haaai pemirsa tumblr saya yang budiman. missing me? hahaha iya nih, udah lama nda ngisi tumblr, kemaren2 lagi banyak urusan. anw sekarang posisi saya udah di kediri, udah pindah dari malang kira kira 3 mingguan yang lalu. tapi beneran yak, saya kangen juga sama malang.
apalagi kemaren ada isu isu hangat seperti host nya katakan putus ganti . demo ojek online dan ada longsor di sigura gura yang bikin macet. ngerik juga yak, sigura gura udah macet, masi aja ada komorbid nya lagi
nah ngeri kaaannn, katanya lagi malang juga tambah macet. (ada bersukurnya dikit juga eik udah pindah ke kediri ).anw isu yang lagi pengen eik bahas sebenernya isu demo supir angkot ke transportasi online berbasis aplikasi.
mungkin bukan kompetensi saya dalam berbicara masalah transportasi massal. tapi ini isu yang patut dibahas dan berdampak luas bagi kelangsungan hidup banyak orang. dan saya sendiri pernah tinggal di kota malang selama 6 tahun tentunya pernah merasakan naik angkot, taksi bandara, dan, ojek pangkalan serta ojek online pada beberapa bulan terakhir.
ini opini saya sebagai penumpang dan tolong jangan diputarbalikkan, dan didebat (karena ini murni pendapat pribadi saya dan masalah selera tidak bisa diganggu gugat)
kenapa angkot (Ya, yang saya garis bawahi angkot) begitu murka pada angkutan berbasis aplikasi? ya jelas karena ojek online menjadi pesaing berat (mungkin tidak bisa dikalahkan malah) bagi angkutan kota. bisa dibilang, penumpang angkot beralih ke ojek online
lah kenapa bisa beralih?
oke saya kasi ilustrasi. misalkan saya adalah seorang anak kos di daerah kendalsari, ingin menuju ke RSSA untuk keperluan akademik yang cukup mendesak, namun karena parkiran RSSA yang selalu penuh, saya enggan membawa mobil saya.
kalau saya naik angkot, saya paling enggak harus jalan dulu keluar gang untuk nyari angkot, belom lagi nunggu angkotnya, belom nunggu angkotnya, belom lagi kalo angkotnya berenti2 dulu nyari penumpang, belom lagi rute angkot yang ruwet dan gak to the point. estimasi waktu --> 30 menit
sekarang kalo saya naik ojek online, saya tinggal goler goler di kamar, buka aplikasi, pilih tempat tujuan dan penjemputan, tunggu ditelpon drivernya, nunggu drivernya, berangkat, bhay! urusan beres.estimasi waktu --> 10-15 menit
harganya mungkin lebih mahal ojek online yang kira kira estimasi biayanya 6rb-10rb. But, is it really worthy? Absoloutely yes. Selain bisa hemat waktu, pengemudinya ramah, (kebanyakan) juga safety riding, dan juga ndak perlu jalan kalaupun tujuannya ada di gang.
oiyaaaa, sebagai pengendara mobil, salah satu yang saya benci adalah angkot. kenapa? bukannya mereka membuat orang yang ndak mampu beli mobil buat bisa kemana mana. iya sih tapi itu bukan pembenaran untuk ngerem mendadak, bikin pengemudi di belakang ikutan ngerem mendadak jadinya ditabrak pengemudi lain di belakang. dan itu juga bukan alasan untuk jalan pelan pelan di jalan sempit, jadi mobil lain ikut lambat karena angkot jalannya di kanan dan tiba tiba berhenti mendadak.
mas kok kayanya menyudutkan angkot ya tulisannya? lah emang kenyataannya gitu kok, ini tulisan tulus ikhlas tanpa tekanan dari pihak manapun :p
mas kok tulisannya panjang? terseraaaahhh, namanya juga curhat :3
intinya : i stand with application based general transportation
closing quote :
It is not the most intellectual or the strongest of species that survives; but the species that survives is the one that is able to adapt to and adjust best to the changing environment in which it finds itself. (Charles Darwin)
catatan : dari video ini aja kita udah bisa nilai kan siapa yang kudu didukung?