This period was over. thx
Sade Olutola

Product Placement

Kiana Khansmith

Kaledo Art
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣
DEAR READER

Andulka
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩

JBB: An Artblog!
cherry valley forever
ojovivo
I'd rather be in outer space 🛸
we're not kids anymore.
AnasAbdin
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
KIROKAZE

seen from TĂĽrkiye
seen from United States
seen from TĂĽrkiye
seen from Singapore

seen from Poland
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Belgium
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Iraq
seen from Iraq

seen from Iraq

seen from United States

seen from United States
@primiski
This period was over. thx

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mood
susah mungsuh zuki
Stop Climate Change from Yourself
Mood
Maybe we're perfect strangers Maybe it's not forever Maybe the night will change us Maybe we'll stay together Maybe we'll walk away Maybe we'll realize We're only human Maybe we don't need no reason
- Jonas Blue

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
10 Fakta Perubahan Iklim
Baru baru ini dosen saya mengingatkan kita bahwa setiap berita atau informasi haruslah memuat pesan utamanya. Hal ini dapat berfungsi menjadikan media penyampaian yang berbeda. Kampanye lingkungan contohnya. Disetiap kampanye selalu ada tagline atau copywrite yang heboh untuk menarik audiens untuk membaca. Sebelum itu, mari kita kulik 10 fakta tentang perubahan iklim yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung (dalam jangka waktu panjang)yang saya himpun dari berbagai sumber melalui mesin pencarian Google.
 Selama 50 tahun ini sejak bumi tecipta manusia menimbulkan gas CO2 dan meningkat sebesar 30% hingga saat ini.
Cuaca menjadi berkembang ekstrem mempengaruhi langsung kehidupan manusia. Cuaca dalam tahun terakhi berubah menjadi tidak wajar seperti timbul hujan badai yang lebat, erosi tanah yang cepat, dansegala badaiyang datang secara tiba tiba
Cuaca dingin ekstrem berkepanjangan menyerang Eropa bagian barat.
Peningkatan suhu yang menyebabkan penderita asma meingkat drasti hingga 300 juta orang hinga saat ini dari berbagai negara.
Permukaan air laut naik karena suhu meningkat, permukaan air laut naik hingga 60 km darigaris pantai.
Pola air hujan menjadi acak susah untuk ditebak.
Stok air bersih mula langka diberbagai daerah atau negara disebabkan berbagai bencana alam yang menyerang.
Nyamuk Malaria pun populasinya ikut meningkat dan menyebabkan kematian hingga 3 juta jiwa sejak 2004 di wilayah Afrika.
Imunitas tubuh orang tropis mulai melemah karena peningkatan suhu yang perlahan meninggi.
Emisi dari fenomena efek rumah kaca menyebabkan penyakit pernafasan dan kardiovaskular menjadi semakin berbahaya.
Nah diatas sudah disebutkan data dari 10 Fakta tentang perubahan iklim, dimana sedikit banyaknya memang disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri. Itu berarti manusia memegang peranan penting kepada akibat akibat kepunahan manusia itu sendiri. Dan dari masalah masalah diatas, saya sebagai mahasiswa DKV akan mengeluarkan kampanye lingkungan dengan tagline seperti dibawah ini.
