmu. Ya karena kamu suka makan dan jajan tapi tidak membuatmu kenyang. Kota kecil yang pernah jadi tujuan kita menua, hingga pembahasan itu tidak ada sama sekali dan sekarang kamu akan mengunjunginya.
Ternyata usaha untuk tidak mau tau perihal kamu, sepertinya sia-sia. Muncullah keinginan-keinginan yang belum sempat aku wujudkan, tapi dengan sekuat perasaan mencoba menghilangkan.Â
  Bersambung…….
Di kepalaku ada ribuan kata-kata yang sulit tersusun untuk menerka pikiranmu, dan tanda baca yang tidak beraturan karena kamu memilih diam
karena kita bukan lagi sama dan kamu tidak mengijinkan aku untuk berusaha
Rasanya ingin pulang ke rumah membawa keluh dan kesah, tapi tidak semua rumah jadi tempat yg bisa menampung semuanya bahkan rumah itu sdh sesak dgn cerita seorang.
Terkadang juga capek menjadi rumah, yg hanya menjadi tempat singgah cerita², tapi terkadang rumah juga butuh waktu untuk ceritanya sendiri agar tidak berputar-putar di atapnya.
Iya tau setiap orang pasti punya masa dimana ceritanya tidak ada yg bisa mengerti karna kesibukan. Tapi masa iya kamu sibuk benar² sibuk ya? aku rasa semua orang tidak ada yg benar² sibuk deh. Hanya perihal prioritas dan meluangkan untuk orang yg dianggap berharga bagi hidupnya.
Rasanya akhir-akhir ini merasa menjadi orang paling sendiri, iya kamu ada tetapi terasa sdh entah kemana.
Apakah aku masih berharga?
Pertemuan kita pasti tlah direncanakan,
Saling mengenal, merencanakan rencana lain untuk bersama awalnya sangat menyenangkan kemudian timbul rasa yg tak bisa saya kendalikan hingga sedih itu perlahan datang.
Harusnya tidak ada yg salah menyanyangi sesorang, itu semua di luar kendali. Tapi seseorang yg akan saya titipkan rasa itu ternyata belum siap. Apa boleh kata, memaksakan bukanlah jalan yg baik.
Kalau di ingat-ingat memang lucu, kita sering bersebrangan pemikiran bahkan hal remeh seperti perdebatan soal selera makan, kamu yg selalu suka makanan pedas dan saya selalu sakit perut ketika memakannya. Pernah juga nonton film horror, malah jadi bahan ledekan untuk saya. Sedari film akan dimulai saya lebih sering menundukkan kepala karna tidak suka, bukan karna takut ya hehehe
Hal-hal seperti itulah yg sekarang saya rindukan, bukan ingin memperbaiki yg kurang menyenangkan untuk melangkah kedepan saja rasanya langkah kita menuju persimpangan.
Saya tidak akan memaksakan, menuliskan cerita baru dengan tokoh yg sama. Bukan perkara menarik atau tidak, tapi bersediakah tokoh tersebut menjalin cerita bersama saya.
Kalau di tanya berharap apa tidak, terang sudah saya pasti berharap untuk menjadikan kisah yg berending Indah.
Ya kalau tidak, ya gpp hidup harus terus berlanjut.
Gpp juga terus menyanyangi seseorang, gpp juga terus berharap kebahagiaan akan datang, dan gpp juga jika pilihan terakhir hanya saling mendoakan dari kejauhan :))

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selamat malam yg mungkin mulai jenuh mendengar keluh, membuat diri perlahan runtuh.
Pernah berkata akan menjadikan rumah untuk berserah, tapi tidak akan pernah ada menetap pada rasa yg mulai tak beratap.
Pintu sdh terbuka dgn asa yg tak terjaga, seseorang diluar sana tlah bersedia membantu merapikan apa yg akan di bawa.
Seakan percuma mencoba menutup pintu supaya terjaga, nyatanya tetap terbuka.
Atau mungkin, kita yg tak bisa memperbaiki asa dan rasa yg tersisa.
Kita seperti pada kereta yang sama dengan pemberhentian berbeda.
Setidaknya kita pernah sepakat untuk satu tuju hingga waktu itu katamu aku terlalu egois tanpa bertanya dahulu.
Kita ini apa, akan menuju kemana.
Sekarang? Aku lega melihatmu sudah ada seseorang yang menunggu di pemberhentian yang kamu pilih,
dan aku akan terus melaju menuju rangkaian naskah panjang bersama peran-peran baru
Tidak ada lagi namamu