Kau, Rumah yang Tak Pernah Jauh
Sejauh apapun langkah ini terlempar angin, melintasi waktu yang kadang tanpa pelukan, menyusuri kota-kota asing yang menukar cahaya dengan sepi, tetap saja hatiku berlayar pulang ke dermaga namamu.
Kau adalah rumah tanpa pintu, tempat rindu mengetuk tanpa suara, di mana detak waktu seolah melembut, dan dunia yang bising, berubah jadi kidung sunyi.
Meski jarak menulis jarum di peta, dan kakiku menari di tanah yang bukan milikmu, namun jiwaku selalu mengucap satu nama, sebagai arah, sebagai alasan, sebagai pulang.
Sebab kau bukan sekadar tempat kembali, kau adalah halaman pertama dari segala cerita, dan halaman terakhir yang ingin kutulis dengan tinta cinta yang tak lekang musim.
Dalammu, malam jadi hangat, angin membawa wangi kenangan, dan setiap bisik doa selalu menyebutmuβ¦ rumah yang paling indahβ¦