Maaf
  Masih teringat tiga minggu yang singkat begitu membekas. Tak tahu berapa kali terucap namun tak mengobati. Aku tahu memang tak mudah menjalani hari hari dengan keterpurukan lagi dan lagi. Semangat itu hanya menjadi uap. Sudah tiga tahun semenjak kami mengangkat Juara itu, dan dua tahun kami mengangkat lagi di posisi Tiga kini kami kembali tersungkur dengan pasukan antah berantah. Maaf, maaf, maaf, maaf dan maaf lagi aku sematkan untuk semua yang memberi harapan setinggi tingginya, memberi semangat dengan hangatnya, dan memberi dukungan dengan giatnya. Aku tahu ini bukanlah akhir, namun serasa hampa. Ijinkan aku kawan, memberi harapan itu sekali lagi, ijinkan untuk memberi bukti dikesempatan terakhir ini. Aku harap kawan kawan masih memberi dukungan yang sama seperti dua tiga tahun lalu, aku harap kawan kawan masih memberi doa untuk modal semangat. Barangkali yang terakhir bisa membuat kawan senyum bangga. Ijinkan aku ya tuhanku untuk memberi secuil kenangan manis sebelum aku pergi meninggalkan skuad hebat yang menemaniku selama ini. Sekali lagi maaf, maaf, maaf, aku sematkan. Semoga beruntung di tahun depan.
Cilok : Kecil Elok
Terkadang kekuatan seseorang bukan tercipta melalui sebuah motiivasi, tetapi bagaimana orang tersebut kukuh pada kekuatannya sendiri
Sore adalah waktu dimana banyak orang menanti kehadirannya. Disaat matahari tak lagi terik dan disaat angina dengan ikhlas berhembus tanpa henti. Suasana sejuk menggantikan hangatnya siang menyertai datangnya sore. Tak terkecuali aku yang kecil ini. Sore adalah waktu favoritku. Karena di waktu itulah saat saat aku menunggu bapak penjual cilok di pinggir lapangan, dengan cilok yang lezat jajanan khas bocah ingusan untuk sekedar mengganjal lapar di waktu bermain. Selalu kunanti dan kucari. Aku memanggilnya Mang Danang. Entah meski usianya menapak kepala tiga yang tidak lain adalah paruh baya dia tetap saja dipanggil dengan sebutan mamang, mungkin karena Mang Danang berparas bersih meski tidak putih dan suka bercanda sehingga raut wajahnya awet muda.
 Dengan candaan andalannya mang danang melayani pembeli yang juga warga sekitar dusun. Ramainya anak anak bermain seusiaku di lapangan membuat mang danang selalu pulang dengan rombong yang kosong. Itulah mengapa mang danang suka berjualan disini. Dengan outfit yang gaul, tidak susah menemukan mang danang berjualan disini, terlebih hanya dia yang berjualan cilok karena yang lain berjualan minuman. Usul punya usul mang danang memiliki satu anak yang sedang bersekolah di bangku SD. Dia juga pernah bercerita bahwa ia takpernah menginginkan anak itu hadir didalam kehidupannya, dengan kata lain yang disebut anak mang danang adalah bukan anak kandungnya. Ya, mang danang belum menikah. Ia menemukan sosok bayi tak berdosa pada saat berprofesi menjadi kuli bangunan dulu, dengan kasih yang besar mang danang mengambil keputusan menjadikan bayi temuan itu menjadi anaknya sendiri. Walau belum memiliki istri mang danang amat sangat mengerti mengasuh seorang anak dan menyayanginya walau pekerjaanmya hanya penjual cilok.Â
Pernah suatu ketika mang danang jatuh bangkrut karena hasil jualannya dirampok oleh kawanan penjahat yang keji. Mang danang juga menderita luka yang cukup serius sehingga membuat jari kelingkingnya putus. Mang danang terbuat dengan tipe tidak mudah menyerah. Dengan semangat juangnya yang tinggi mang danang mengawali lagi karirnya menjadi kuli bangunan yang gajinya dijadikan modal untuk berjualan cilok kembali. Namun, lagi lagi ia menjalani hari harinya dengan tawa, takenal lelah ia menampakkan giginya yang mulai menguning.
