Jika ada satu nikmat yang tak pernah berhenti kusyukuri kepada Allah, itu adalah kenyataan bahwa aku dilahirkan oleh ibuku. My biggest flex in life is being her son. Ya Allah aku bersyukur engkau berikan kehidupan melalui rahimnya. Aku bangga menjadi anaknya. Jika diberi kesempatan mengulang lagipun, tetap aku pilih dia menjadi ibuku..
Ibuku, merawatku sendirian. Meski aku yatim dari kecil, hidupku selalu cukup, tak pernah kekurangan. karna ibuku mengusahakan semua yang terbaik untukku. Aku tidak bisa membalas seluruh jasa-jasanya. Hanya doa yang selalu kupanjatkan, memohon agar engkau mengampuninya ya Allah.. memuliakannya. Menyayangi dan merahmatinya..Β
Aku bangga menjadi anaknya.
Tak ada yang mampu kuberikan untuk membalas semua jasanya. Tak ada amal yang sebanding dengan waktu yang ia habiskan menjagaku, serta doa yang ia panjatkan demi masa depanku. Yang kini dapat kulakukan hanyalah terus mengangkat kedua tanganku kepada-Mu. Memohon agar engkau merahmati ibuku ya Allah..
Ya Allah, ampunilah seluruh dosa ibuku. Lapangkan kuburnya, terangilah dengan cahaya-Mu, jadikan ia termasuk penghuni taman-taman surga-Mu, dan muliakan tempat kembalinya. Limpahkan kepadanya rahmat yang tak bertepi, kasih sayang yang tak pernah putus, dan pertemukan aku dengannya kembali di Jannah tanpa hisab dan tanpa azab. Ya Allah, jika ada sedikit kebaikan dalam diriku hari ini, semua itu adalah didikannya, pengorbanannya, dan doa-doanya. Jangan biarkan seluruh jerih payahnya sia-sia karena kelemahan dan silapku..
Jadikanlah aku anak yang terus mengalirkan pahala untuknya. Bimbing aku menjadi lebih taat, lebih ikhlas, lebih lembut hati, dan lebih dekat kepada-Mu. Jadikan setiap salatku, setiap ayat yang kubaca, setiap ilmu yang kubagikan, setiap sedekah yang kuberikan, dan setiap amal yang kutunaikan menjadi cahaya berupa amal jariyah yang terus mengalir ke dalam kuburnya.
Bantu aku menjadi versi terbaik dari diriku, agar setiap langkahku dapat meringankan beban ibuku di akhirat dan menjadi hadiah yang tak pernah berhenti untuknya hingga napas terakhirku. Ya Allah, jangan biarkan aku menyia-nyiakan amanahnya, menjauh dari ajaran yang telah ia contohkan seumur hidupnya. Jadikan hidupku sebagai bukti bahwa didikannya, budi baiknya mengalir terus tidak pernah sia-sia.
My greatest honor will always be this:
I was, and forever will be, her son.
Ada satu kenangan tentang Mama yang tak pernah benar-benar pergi dari ingatanku.
Suatu hari, aku baru pulang kuliah, saat memasak untuk kami, tangan mama tertusuk tulang ikan. Lukanya cukup dalam hingga darah terus mengalir. Wajahnya meringis menahan nyeri. Orang lain pasti akan berhenti, membersihkan lukanya, atau memutuskan membeli makanan jadi.
Tetapi ibuku tidak.
Sambil menahan rasa sakit dengan tangan yang masih berdarah, ia tetap melanjutkan masakannya. Bahkan ketika harus menggiling cabe dengan tangan yang terluka, ia tetap menyelesaikannya. Bukan karena tidak merasakan sakit, melainkan karena ia tidak ingin mengurangi sedikit pun kasih sayang yang telah ia siapkan untuk anak-anaknya. Baginya, makanan itu bukan sekadar hidangan. Itu adalah bentuk cinta yang ingin ia sempurnakan.
Ya Allah, Engkau menjadi saksi setiap pengorbanan yang tak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Merawat kami, membesarkan kami, menyekolahkan kami. Jangan biarkan satu tetes darah, keringat dan air mata yang jatuh demi keluarganya berlalu tanpa balasan. Jadikan semuanya sebagai pahala yang terus mengalir untuknya. Angkat derajatnya, lipatgandakan ganjarannya, ampunilah seluruh dosanya, dan tempatkan ia di tempat yang paling mulia di sisi-Mu..
