Dan Ramadan sudah hari ke-15.
Ya Allah, maafkan bila ibadahku belum maksimal, belum sempurna. Pun aku tidak tahu, apakah aku masih berjumpa Ramadan berikutnya.
Ya Allah, terimalah ibadah puasa kami.
Kamis, 5 Maret 2025
$LAYYYTER
ojovivo

Kaledo Art

Andulka
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Peter Solarz
taylor price
tumblr dot com
will byers stan first human second
RMH
One Nice Bug Per Day
Cosmic Funnies
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open


roma★
todays bird
sheepfilms
trying on a metaphor
NASA
🪼

seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from United States

seen from Argentina
seen from Spain

seen from Argentina

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
@riakarnilis
Dan Ramadan sudah hari ke-15.
Ya Allah, maafkan bila ibadahku belum maksimal, belum sempurna. Pun aku tidak tahu, apakah aku masih berjumpa Ramadan berikutnya.
Ya Allah, terimalah ibadah puasa kami.
Kamis, 5 Maret 2025

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setiap keistiqomahan dalam hal apapun pasti akan diuji, pun halnya keistiqomahan dalam jalan kebaikan. Banyak dari kita yang mungkin gagal ditengah jalan sebelum sampai ke titik akhir tujuan. Inilah yang kemudian perlu kita refleksi, sebenarnya apa yang menjadi penyebab dari kegagalan ini? Kita perlu bermuhasabah, meminta petunjuk dari-Nya, jangan-jangan selama ini kita salah dalam menentukan arah kemana kita ingin pergi. Sering kali, kegagalan kita bukan semata karena beratnya ujian, melainkan karena lemahnya pondasi niat yang kita bangun sedari awal. Niat yang tidak murni karena Allah akan mudah goyah ketika dihadapkan pada godaan duniawi. Baik itu rasa lelah, rasa malas atau kecewaa terhadap manusia. Padahal, istiqomah sejatinya bukan hanya soal berjalan lurus tanpa henti, tetapi juga tentang kita berusaha kembali setiap kali kita tergelincir. Jalan kebaikan memang panjang, penuh onak duri, dan seringkali minim apresiasi. Justru di sanalah Allah menguji:
"Apakah kita berjalan demi-Nya, atau demi pandangan sesama manusia? Apakah kita melangkah dengan sabar dan tawakal, atau hanya mengikuti semangat sesaat yang mudah padam?" Maka, bermuhasabah menjadi kunci. Menyadari bahwa istiqomah itu tidak lahir dari kekuatan diri semata, melainkan dari pertolongan Allah yang meneguhkan hati. Di setiap langkah, kita perlu berdoa: “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.” , karena tanpa penjagaan-Nya, kita hanyalah manusia yang mudah lemah, mudah menyerah, dan mudah berpaling. Pada akhirnya, istiqomah bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu tetap bertahan hingga akhir, meski jalannya perlahan namun konsisten.
Semoga Allah meridhoi langkah-langkah baik yang sedang kita upayakan. Menjadi diri yang lebih baik, mengejar kehidupan yang lebih layak, apapun itu. Wallahua'lam.
Ketika cinta bersumber dari kesucian jiwa, maka kebersamaan tak lagi sekedar pertemuan dua insan, melainkan pertemuan dua ruh yang saling menyempurnakan. Segala yang dilakukan bersama menjadi bagian dari doa yang diam-diam naik ke langit. Inilah cinta yang tidak melalaikan, tetapi justru mengantarkan kepada Tuhan
Akar dari kebijaksanaan adalah rasa takut kepada Allah, bukan pengetahuan. Karena itu sering kita temui orang yang punya banyak pengetahuan namun hanya memiliki sedikit kebijaksanaan.