Sudah 5 tahun kini aku berganti usia. Berganti pula rutinitas ku yang tidak hanya bermain. Aku mulai meninggalkan lapangan layaknya anak sma lainnya yang mulai fokus untuk menuntut ilmu. Sesekali aku pergi ke lapangan, aku taklagi melihat mang danang. Sudah 2 minggu aku menyempatkan waktu untuk sekedar mencari hawa dan mencari penjual cilok favoritku. Namun siapa sangka tak ada lagi yang berjualan cilok disana. Hanya ada es dawet dan penjual putu yang sedang ramai dikunjungi bocah ingusan yang lelah bermain bola. Sesaat aku sedih mungkinkah mang danang telah ..... "Adit" seketika aku menoleh dan aku terperanjat "Cari cilok pedas 5 cabai ya, itu ada diseberang jalan"
Ya itulah mang danang yang kini menghampiriku. Dengan menggunakan tongkat berjalan lincang namun lebar senyumnya tak pernah berkurang. Mang danang kini yang kutahu telah memiliki warung sendiri yang dikelola olehnya dan istrinya. Kulihat dari jauh memang ia telah memiliki seorang istri, dan juga anaknya telah memiliki adik kecil. Dengan senyum dan semangat aku memeluk mang danang "siap mang, dua bungkus besar bawa pulang ya."
I’m starting to feel the fall vibes :)
Buang Sial
Disaat tugas tugas yang berdatangan tumpuk menumpuk, gaada salahnya kalo kita rehat sejenak, Y x g kuy. Pengen rasanya pergi kesuatu tempat yang jauh biar hayati ini melepas lelah, contohnya Malang, Bali atau manapun. Tapiii, tipisnya waktu teringat lagi kita gabisa kemana mana hahaha. Akhirnya kuputuskan untuk sekedar keluar hang out bersama teman teman kelompok liskraf aka tulis tulis liskraf ( ha ha ).
Minggu itu sedikit mendung, tapi sebelum hujan, Bangkev mengajak untuk main sambil olah raga. Apaan ya? Joging? Fitnes? Minum L-Men?
Ya Gak Lah, Lu pikir aderay apa. Sore itu Bangkev ngajakin kita kita main di timezone nya East Cost aka Fun World. Disitu berbagai permainan bisa dinikmati. Aku, Deryl Lia, Dhira dan sikuat Bangkev langsung capcus kesana. Sayang sekali si Dea gabisa join gegara pergi ke luar angkasa ada kondangan.
Yaudasihya, namanya wahana bermain masa iya kalo ga main. Ternyata kita kita yang cowo pada kalah ama ciwi ciwi yang akhirnya menghabiskan kredit card gamenya Bangkev buat balapan mobil. Yaelah … jaman sekarang emang cewe pada hobi balapan. Dari balapan makan, balapan motor, balapan dandan sampe sampe balapan kawin, Eh maksudnya nikah gais, kawin doing mah enak he he. Gapapalah Lia ama dhira maen game balapan yang penting jangan jadi cabe cabe an yang balapan liar sampe balapan kawin, nah lo kawin lagi kawin lagi emang, udah kebelet kok.
Beda lagi Deryl ama Bangkev. Kaya mereka lagi duel maen gitar. Gatausihnya perasaan Bangkev mainnya barbell kenapa ini jadi ikutas nggitar kaya Deryl. Jangan jangan Bangkev pengen narik perhatian tante tante dengan skillnya. Tapi sihya, namanya kalo skill itu emang gabisa bohong, belum 5 detik poin Bangkev kalah jauh ama Deryl, C-U-P-U emang Bang kev, tapi gapapasihya kan yang bayarin hari ini Bangkev jadi yaa terserah dia jugasih. Kalo yang lain pada berkompetisi, mending main dance sendiri, biarinlah masih pemula yang penting ga malu maluin kaya Bangkev, laian enak tau main dance, bisa olahraga, berkeringat, tapi fun. Bisa berekspresi sesuka hati. Lompat sana lompat sini, tapi pas lihat layarnya…….. eh cuma demo play, belum gesek kartu :( hiks

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Affinity for the Wild by Sarah Janece Garcia | Motion Effects by rexisky
Lutju but I hate u
Lek kesusu budhalo wingi
Collabs with lukasz
Judul        :Dreams From My Father
Penulis       :Barrack Obama
Cerita ini mengenai bagaimana perjalanan hidup seorang Barrack Obama yang berjuang keras menjadi Presiden di Amerika Serikat. Banyak orang yang terkesan akan hidupnya dan usahanya. Entah apa yang menarik karena Barrack Obama sendiri menganggap itu bukanlah hal yang luar biasa tetapi tetap saja khalayak umum amat sangat tertarik mengetahui lebih dalam bagaimana usaha dan motivasi seorang Barrack Obama yang mencatat sejarah sebagai kaum minoritas kulit hitam yang dapat menjadi inspirasi banyak orang dengan jabatannya yang diraih.