Cinta dan pengorbanannya hadir mulai dalam hal-hal sederhana, salah satunya lewat masakan yang ia sajikan. Di tangannya, makanan menjadi kenangan yang tak pernah benar-benar hilang dari hati orang yang pernah menikmatinya.
Masakan ibuku tiada duanya. Dan aku mengatakan ini bukan semata-mata karena ia adalah ibuku, tetapi karena memang begitulah adanya. Siapa pun yang pernah makan masakannya akan mengingatnya. Teman-teman dekatku masih membicarakannya hingga hari ini. Belasan, bahkan puluhan tahun telah berlalu, rasa itu tidak pernah benar-benar pergi dari ingatan mereka.
Dulu saat pulang sekolah, tiada yang lebih tentram selain mendengar batu giling beradu ketika mama memasak. Suaranya khas dan menentramkan. begitu terdengar kuali mulai mendesis, disusul harum masakan yang perlahan memenuhi seluruh rumah. itu salah satu moment terindah di hidupku yang kini paling kurindu.
Gulai ayam buatan Mama selalu menjadi juara di hatiku. Hingga hari ini belum kutemukan tandingannya. Tahu kecapnya memiliki kelezatan yang tak pernah kutemukan lagi di tempat lain. Selada dan belut lado mudo racikannya masih sering disebut oleh teman-temanku, menjadi kenangan yang tak bisa dihapus waktu. Ikan singgang di daun Mama begitu paripurna, susah ditiru karna rasanya begitu autentik.. Ikan sarai balado dengan gulai pucuk ubi adalah hidangan yang selalu membuatku menambah nasi. Belum lagi gulai buncis dengan hati ayamnya yang begitu kaya rasa. Dendeng lambok buatan Mama lezat tiada tara. Tidak lupa juga gulai tapak leman yang tiada duanya.
Kini aku sadar, yang mengenyangkan kami bukan hanya makanannya. Yang memenuhi memori kami adalah kasih sayangnya. Yang menghangatkan rumah kami bukan hanya masakannya, tetapi hati seorang ibu yang selalu ingin memastikan setiap orang terpenuhi asupan makanannya. Anak-anaknya, teman-teman anaknya, siapa pun yang datang ke rumah, selalu mendapat tempat di meja makan kami.
Barangkali kami hanya melihat sepiring makanan. Tetapi di sisi-Mu, ya Allah, setiap nasi yang ia tanak, setiap lauk yang ia bersihkan, setiap bumbu dan cabe yang ia giling, setiap jerih payah ketika memasak dan setiap hidangan yang ia sajikan adalah amal yang Engkau hitung dengan sempurna.
Ya Allah, jangan biarkan satu pun cinta yang pernah ia hidangkan berakhir sebagai kenangan semata. Jadikan setiap rasa kenyang yang pernah ia berikan kepada kami sebagai saksi yang membelanya di hadapan-Mu. Bila ada tubuh yang dahulu dikuatkan oleh masakannya lalu tubuh itu kemudian mendirikan salat, menuntut ilmu, bekerja mencari rezeki yang halal, berbuat baik, atau mengucapkan satu kalimat yang Engkau cintai, maka izinkan pahala dari semua kebaikan itu terus mengalir kepada ibu kami...
Ya Allah, balaslah kebaikan ibuku dengan balasan yang hanya layak diberikan oleh-Mu. Berikan kepadanya kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, kasih sayang yang tidak pernah habis, dan kedekatan dengan-Mu yang tidak dapat diukur oleh apa pun di dunia ini. Dan pertemukan kami kembali di akhirat. Jangan biarkan ingatanku dan kakak-kakaku sebatas perpisahan yang pernah kami tangisi, tetapi gantilah dengan keyakinan ketika kami dikumpulkan kembali, yang pertama kami lihat adalah senyuman Mama kami yang telah Engkau sempurnakan kenikmatannya di sisi-Mu.
Amin ya robbal alaminβ¦.