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
Apa pun yang tak ditujukan untukku, yang tak pernah menjadi rumah bagi jiwaku, akan kulepaskan dengan tenang. Sebab aku percaya, melepaskan bukan kehilangan, melainkan memberi ruang agar yang benar-benar untukku bisa menemukan jalan pulang.
Bandung, 27925.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jadi apapun kamu,
Tetap jadi orang baik dan bermanfaat untuk sesama makhluk-Nya 🌻
#riakarnilis
Semakin dekat impian yang ingin kita tuju, seolah tinggal sejengkal jarak antara harapan dan tujuan, malah semakin merasa pasrah akan keputusan yang terbaik yang bakal Allah kasih nanti. Lepas dari pengharapan pada makhluk-Nya nyatanya memang lebih menenangkan. Maka dari itu, apapun ya Allah, asal Engkau ridho.
Rumah untuk Luka dan Tawa
Carilah tempat, bukan sekadar atap atau dinding yang berdiri gagah, tapi ruang di mana hatimu boleh bernafas apa adanya. Tempat di mana kekuranganmu tidak diadili, di mana rapuhmu bukan bahan cemooh, melainkan dipeluk erat dengan dekap yang paling melekat.
Jangan mencari singgasana yang memaksamu duduk tegak, menahan napas, menjadi sempurna di mata yang selalu menilai.
Tempat yang benar adalah yang tak meminta topengmu terus terpasang, yang tak menuntutmu menjadi versi lain dari dirimu. Apalagi sampai memaksamu menjadi orang lain yang bahkan tidak kamu kenali.
Carilah tangan yang tak hanya menggenggammu saat kau bersinar, tetapi tetap erat meski kau tenggelam dalam kelam.
Tak mengenal daftar syarat, ia hanya ingin kau pulang, dengan luka dan tawa yang sama-sama diterima.
Wakafa billahi syahida; Cukuplah Allah sebagai saksiku, ridhaNya menjadi tujuanku dan aku sama sekali tidak membutuhkan validasi manusia.
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah: 5)
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)
Kadang, kepenatan hidup bukan hadir karena kita kekurangan sesuatu, tetapi karena kita terlalu banyak menggenggam hal yang tidak perlu.
lepaskanlah, ikhlaskanlah, dan berdamailah dengan semuanya. Sebab pikiran dan perasaan kita berhak untuk merasakan ketenangan.
@milaalkhansah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gerimis subuh (V)
Ada banyak sekali pinta yang pernah dan akan selalu dipanjatkan kepada Allah dalam doa-doa,
Saking banyaknya, diri ini pun kadang lupa apa saja isi doa-doa yang pernah terucap itu,
Tetapi Allah, Maha mendengar semuanya dan Maha mengetahui segalanya.
Dan seluruh doa-doa itu tersimpan dengan teliti di sisi-Nya.
Dan Allah selalu memberi dan menjawab doa-doa itu dalam tiap-tiap detik yang berdetak;
dalam bentuk banyaknya nikmat dan kebaikan tak terhingga, yang mungkin hanya kita sadari sedikit dan sisanya lebih banyak tidak disadari tentang betapa luasnya curahan kasih sayang Allah.
Bahwa kehidupan yang Allah titipkan ini amat sangat berharga, setiap waktunya. Jadi, jika ada ujian yang rasanya amat berat menimpa diri, jangan mudah menyerah dan putus asa ya! Karena kebaikan yang Allah beri selalu lebih besar dari ujian itu sendiri.
Menuju subuh yang gerimis, 29 Maret 2025 04.45 wita