Banyak sekali warga kulit hitam di negara asalnya, Afrika maupun di wilayah Amerika terinspirasi perjuangan dan dapat menularkan harapan-harapan yang sebelumnya tak pernah ada. Perjuangan Obama sendiri mampu membuat bangga banyak orang bahkan kemenangannya juga dirayakan di berbagai daerah kampung halamannya, Kenya. Afrika, Asia, dan negara Timur Tengah sendiri memiliki kebanggan yang sama begitupun juga orang-orang terdekat Obama yang berasal dari Indonesia yang bukan rahasia umum lagi memiliki kedekatan emosional dengan Obama, terutama wilayah Menteng, tempat kepribadian Obama terasah dari bukan siapa-siapa hingga sosoknya yang seperti sekarang ini.
Sekali lagi patut dicatat dalam sejarah bahwa Obama bukanlah dari kalangan kulit putih yang selama ini mendominasi peradaban di tempatnya namun karena ras kulitnyalah yang ternyata membantu nya mencapai puncak tertinggi dalam karir politiknya. Terkejut mungkin iya, namun semua juga paham bahwa rasa cinta nya terhadap politik lebih besar daripada luas negara yang dipimpinnya. Namun tidak banyak yang tahu bagaimana detail usaha dan proses yang harus dilalui, dijalani, dan dialami oleh seorang Barrack Obama hingga ia menjadi seseorang tokoh yang besar dan sangat berpengaruh pada saat ia menjabat saat itu. Tidak ada satupun kepala negara yang menganggap remeh perjalanan bagaimana ia mendapatkannya. Jelas, itu bukan sesuatu yang mudah. Namun uniknya Obama hanya membalas keheranan orang-orang itu dengan menjawab, “Dari kecil aku sudah menyukai politik dan aku juga menyukai sesuatu yang jujur dan sederhana apa adanya. Orang yang berhasil bukannlah orang yang hebat namun orang yang berbicara jujur dan hidup sederhana”.
Barrack Obama juga bercerita bahwa terdapat tiga geografis yang bersejarah dimana ia dibesarkan, dididik , dan mengenal lingkungannya. Pertama, masa kecil Barrack Obama dihabiskan di Menteng, Indonesia. Disitulah ia mnedapat julukan Barry oleh teman mainnya dan itu mengapa pula dia menyukai masakan local Indonesia, nasi goreng. Setelah itu pada saat remaja ia menuju Hawaii, Los Angeles, hingga terbang ke New York dimana ia mendapat pengalaman hidup yang berharga dari berbagai mentornya. Lalu yang kedua, Barrack Obama mengenal sekali wilayah Chicago, dimana waktu itu ia magang menjadi pekerja social dan disitulah bibit-bibit ilmu politiknya semakin terasah. Dan yang ketiga saat ia kembali ke Kenya. Ia kembali menysusuri akar silsilah Keluarganya dan disitulah ia mendapat pandangan hidup yang sebenarnya.
Dalam tiga wilayah geografis tersebut Barrack Obama terbentuk mental down visinya. Dimana ia selalu tersentuh melihat negara yang dianggap miskin pada waktu itu termasuk Indonesia karena bukan tanpa maksud pada waktu Obama di Indonesia wilayah itu memang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Amerika.
