Ada orang yang pengen kaya. Ada orang yang pengen punya prestasi. Ada orang yang pengen punya mobil. Ada orang yang pengen naik haji. Semua orang punya keinginan untuk dicapai. Karena keinginan, mimpi, cita - cita, ambisi atau apapun itu istilahnya adalah ibarat bensin dalam hidup. Hal - hal itulah yang membuat hidup bergairah, membuat hidup jelas arah dan tujuan, membuat semangat membara untuk menuntaskan apa yang ingin dicapai. Seperti judul sebuah film, target pencapaian itu harus kita pasang 5 cm di depan mata kita.
Semua orang menempuh berbagai cara untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Apapun. Bahkan tidak jarang orang menggunakan segala cara, termasuk yang tidak halal untuk mencapai keinginan mereka. Saya percaya masing - masing orang punya formula yang berbeda untuk berhasil. Dan sangat mungkin masing - masing orang berbeda formulanya. Namun saya sepakat bahwa kita harus menemukan formula yang bisa menuntun kita dan memastikan bahwa segala hal yang kita kerjakan, semua pekerjaan yang kita habiskwan waktu disitu adalah dalam rangka menggapai keinginan kita itu.
2 hari ini saya diminta oleh bos kantor berangkat ke Jakarta untuk melakukan beberapa pekerjaan. Berangkatlah saya bertiga bersama sekretaris kantor juga. Setelah menuntaskan agenda hari pertama, dalam perjalanan menuju hotel saya tiba - tiba kangen membaca channel - channel telegram yang saya ikuti tapi sudah lama saya silent karena sedang malas membaca tulisan - tulisan panjang disana. Kemaren saya tergelitik untuk membuka satu - satu dan membacanya pelan - pelan karena memang ada waktu luang dan sayang jika dihabiskan dengan bengong hehe
Ternyata tidak rugi saya membaca channel - channel telegram tersebut. Ada ilmu baru saya dapat dan saya rekam kuat - kuat dalam ingatan saya. Karena kuatir hilang juga karena saya orangnya juga pelupa, saya putuskan untuk menuliskannya disini. Sambil menunggu Bos kantor dan sekretarisnya menuntaskan pekerjaan yang lain. Sya mengambil kesimpulan dari semua yag saya baca adalah untuk jadi orang sukses itu ada patternnya. Ada polanya. Ada formulanya.
Setidaknya ini menurut yang saya baca. Dan saya mengamininya. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar kita bisa menjadi orang sukses. Menjadi orang yang bisa meraih apa yang kita cita - citakan.
Pertama, Merubah cara berpikir. Ini mungkin sering disampaikan dalam setiap seminar - seminar motivasi, merubah mindset. Tapi memang betul. Dan ini betul - betul powerfull. Saya baca buku tentang bagaimana menjadi pengusaha, baca buku tentang bagaimana menjadi orang sukses, kunci pertamanya selalu perubahan mindset. Jangan sampe kita punya mindset yang salah. Cara berfikir yang salah. Merasa tidak mampu, merasa tidak pantas, merasa tidak ada resource, merasa banyak hal, merasa..merasa...merasaa....Jeleknya nih, semua merasa - merasa itu baunya negatif semua. Ini bahaya buat kira. Mindset negatif tidak akan pernah membuat kita berhasil. Padahal semua yang kita kerjakan berawal dari cara pikir kita. Maka membenarkan cara berfikir kita adalah mindset awal. Membangun cara berfikir positif. Caranya, banyak kok. Monggo dicari haha
Kedua, menemunkan mentor. Bagi saya ini juga penting. Seorang ustadz muda pernah berkata kepada saya bahwa salah satu adab menuntut ilmu adalah memilih guru yang benar, memilih guru yang layak untuk diikuti dan diambil ilmunya, diteladani cara hidupnya. Jadi dalam hal memilih mentor atau guru penting sekali ktia selektif. Menemukan satu guru terbaik dan kita ikuti ilmunya. Ternyata orang - orang sukses itu semua punya guru. Karena dari guru dan mentorlah kita bisa berguru lalu menerapkannya dalam hidup kita agar mampu mencapai keinginan kita secara lebih cepat. Saya pernah tau orang yang saya ikuti perjalanan hidupnya, seorang anak muda yang jadi jujukan banyak orang dalam ilmu marketing. Beliau pernah mengatakan bahwa bisa jadi keberhasilan kita adalah urun rembug dari doa - doa yang dipanjatkan oleh guru kita. Makanya memastikan siapa orang terbaik buat kita dan kita pilih sebagai guru adalah point penting.
Ketiga, berkumpul dengan orang yang sesuhu. Apa maksudnya? Ada sebuah hadits Rasulullah yang pernah mengatakan bahwa jika kita ingin wangi, maka hendaknya kita bergaul dan berteman dengan penjual minyak wangi. Namun jika kita ingin kita badannya bau gosong, maka bergaul dan bertemanlah dengan tukang pandai besi. Maka pergaulan adalah salah satu hal yang harus kita kondisikan juga. Karena pergaulan itu membentuk lingkungan. Jika lingkungan itu memberhasilkan, maka dijamin kita juga juga akan berhasil. Minimal kita akan tertular oleh semangat itu. Saya pernah ikut sebuah seminar yang menerangkan tentang investasi saham. Presentatornya cerita bahwa karena dia ingin jadi orang kaya, hal pertama yang dia lakukan adalah berkorban untuk membeli motor yang mahal dan bagus dan ikut komunitas motornya. Dari komunitas itulah dia bertemu seseorang yang membuat dia terjun dalam investasi saham seperti yang dia presentasikan dalam seminar tadi. Dalam sebuah lagu religinya Opick, liriknya juga berbicara tentang ini. Bahwa salah satu obat hati itu adalah berkumpul dengan orang - orang soleh.
Jadi lingkungan dan pertemanan ini penting sekali untuk membuat kira sukses. JIka ingin jadi pengusaha, maka berteman dan bergaullah dengan pengusaha. Jika ingin jadi dosen, bergaulah dengan dosen. Jika ingin jadi penerima beasiswa, berkumpullah dengan para penerima beasiswa. Bertemanlah dengan orang - orang yang punya visi yang sama denganmu. Karena dari situlah lingkunganmu terbentuk, Jaringanmu terbangun.
Setidaknya 3 hal ini yang saya tangkap dari tulisan - tulisan di grup channel telegram yang saya baca kemaren.
Karena berhasil atau tidaknya kita adalah bergantung dari diri kita. Bisakah kita mengkondisikan diri kita dan lingkungan kita untuk mengarahkan semua kepada hal - hal yang akan memberhasilkan kita.