Semoga akan datang hari di mana kamu tidak perlu lagi berusaha sekeras itu hanya untuk dicintai. Hanya untuk dipedulikan. Kamu tidak perlu lagi mengemis dan memohon agar seseorang melihat dan menyayangi dirimu. Kamu tidak perlu mengubah apa pun dari fisikmu hanya karena merasa bahwa menjadi berbeda adalah sebuah syarat untuk bisa dicintai. Semoga akan datang hari di mana, kamu akan merasa baik-baik saja dengan cintamu ke diri sendiri.
Bersamalah dengan seseorang yang apabila kita menghabiskan waktu dengannya dapat membuat kita lebih dekat dan taat kepada Allah. Baik dalam hal pertemanan maupun pasangan hidup. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.
Untukku terlebih dahulu.
Bandung, 28 Maret 2025
75/365 | @monicasyarah
هناك اختلاف بين 'الاعجاب' و 'الحب' ! اذا اعجبتك “ورده” ستقطفها ولكن اذا احببتها سوف تسقيها كل يوم
Terdapat perbedaan antara 'kagum' dan 'cinta'. Sekiranya engkau mengagumi bunga mawar, kau akan memetiknya. Namun jika kau mencintainya, kau akan menyiramnya setiap hari.
Kita "telanjang bulat" di hadapan diri kita sendiri.
Seseorang bisa lari dari dunia, tapi tidak bisa menghindari tatapan di cermin. Di sana, semua rahasia terungkap, kekurangan terekspos, setiap pelarian teringat, dan semua penghindaran terasa nyata. Kalau kamu cari sorot mata yang paling menghakimi, seringkali itu datang dari diri sendiri.
Tapi ironisnya, kadang seseorang justru ingin menatap dirinya sendiri dengan nyaman. Dalam bayangan itu, mereka mencari ketenangan, berharap bisa melepaskan rasa bersalah yang menekan. Mereka ingin rasa malu yang menyelubungi, memudar di langit-langit hati. Mereka ingin larut dalam tatapan yang mengenal mereka lebih dari siapa pun. Mereka ingin merasa utuh di mata yang benar-benar menerima dan merindukan mereka apa adanya. Mereka ingin menemukan pengertian di tempat yang paling mereka harapkan: di dalam diri sendiri.
Ya, manusia memiliki hubungan yang kompleks dengan ingatannya. Kita mengingat banyak hal, tapi kita juga lupa. Dan dalam banyak hal, lupa adalah anugerah. Kelupaan memberi ruang untuk bergerak maju dan melepaskan beban yang seharusnya tidak terus-menerus kita pikul.
Pilihan untuk menyimpan suatu pengetahuan, pengalaman, dan informasi, erat kaitannya dengan persepsi relevansi dari pengetahuan tersebut. Orang-orang cenderung enggan mengetahui atau menyimpan informasi yang menurut dia tidak relevan. Kesadaran relevansi ini bagus sebab orang jadi lebih efisien dalam menggunakan memorinya, tidak dibuang-buang untuk informasi yang tidak penting.
Tapi pernahkah kamu dengar tentang "pelupa yang buruk"? Mereka yang kata para ilmuwan, adalah penjaga sekaligus tahanan dari ingatan mereka sendiri?
Sebenarnya ingatan orang ini sama selektifnya dengan ingatan kita. Sama-sama menyimpan hal-hal yang menurutnya penting. Hanya saja mereka jauh lebih pandai dalam menyimpan dan mengingat kembali ingatan-ingatan tersebut.
Namanya Jill Price. Dia adalah orang pertama yang didiagnosis dengan memori autobiografi yang sangat unggul (Highly Superior Autobiographical Memory/HSAM) atau Hyperthymesia. Dia bisa mengingat kejadian 20 tahun lalu sejelas kejadian dua hari yang lalu. Masalahnya, ingatan itu tidak hanya muncul saat dia mau, tapi sering datang sendiri tanpa kendali.