Dalam buku ini memang banyak cerita Obama yang terdeskripsikan pengalaman hidupnya saat di Jakarta. Setidaknya lima belas strip 15-20 halaman narasi yang menceritakan siapa Obama pada waktu masih kecil. Tersebutlah nama Ibu Kandung Ann Dunham bersama ayah tirinya Lolo, Suintoro yang menemaninya. Figur Ibu Kandungnya yang mempedulikan pendidikan untuk masa depan ayahnya terceritakan dengan jelas bahwa Ibu Obama mempunya kewajiban membangunkan putranya pada pukul 4 pagi agar dapat menyesuaikan dirinya saat melanjutkan sekolah di Amerika Slogan.
Sejak kecil Barrack Obama terbiasa hidup selayaknya anakanak Jakarta lain walaupun ia memilii darah campuran dalam kata lain Obama tak pernah menganggap dirinya spesia. Yerlebih lagi ia menganggap warna kulit sebagai tingkat kepandaian orang. Ia juga bemain bersama teman-teman lainnya di Jakarta. Bermaian layangan, menangkap jangkrik, mencari ikan bersama nelayan, bergaul dengan anak-anak petani hingga anak birokrat rendahan sudah pernah ia jalani siang dan malam. Itulah mengapa Obama menganggap semua manusia memiliki hal yang sama untuk hidup dan sebelum ia pergi meninggalkan Jakarta untuk menuju Hawaii Obama senpat dengan ayah kandungnya walau hanya beberapa hari bahkan itu yang pertama kali dan terakhir kalinya.
Lalu cerita dilanjutkan saat masa Barrack Obama yang dijalani di Hawaii. Disitulah ia mengalami perubahan lingkungan yang berbeda dengan di Indonesia. Di Hawaii menjadi remaja berkulit hitam adalah hal yang sanat berat bagi nya karena pada massa itu rasisme di Amerika Serikat masih sangat kental bahkan Obama menganggap Amerika yang menciptakan rasisme. Ia sangat marah dan merasa frustasi akibat sikap orang Amerika yang melakukan diskrimasi terhadap orang berkulit hitam. Namun, Obama juga bingung ia tak mampu menuangkan amarah saat ia menyadari Ibu dan Kakek Neneknya berkulit putih. Pada saat itu muncul kebimbangan Bahma terhadap identitas dirinya, ia takt ahu terbuat dari apakah diri nya hingga memiliki perbadaan yang mencolok dan disaat Obama gelisah dan mempertanyakan jati dirinya ia mulai menikmati minum-minuman keras, ganja dan sejenisnya sebagai pelarian. Hal itu dilakukan karena perbedaan hak hidup yang di Amerika.
Beruntung Sang Ibu sangat sayang kepada Obahma. Ibu nya selalu memberi motivasi dan dukungan dengan halus dan sabar hingga Obama berhasil melewati masa frustasi walau sempat putus asa. Obama juga pernah melakukan bolos sekolja karena fristasi tersebut namun dengan adanya bantuan dari Sang Ibu akhhirnya mau melanjutkan sekolah hingga tamat. , Sehingga berhasil mendaptakan pekerjaan yang cukup mapan di pasar saham Wall Street , New York  namun setelah beberapa tahun ia jalani Obama meninggalkan pekerjaan itu dan berpindah jalur menjadi aktivis penggalang masyarakat di Chicago yang menjadi awal karir politiknya.
Melalui pekerjaan yang baru inilah, Obama mempelajari akar permasalahan yang dialami oleh kaum ekonomi bawah kaum kulit berwarna. Dari pekerjaan ini jugalah pengalaman politik Obama yang dibawa dengan semangat demi mengusung perubahan saat kampanye awal calon Presiden. Ia berusaha keras mengunjungi rumah warga satu persatu tak perduli golongan rumah yang seperti aba, ia mencatat masalaha yang remeh hingga kecil. Dari masalaha selokan mampat, Kemudian ledeng air tak menets membuka lawangan pekerjaan sampai menggalag kolompo darth demi mendemo walikota supaya membongkar logam Asbes di apartemen yang terbkti dapat menganggu kesehatan warga. Bukan hal yang mudah dan tidak bisa dianggap remeh oleh remaja seumuran Obama. Hal itu diakui oleh warga dan teman-teman Aja yang mengetahui usaha keras Obama namun lagi-lag usahanya di Chicago itu harus berakhit karena ia diterima sebagai mahasiswadi Harvard Law School, dimana )bama harus  mulai fokus dengan pendidkan baru nya.
