Haji 1445H - d's story part 3
Asrama haji. Dari dulu aku penasaran apa isi di dalam asrama haji. Di padang, lokasi asrama haji sering aku lewati walaupun tidak pernah masuk ke dalam. Akhirnya tiba juga hari dimana aku akan masuk ke area tersebut.
Titik kumpul KBIH ku adalah di masjid yang cukup jauh dari rumah (sebenarnya aku nggak daftar KBIH, tapi karena satu dan lain hal dimasukkan Kemenag ke salah satu KBIH). Setelah packing yang pastinya tidak mudah (bahkan ada yg buat list sampai 99 item lol), akhirnya aku berangkat sebelum subuh ke titik kumpul dengan diantar keluarga. Menggiring koper besar, masuk ke area parkiran masjid yang sudah dipenuhi bus-bus besar. Deg-degan.
Jamaah diminta masuk ke dalam masjid, ada sambutan dan arahan sedikit, lalu kami diarahkan naik bus untuk kemudian berangkat bersama ke asrama haji. Aku yang berada di regu 1 dan rombongan 1, masuk ke bus 1, dan menjadi orang yang pertama masuk ke dalam bus itu. Haha.. mayoritas jamaah lain berpamitan cukup lama dengan keluarganya
Akhirnya kira-kira pukul 7 kami sampai di asrama haji. Ketika turun kami disambut oleh petugas haji lalu menunggu semua jamaah (yg terdiri dari 11 rombongan atau 44 regu) untuk berkumpul. Kita diarahkan secara bergiliran untuk tes kesehatan (urin), pembagian paspor, nomor manifest, uang saku, dan gelang haji. Setelah itu jamaah dapat beristirahat di kamar masing-masing. Satu kamar berisi 4 orang dengan dua kamar mandi. Di atas kasur disediakan beberapa perlengkapan haji yang diperlukan, seperti botol semprot air, masker, sanitizer, tasbih dsb. Tapi jujur saja sebagian besar barangnya tidak aku bawa karena i) sudah dibeli sendiri dan ii) barang kita sudah banyak, sulit untuk menambah bawaan haha.
Jika sudah berada dalam asrama haji, jamaah tidak boleh keluar area karena kita sudah menjadi tanggung jawab petugas haji. Jamaah masih bisa bertemu dengan keluarga di dekat gerbang masuk. Keluargaku datang di sore hari untuk melihat keadaan dan membawakan beberapa kue kecil hehe. Karena pesawat akan berangkat sebelum subuh keesokan hari, jadi kami diminta untuk tidur sebentar di malam hari dan jam 1 malam diminta berkumpul kembali ke aula.
Tapi jam 11 malam, jamaah sudah mulai bergerak ke aula.. meninggalkan kasur dan selimut untuk mengantri di depan pintu yang bahkan belum dibuka.. *sigh
Terpaksa aku juga ikut mengantri dan antriannya seperti biasa tidak jelas yang mana ha ha.. aku menunggu satu jam baru bisa masuk ke aula asrama karena di depan pintu ternyata dilakukan pemeriksaan satu per satu seperti ketika akan naik pesawat. Harusnya waktu antriannya ditetapkan per rombongan saja supaya jamaah tidak menumpuk dan menunggu terlalu lama.
Kemudian kita naik bus kembali dan langsung menuju pesawat. Jadi nggak masuk ke bandara dan menunggu di ruang tunggu seperti biasanya. Aku sudah sangat mengantuk. Badan juga mungkin cukup tegang karena berangkat sendirian. Aku pun tertidur. Akhirnya kami sampai dan naik tangga pesawat. Koper kecil yang kita bawa dari asrama diserahkan ke porter yang sudah berdiri teratur di tangga. Jadi kita hanya perlu naik tanpa mengangkat koper โ hal yang patut diapresiasi karena sangat membantu jamaah terutama lansia.
Ketika sudah sampai di dalam dan menyebutkan nomor manifest, aku diarahkan untuk ke bagian kiri. Ternyata alhamdulillah aku duduk di kelas bisnis.
For the first time in forever, diri yang sudah mulai oleng ini bisa duduk dengan nyaman dan leluasa untuk perjalanan jauh 9 jam ke depan. Alhamdulillah
Di dalam pesawat aku memutar beberapa video manasik haji agar semakin banyak ilmu yang bisa dipraktekkan. Yang paling penting kita juga harus tau hikmah dari ritual umrah dan haji yang dilakukan. Apa hikmah dari tawaf, hikmah doa khusus yang kita baca ketika tawaf, hikmah dari sai, kemudian istimewanya hari arafah, apa makna bacaan talbiyah dst. Manasik ustad Adi Hidayat sangat recommended <3
Ohiya, karena kami langsung menuju Mekkah jadi miqot umrah dilakukan di atas pesawat ketika melewati daerah Yalamlam. Bapak-bapak mengganti pakaian ihram di atas pesawat, sementara ibu-ibu sudah memakai pakaian ihram sejak awal (baju biasa yang menutup aurat).
Finally, jamaah kloter 12 Padang tiba di tanah suci Mekkah :")