Menurut Jill, ia seperti hidup dengan layar terpisah: di sisi kiri adalah masa kini, di sisi kanan adalah gulungan kenangan yang terus bergulir, masing-masing dipicu oleh munculnya rangsangan masa kini. Dengan begitu banyak kenangan yang selalu siap, hampir semua hal yang dilihat atau didengarnya bisa menjadi pemicu potensial. Dan itu bisa sangat menjengkelkan.
"Banyak orang menyebutnya sebagai anugerah, tapi saya menyebutnya sebagai beban. Saya memikirkan seluruh hidup saya setiap hari dan itu membuat saya gila."
Setelah Jill, para peneliti menemukan bahwa kondisi ini juga dialami oleh sekitar 60 orang lain di seluruh dunia. Mereka terjebak dalam labirin kenangan mereka sendiri. Jill mengatakan, semua orang punya persimpangan jalan dalam pikirannya, semacam percabangan what if yang kadang muncul, "Bagaimana jika saya mengambil keputusan yang berbeda?"
Bagi kebanyakan orang, semua itu hanya potongan-potongan samar. Mereka bisa melupakan, melepaskan, dan melanjutkan hidup. Tidak demikian bagi Jill. Ingatannya adalah peta penyesalan. Setiap pilihan yang pernah ia ambil tetap hidup di kepalanya, seperti jalan lain yang bisa saja ia lalui.
"Saya sering berpikir: bagaimana jika saya melakukan ini? Bagaimana jika saya pergi ke sana? Bagaimana jika saya memilih hal lain?"
Ringkasan keseluruhannya, ingatan dan lupa adalah dua sisi yang membentuk keseimbangan manusia. William James, salah satu pendiri psikologi modern, pernah menulis:
"Campuran aneh antara ingatan dan lupa adalah lunas yang membangun kapal mental kita. Jika kita mengingat semuanya, kita akan sama sakitnya seperti jika kita tidak mengingat apa pun." Dan mungkin itulah anugerah terbesar manusia: kemampuan untuk memilih apa yang ingin dikenang, dan merelakan apa yang sebaiknya dilupakan.
Ketika seseorang tidak bisa melupakan, pandangan dirinya menjadi tajam dan menghakimi tanpa ampun. Setiap sentuhan, aroma, suara, dan pemandangan yang familiar menyalakan kembali bara rasa malu yang lama. Orang tersebut basah kuyup oleh keringat mentalnya, kewalahan.
Dari sudut pandang ini, seseorang mulai menyadari bahwa melupakan adalah sebuah berkah. Bahwa ada keindahan dari melupakan. Melupakan adalah cara seseorang untuk bersembunyi dari diri mereka sendiri. Seseorang yang bisa melupakan akan terselubung dari tatapan mata mereka sendiri yang penuh celaan. Mereka terlindungi dari tatapan menyakitkan yang meneliti kekurangan mereka. Mereka tidak dapat mengganggu diri mereka sendiri.
Tampaknya melupakan dimaksudkan untuk melindungi seseorang dari celaan terhadap dirinya sendiri. Hal itu berfungsi sebagai tabir transparan terhadap kutukan yang paling tak terelakkan dan tak terelakkan. Allah sebagai Sattar al-Uyub, Sang Penutupi Kesalahan, tidak hanya menyembunyikan kekurangan kita dari orang lain, tetapi juga dari diri kita sendiri. Sehingga kita tidak merasa malu terhadap diri kita sendiri.
Agar kita tidak mempermalukan diri kita sendiri.
— Giza, menuliskan dan meneruskan kembali mediumnya Pak Senai Demirci, dengan sedikit tambahan elaborasi dan cross check.
A person can hide from everyone but cannot hide from themselves. They cannot avert their face from their own eyes. The man or woman looking…
Sumber tambahan: https://www.theguardian.com/science/2017/feb/08/total-recall-the-people-who-never-forget https://greymattersjournal.org/in-living-memory--understanding-hyperthymesia/