Lalu Dikisahkan perjalanan Obama ke tanah kelahiran Ayahnya di Kenya. Perjalanan ini merupakan usaha Obama terekat bawhwa asal-usul dan budaya nya d Afrika. Secara tiba-tiba Obamu bertemu Adik tiri dan nenek nya. Melalui Keluarganya di Kenya, Obama mengenal lebih dalam bagaimana perjuangan Ayahnya. Dari seorang anak miskin kulit hitam yang berhasil mengejar ilmu sampai Amerika. Disinlah gairah Obama tersulut kembali.
Buku ini banyak menceritakan dan memberi inspirasi pada pembaca dalam usaha dan niat yang kuat sangat mengejar impian, harapan, dan cita-cita kekeluargaan hingga tolerans sesuai hak yang merata. Wilayah tempat tnggal bukan mejadi patokan perbedaan hak hal itu terdeskribsikan saat Obama menceritakan tentang kebencian saat menjalani kehidupan remaja di Indonesia. Dalam hal toleransi, Obama jelas menyebut Indonesia jauh lebih baik dari kepribadian orang kulit putih. Hal ini menjadi peajaran untuk seseorang bagaimana untuk menyikapi hidup dan berjuang utnuk melawan ketidakadilan, sikap tersebut tetap sesuai bagi kita yang hidup didalam masyarakat berbasis multicultural. Dalam buku ini juga menyinggung para politikus dalam kebijakan cara kerja mereka memperlakukan kaum minoritas. Percayalah, jika kalian mempertanyakan kemungkinan kaum minoritas untuk beruhasa keras maka jawabanya hanya satu, Obama.
W D Y T
Apa yang pertama terpikir olehmu ketika mendengar nama panggilanku.
Ya, terserahmu saja sih bagiku itu hanyalah merk. Seonggok identitas yang hanya menjadi brand atas casing yang kumiliki saat ini. Mengapa aku bilang saat ini? Ya karena aku hanya titipan tuhan, titipan tuhan yang diberikan kepada kedua orangtuaku yang akan membuat bangga sosok yang telah memproduksi aku, anjaaaas…..
Primastha Jayawardhana. Bukan PRISMA, anjing! apalagi PRIMATA ! Baca yang bener dong :(  Itu nama yang susah dikarang hanya untuk aku seorang. Aku bocah super limited. Gimana enggak, Aku punya darah campuran dari dua kebudayaan yang kental, Islam tulen dengan Kejawen. Ya, mamaku berasal dari Gresik kota Santri. Sedangkan ayah dari Banyuwangi yang terkenal akan kesaktian ilmu duku*nya.
Mikir apasiiih. Itu maksudnya dukuh, tau buah dukuh ga?
Surabaya? Aku ga lelah mencintai kota ini. Selama 20 tahun memang kuhabiskan aksiku disini. Apa mau dikata, kalo mama kasih ijin keluar kota ini sih uda keluar deh 3 taon yang lalu, biasalah mama emang gitu orangnya.
Ya, aku kecil disini. Mengawali hidup dengan penuh aksi di taman konak eh kanak kanak yang ada didalam perumahan. Lah perumahan? Iyaa ayah kerja disalah satu institusi paling terkenal di Surabaya, iyalah ITS masa unae* apalagi ub*y* ataulagi unipr*. Hehe jangan diambil hati ya kata katanya, emang gini suka iseng. Mak dar it, si ebes dapet rumah deh di perumahan ini.
Terlahir dengan satu kakak perempuan yang super menjengkelkan anjiiing kesel deh, menjadikan aku anak yang tidak bisa dimanja orang tua. Enak gitu diluar sana banyak anak bungsu yang dimanjain orang tua. Aku? Udah cowo, harus mandiri, punya kakak cewe bawel, lahir terakhir pula. Apa enaknya hihhhhh…….
Ohiya aku lupa cerita “penuh aksi” yang tadi. Jadi, kata mama aku anak yang butuh perawatan khusus, iya kaya meni pedi gitu :( Ya gak lah. So anak TK yang umumnya lucu lucu, imut dan dekil ITU SEMUA BOHONG. Itu semua gak terjadi sama aku. Yang aku tau masa TK ku penuh dengan tindakan anarki dan ucapan buruk, padahal TK dalam perumahan looo :( iya diajari pak bon, pak bon nya rusyak :(
Oke Prima goes to elementary skul. Hehe hehe hehe…… masih lumayan lah aku jadi lebih baik daaan eits, aku jadi lebih ganteng juga Jujur ajasih masa iya anak kelas tiga SD uda main pacar pacaran, punya pacar tiga lagi :) gapapasih pengalaman idup ye gak. Seru seru ajasih. Disini aku menemukan pasion menjadi anak sepbol dan futsal ceria, iya ceria soalnya futsalan didalam mushola,  jadi suka ribut maen futsal pake kopyah terus lari kalo ada pakbon yang marah. Yoi di jenjang inilah aku juga masuk klub sepbol yang bernama MAESA yang berkompetisi di Kejuaraan Persebaya. Awalnya dulu main diposisi bek tengah tapi mendadak berubah jadi kiper karena arahan pelatih yang saat itu memang kekurangan stok kiper. Itu sisi baiknya, dan ini yang ditunggu, sisi buruk seorang prima masih berlanjut. Beredar kabar bahwa “SEORANG SISWA KELAS V-C MEMUKUL TEMANNYA MENGGUNAKAN RANTAI DOMPET HINGGA KENINGNYA DIOPERASI”   well, yang aku ingat kayanya gasengaja deh :)
DUAAAAARRRRRRR……..
Abis Unas – nunggu danem - ditabrak motor.
Tengkorak retak, rusuk retak, selangka bengkok, gegar otak ringan
Cukimaayyyyyy
Fakingdatshit, kesempatan kejuaran Persebaya hilanglah sudah
Gapapaaa, orang ganteng banyak rejeki (?)
Masuk SMP kaya orang difabel :( balut luka sana sini, tangan kanan digendong aduuuh susyah. 6 bulan berselang beberapa luka udah pulih. Karena masih belum boleh main bola, akhirnya aku beralih profesi jadi anak band, se men ta ra. Karena basicnya aku seorang kiper yang selalu dibelakang barisan, kalo di band aku jadi drummer. Gak jago sih tapi bisa. Nama band pertama dan terakhirku saat itu kalo ga salah namanya V-O-I-C-E. Anjaaasss namanya ituloh hmmmm……………biasa aja. Untung vokalisnya cantik. Apalagi bassistnya uuuwwww, ganteng ._.
Capek ngetiiik :( kalo aja ga tugas aku gamau cerita panjang, malu :(
Yauda kupersingkat aku masuk di SMALA lalu jadi kutubuku dan banyak mantan lalu jadi alim karena mau unas lalu masuk kuliah di Despro ITS lalu masuk prodi DKV lalu jadi komting, iya tumbal lalu akhirnya aku jadi kiper di timnas desain ampe skarang. Â Asyik.
OKE UDAH.