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
halo mas yunus, mau nanya nih. gimana cara membangun komunikasi yang baik di keluarga yang 'silent treatment'
Mengatasi Keluarga Silent Treatment
Menarik. Orang yang silent treatment itu memang super menyebalkan. Namun, ada kalanya kita harus melihat dari sisi lain, dengan pendekatan lebih empati terhadap mereka. Sebab, ada berbagai alasan kenpa seseorang memilih silent treatment sebagai 'penyelesaian' masalah.
Misalnya, seseorang menjadi silent treatment karena kesulitan mengungkapkan perasaan, atau pengalaman di masa lampau yang jarang di dengar, pernah kecewa dengan keadaan, dsb. Who knows? Oleh karenanya, jika kunci kelanggengan hubungan adalah adanya interaksi yang terus diupayakan setiap pihak, maka...
...harus ada yang ngalah untuk memulai :)
Bagaimana Caranya?
Jika konflik baru terjadi, lalu dia memilih diam, berikan terlebih dahulu ruang dan waktu untuknya menenangkan diri.
Jika kondisi batin sudah membaik, terlihat dari sikap dan raut mukanya, coba mulai buka obrolan. Ingat, membuka bukan menjudge ya.
Mulai dengan pertanyaan "Ayah/Ibu kenapa mendiamkanku? Apakah aku ada salah?". Saya pernah dulu tidak ada angin tidak ada hujan didiamkan Umi. Kalau soal Umi, saya pokoknya harus segera cari tahu. Saya mulai dengan pertanyaan itu, "Umi aku ada salah ya sama Umi?". Beliau mengangguk. "Umi mau cerita? Barangkali biar aku bisa lebih hati-hati kedepannya." Dijawab? Enggak. Malah nangis sambil meluk haha. Habis itu baru cerita.
Ketika dia mulai bercerita, salah atau benar anggapan mereka, untuk sementara waktu dengarkan dulu. Biarkan dia mengeluarkan semua uneg-unegnya. Tujukkan sikap bahwa perasaan mereka valid dan penting.
Terakhir, ketika kamu sudah menemukan jawabannya. Puji dia. "Aku senang terus terang, jika Ayah atau Ibu, misal ada apa-apa cerita."
Terakhir, konsisten dan sabar. Mengubah kebiasan itu persoalan yang amat sangat susah, butuh kesabaran ekstra. Apalagi melakukan perubahan besar semacam itu.
Melelahkan emang, tapi mau bagaimana lagi? Kunci kelanggengan hubungan lagi-lagi adalah tentang bagaimana upaya saling menguatkan diantara semua pihak. Kadang ada momennya ngalah dulu, harus berdarah-darah dulu, namun percayalah nggak ada yang sia-sia.
Wallahua'lam.
Adegan Dewasa yang Tak Disangka
Hal yang tak pernah kusangka saat dewasa adalah menyaksikan bagaimana rumah tangga teman (yang dikenal) berguguran. Sebabnya macam-macam, tapi sebagian besar karena kurangnya komitmen salah satunya. Kurangnya komitmen ini bentuknya macam-macam, mulai dari pengabaian hingga perselingkuhan.
Hal yang kemudian menjadi sulit bagiku saat menjalani kehidupan orang dewasa adalah saat dua orang yang rumah tangganya gugur ini, kukenal semua. Saat dulu masih remaja, dimana kami bertemu, ngobrol, diskusi dan segala macam hingga akhirnya mereka menikah kami pun datang ke hari pernikahannya.
Adegan dewasa seperti ini, tak pernah diajarkan sebelumnya tentang bagaimana aku harus menyikapinya.
Ditambah, melihat fenomena kurangnya komitmen dalam pernikahan begitu bertebaran di media sosial. Dari mulai KDRT yang disiarkan, perselingkuhan, dan berbagai macam hal yang kupikir dulu aku akan jauh dari lingkaran kejadian seperti itu tapi ternyata justru terjadi di lingkaran pertemananku.
Penilaianku terhadap beberapa orang yang pernah kukenal di masa lalu telah sepenuhnya berubah disebabkan oleh bagaimana ia merusak pernikahannya, bagaimana ia memperlakukan pasangannya, dan serupa itu.
Pernikahan sendiri bukan hal yang mudah buat dijalani. Selain tidak mudah bagi kita, itu juga ditambah dengan upaya setan untuk berusaha menceraikan suami dan istri. Ditambah dengan media sosial yang menyuarakan berbagai macam value yang tidak sejalan dengan islam (karena saya muslim, saya pake value ini).
Value pribadi yang lahir dari luka dan trauma, dianggap sebagai kebenaran umum dan semua orang harus seperti dia. Dan dengan kosongnya ilmu dan komitmen dalam pernikahan, seseorang menelannya mentah-mentah. Menjadikannya panutan, tanpa sadar telah menghancurkan rumah tangganya sendiri.
Naudzubillah. Semoga kita diberikan keselamatan dalam menjalani satu fase penting dalam kehidupan ini, kehidupan berumah tangga yang sungguh-sungguh sakinah, mawadah, warahmah. Aamiin