BYE
HEHE HEHE
CROT

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Girl, you know I want your love Your love was handmade for somebody like me Come on now, follow my lead I may be crazy, don't mind me Say boy, let's not talk too much Grab on my waist and put that body on me Come on now, follow my lead Come, come on now, follow my lead
I'm in love with the shape of you We push and pull like a magnet do Although my heart is falling too I'm in love with your body Last night you were in my room And now my bedsheets smell like you Every day discovering something brand new I'm in love with your body Oh IÂ I'm in love with your body Oh IÂ I'm in love with your body Oh IÂ I'm in love with your body Every day discovering something brand new I'm in love with the shape of you
Sebongkah Bungah Tolan
Minggu sore adalah hari yang kunanti. Waktu yang sempurna, dimana inilah hari kumerencanakan membeli perlengkapan yang sudah lama kuinginkan, sebuah handphone baru. Uang tabungan ini sudah menggendut hasil menabung empat bulan lamanya. Tak lama lagi kuimpikan sebuah handphone ditangan selayaknya remaja diluar sana yang sedang tren.
Segera saja kusiapkan kuda besi tunggangan kesayangan. Kuisi perut ini dengan beberapa gandum andalan hingga kenyang. Sementara dilangit tampak mendung sejuk. Kupercepat diri ini bersiap sebelum rintik pertama jatuh, walau sebenarnya tidak menghalangiku untuk tetap pergi.
Alangkah terkejutnya. Niat yang kukuh ini akhirnya takluk oleh hal sekitar. Roda kuda besiku terlihat kempes. Bingung dan gelisah. Terlebih saat kulihat air hujan telah menjatuhkan rintik ringannya. Semakin gelisah.
Bukan prajurit namanya jika takluk hanya dengan rintik hujan. Akhirnya kuberanikan diri menembus batas. Kuhadapi rintik ringan tersebut, berlapis mantel tentunya, sambil mencari montir langganan.
Tengok kiri dan kanan. Memandang sejauh kenangan. Tak satupun kutemukan sejumlah montir andalan. Mungkin sedang rehat atau takluk oleh hujan. Sepanjang jalan tak bertuan sepi meronta, hanya suara rintik yang akrab menemani. Â Hati ini berdegup tak menentu. Oh tuhan, bantulah diri ini.
Masih berdiam beratapkan genting. Diri masih kukuh tak kenal kata menyerah. Aku memang generasi yang pemberani tanpa dihiasi mata kaca. Seketika terkejut saat sebuah tangan menyentuh bahuku. Bukan sulap bukan selip. Berdirilah kakek tua dengan senyum ramahnya menyapa sore ini. Menyapaku dengan tenang. Dia menawarkan bantuan. Ya, dia dapat membuat kuda besiku berjalan seperti sedia kala. Rasa senangku semakin meningkat. Tak lupa ku mengucapkan beribu terimakasih dan beberapa angpau berlebih untuknya.
Bersiap. Menerjang. Kutancap gas secepat mungkin. Waktu adalah kesempatan, maka aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku.
Tiba ku di gerai tujuan. Bersamaan rintik itu berhenti pula. Sebentar lagi sebuah gadget impian akan ada ditanganku. Betapa gayanya diri jika memilikinya. Namun masih saja, sesuatu mengejutkanku. Membuat diam seribu bahasa, membuat sendi diam tak bergerak. Ku lupa membawa tabunganku.
Lelah ini menjadi sia sia. Cerita perjuangan menjadi kenangan. Mau tak mau ku harus kembali ke rumah tanpa apa apa. Pulang hanya memberi senyum atas semua yang terjadi.Tak apa, mungkin masih ada hari lain esok. Aku adalah generasi pejuang yang selalu tersenyum.
Salam kembali kepada rumah. Menyapa tanpa penyesalan. Tanpa kusadar ada sebuah tas diatas meja kamarku.Mirip bingkisan namun tak tahu asalnya. Kubuka perlahan dan membuatku menjatuhkan rintik hujan, air mataku. Ya, ini adalah handphone yang aku inginkan, namun mengapa bisa tiba tiba hadir disini. Sepucuk surat kubaca membuat air mata kian deras, bertanda nama ayahku.